
Malam itu, Alisha pergi ke kediaman Saka untuk mengambil baju seragam miliknya yang tertinggal waktu itu.
"Alisha" sapa Reyana menyambut kedatangan gadis itu dengan hangat.
Reyana memeluk tubuh Alisha sejenak kemudian meminta gadis itu untuk duduk. "Mau minum apa biar tante bikinin" ucap Reyana.
"Gausah tante. Alisha disini cuma sebentar kok" ucap Alisha
"Kenapa cuma sebentar? Gak kangen sama Saka?" goda Reyana membuat Alisha mengulas senyum tipis.
"Cuma mau ngambil seragam Alisha yang ketinggalan kemarin" ucap Alisha.
Reyana masuk ke dalam dan kembali dengan paperbag di tangannya. "Kemarin tante nyuruh Saka anterin tapi dianya gamau" ucap Reyana.
"Gapapa tante" Alisha tersenyum pada wanita itu.
"Kamu mau makan malem dulu gak? Temenin tante sekalian soalnya Frans lembur hari ini dan Saka entah sekarang dia ada dimana" ucap Reyana.
"Belum pulang tante?" tanya Alisha dan di balas gelengan kepala oleh Reyana.
Tak lama dari itu, suara deru motor memasuki garasi rumah tersebut. Langkah tegap Saka masuk ke dalam rumah. Cowok itu menghentikan langkahnya sejenak saat melihat Alisha yang duduk di ruang tamu bersama mamanya.
__ADS_1
"Saka" Reyana tersenyum saat melihat putranya sudah pulang. "Habis darimana aja kamu?" tanya Reyana.
"Ada keperluan ma" jawab Saka singkat dan langsung masuk ke dalam kamarnya mengabaikan keberadaan Alisha.
"Sakaaa" Reyana membuang nafas kesal.
"Mm te Alisha pulang dulu ya ini udah mulai malem" ucap Alisha berpamitan kepada Reyana.
"Ah iya tante sampai lupa mama kamu pasti nungguin" ucap Reyana dengan tersenyum namun Alisha hanya meringis pelan saat mendengar hal itu.
Menunggu? Ya mamanya pasti menunggu dirinya hanya untuk menyiksanya.
Tubuh Alisha yang dibanting hingga menabrak sebuah guci hingga pecah dan beberapa kepingan mengenai wajah gadis itu.
Benar bukan kata Reyana jika mamanya tengah menunggunya? Menunggu menyiksa dirinya.
"Pulang malem habis darimana aja kamu hah!!" bentak Arliza
"Aku ke rumah temen aku sebentar ma. Hanya sebentar gak sampai satu jam" ucap Alisha.
Devan menendang perut Alisha hingga punggung wanita itu membentur dinding dengan keras dan kepalanya kini sudah mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
"Hukuman yang bagus untuk seseorang yang udah berani lawan gue" Renata menampar keras pipi Alisha hingga menimbulkan bekas kemerahan.
"Gantung dia Devan!!" titah Arliza yang masih tersulut amarah. Renata menyunggingkan senyum sinis pada Alisha.
"Ma jangan ma!!" teriak Alisha memberontak yang saat ini sudah berada dalam genggaman Devan.
"Renata ambil tali" ucap Devan dan dengan segera Renata pergi untuk mengambil tali.
Para pelayan sudah menangis melihat Alisha yang disiksa habis-habisan oleh keluarganya sendiri. Setiap saat gadis itu selalu bertumpah darah karena keluarganya sendiri. Tak jarang pula mereka meneguk ludah kasar karena melihat berapa kejinya keluarga gila itu.
Devan menyeret Alisha dengan menarik rambutnya menaiki tangga untuk menuju kamar gadis itu. "Kak lepas!! Alisha mohon" rintih Alisha yang sudah merasakan remuk redam di sekujur tubuhnya.
Devan membanting Alisha ke lantai dengan kasar hingga tersungkur. "Itu pelajaran buat lo agar mikir dulu kalau mau bantah" Renata memasangkan tali di kedua kaki dan juga tangan Alisha kemudian Devan menggantung gadis itu ke atas.
"Kak!!" teriak Alisha.
"Mama Alisha mohon maafin Alisha" mohon Alisha namun tak ada jawaban dari sang mama. Arliza hanya berdiri di depan pintu sambil menatap Renata dan Devan yang melakukan titahnya dengan baik.
"Bagus" ucap Arliza
"Kita pergi sekarang" lanjut wanita itu.
__ADS_1