
"Seneng kamu?" bentak Saka dengan tatapan tak suka mengacu pada Alisha. Kini keduanya berada di belakang sekolah karena Saka menarik gadis itu untuk menuju belakang sekolah.
"Maksudnya?" tanya Alisha tak paham.
"Lo seneng kan di deketin sama si Chiko? Jadi cewek gausah gatel. Dasar ja lang lo!!" umpat Saka
Plak
Suara tamparan itu terdengar nyaring dari pipi kanan Saka yang memerah karena ulah Alisha. "Gue gak sama dengan yang kamu pikirin kak" Mata Alisha memerah menahan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya.
"Jika aku ja lang berarti Kak Saka murahan dengan deketin cewek lain disaat udah punya pacar?" balas Alisha.
Saka menoleh menatap Alisha dengan tatapan tajam. "Lo bilang gue murahan?" Saka mencengkeram erat kedua pipi Alisha hingga bibirnya mengerucut.
Dengan nafas menggebu Saka mendekatkan wajahnya dan mencium sesaat bibir Alisha membuat gadis itu terpaku di tempat.
Alisha menahan tubuh Saka dengan tangan kanannya agar tubuh keduanya tidak terlalu berhimpitan.
Saka melepaskan tautan bibirnya dan menatap lekat wajah Alisha yang sedikit terkejut dengan aksinya barusan.
"Sekarang lo masih ngeraguin perasaan gue?" tanya Saka dengan menyisir rambut panjang Alisha dengan lembut.
__ADS_1
Alisha menggeleng pelan dan kedua matanya mengerjap sesaat. Saka menyentuh sudut bibirnya membuat Alisha meringis kesakitan. Alis Saka tertaut saat menyadari ada yang tidak baik dengan wajah gadisnya itu.
Saka menghapus foundation yang digunakan Alisha untuk menutupi luka-lukanya itu. "Katakan siapa yang ngelakuin ini?" tanya Saka dan memundurkan tubuhnya beberapa langkah.
Alisha menggeleng pelan. Bagaimana bisa ia mengatakan jika yang melakukan hal itu adalah keluarganya sendiri?
"Katakan Alisha!!" tekan Saka dengan menaikkan nadanya satu oktaf.
"Aku jatuh dan—"
"Jangan bohong. Aku tau luka ini bukan karena luka jatuh. Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi" ucap Saka
"Kak, ini—" Suara Alisha tercekat di tenggorokan seketika.
"Katakan Alisha jangan takut. Gue ada disini buat ngelindungin lo" Saka mengguncang kedua bahu Alisha agar wanita itu menatap matanya.
"Katakan siapa?"
"Alisha!!" Guncangan bahu itu semakin kencang membuat Alisha semakin tertekan untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"Keluarga ku" ceplos Alisha dengan mendongakkan wajahnya.
__ADS_1
Kedua tangan Saka luruh dari kedua bahu Alisha. "Apa termasuk Renata juga?" tanya Saka membuat Alisha semakin menunduk.
Ia tidak menyangka jika gadisnya itu mendapatkan perlakuan tidak baik dari keluarganya.
Dengan gerakan cepat Saka menarik tubuh Alisha agar masuk ke dalam pelukannya dan mendekap nya dengan erat.
"Kenapa gak pernah cerita?" tanya Saka lembut.
"Apa kamu pernah dengerin ucapanku? Apa kamu pernah dengerin keluh kesahku? Sedangkan setiap saat kamu selalu menolak kehadiran ku" ucap Alisha di balik dada bidang Saka.
Saka mengepalkan tangannya. Dirinya tak tahu perasaan apa yang menyusup masuk ke dalam hatinya saat ini. Namun saat mendengar jika gadisnys itu disakiti ia juga merasa sakit. Luka yang di derita wanita itu seolah ia rasakan juga.
"Maaf" Saka menunduk dan mencium kepala Alisha dan semakin mempererat pelukannya.
"Saka!!" Suara itu mengalihkan atensi Alisha dan Saka yang saat ini terpusat pada satu titik.
Renata melangkah dengan cepat lalu menarik Saka menjauh membuat pelukan itu terlepas seketika. "Gue gak suka lo deket sama Alisha!!" bentak Renata.
"Lo siapa gue?" sentak Saka dan melepaskan pegangan Renata.
"Dia cewek gue dan yang berhak ngatur gue hanya dia bukan lo" ucap Saka dan menunjuk Renata hingga wanita itu menggeram kesal.
__ADS_1
"Saka!!" teriak Renata dan Alisha serempak saat tubuh tegap Saka tersungkur di tanah.