
"Selamat siang ada yang bisa kami bantu?" sapa pelayan toko dengan sangat ramah saat melihat Alisha menginjakkan kakinya di butik tersebut.
"Saya ingin membeli beberapa pakaian untuk seusia saya" ucap Alisha
Pelayan toko tersebut tersenyum dan berjalan ke arah dimana pakaian remaja terjejer dengan rapi. "Silahkan"
"Terima kasih" Alisha memilih beberapa gaun dan juga pakaian santai. Matanya menelisik ke arah sekeliling butik yang sangat besar itu.
"Apa kau mengalami kesulitan?" tanya seseorang membuat Alisha menoleh.
"Kau?" Alisha mengingat jika wanita yang memanggilnya itu adalah wanita yang sama saat di basement tadi.
"Ya aku orang yang sudah menabrak mobil kekasihmu" ucap wanita itu dengan tersenyum manis. Senyuman yang mampu menghangatkan hati Alisha.
"Dia kakak saya" ucap Alisha.
"Ouhh"
"Saya minta maaf dengan bentakan kakak saya tadi" ucap Alisha.
"Tidak masalah. Kau sedang mencari apa?" tanya wanita itu.
"Aku butuh gaun untuk menghadiri sebuah pesta" ucap Alisha.
"Ouhhh aku akan mendesainkannya khusus untuk dirimu" ucap wanita itu.
"Ah tidak itu akan butuh waktu lama. Acaranya seminggu lagi" ucap Alisha.
__ADS_1
"Baiklah ikut saya" Wanita itu berjalan lebih dulu menuju suatu tempat dimana di dalamnya terdapat beberapa gaun-gaun indah yang baru saja diselesaikan.
"Ini desain anda sendiri?" tanya Alisha.
"Iya" ucap wanita itu dengan tersenyum lembut.
Alisha melangkahkan kakinya untuk mencari gaun yang cocok dengan dirinya hingga ia berhenti pada satu gaun berwarna navy yang sangat indah.
"Aku ingin gaun yang ini nyonya—" ucap Alisha
"Aku Viktoria Helena Putri Maheswari. Panggil saja Helena" ucap Helena dengan tersenyum.
Senyum Alisha pudar seketika. Ia sangat mengingat nama itu. "Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Helena membuat Alisha menggeleng.
"Ah bukankah kau putri dari Keluarga Maheswari? Kerajaan bisnisnya sangat besar. Kenapa kau sibuk di butik ini?" tanya Alisha
"Butik ini sudah sangat besar. Namanya sudah terkenal di mancanegara" ucap Alisha.
Helena hanya tersenyum dan mengusap bahu Alisha lembut. "Lalu namamu siapa?"
"Alisha" ucap Alisha singkat.
"Ouhhh"
"Alisha!!" Devan berdiri di belakang gadis itu hingga membuat Alisha terkejut. "Gue nyariin lo ternyata disini"
"Nyonya aku ambil yang ini. Aku mau ke kasir dulu" Alisha mengambil gaun itu dan membawanya ke kasir. Pandangannya kosong saat mengingat nama yang selama ini ia cari.
__ADS_1
Jadi dia adalah istri kedua papanya. Helena, kini ia bertemu dengan wanita itu. Setelah membeli yang ia butuhkan, Alisha memutuskan balik ke rumah tanpa ada niatan berkelana di dalam Mall seperti gadis pada umumnya.
"Lo habis kesambet? Mendadak jadi bisu" cibir Devan
"Kesambet omongan lo yang pedes" balas Alisha.
"Si Arkan baliknya kapan? Katanya cuma dua minggu ini udah lebih malahan. Kagak bisa ngitung hari tuh orang"
"Masih banyak kerjaan katanya" ucap Alisha
"Terus balik pastinya kapan?" tanya Devan.
"Mana ku tau" ucap Alisha singkat.
"Bagus deh. Kagak usah balik aja sekalian" ucap Devan dengan raut wajah serius.
"Kaya rumah milik sendiri aja" cibir Alisha
"Mending jadi milik gue. Sekaligus kerajaan bisnis keluarga Amergan semuanya milik gue" ucap Devan
"Serakah. Ambil aja kalau lo mau gue gak peduli" uicap Alisha membuay Devan menoleh.
"Sayangnya itu gak bisa" ucap Devan
"Why?"
"Pikir sendiri" ketus Devan dan kembali fokus pada kemudinya
__ADS_1