Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 50 •


__ADS_3

Gerakan pelan nan pasti itu perlahan mendekat dengan derap langkahnya yang tegap. Tatapan yang selalu terkunci pada satu titik dengan sebuah senyuman manis yang menghilangkan fokus.


Saka tersenyum tipis ke arah Alisha yang sedang duduk di kursi bar. Keduanya tengah di kelilingi oleh orang-orang yang berdansa di pesta ulang tahun Nana.


Saka mengulurkan tangannya dan disambut dengan senang hati oleh Alisha. Dengan cepat Saka menarik tangan gadisnya itu hingga tidak ada jarak di antara keduanya.


Perlahan Saka membawa Alisha menuju lantai dansa dan berbaur dengan beberapa pasangan disana. Diiringi alunan musik yang merdu dan syahdu menambah kesan romantis diantara keduanya.


"Cocok banget mereka" ucap Nana


Irene yang ada di samping Nana pun tersenyum menatap Alisha dan Saka yang tampak serasi saat berdampingan.


"Dansa sama gue?" Irene menoleh dan mendapati Fino di sampingnya. Tangan cowok itu yang terulur disambut dengan baik oleh Irene. Dan kini keduanys pun ikut bergabung dengan yang lain.


Saka mendekatkan wajahnya dengan wajah Alisha hingga hidung keduanya bergesekan. "Kamu cantik dengan gaun itu" ucap Saka dan tersenyum.


"Terima kasih" ucap Alisha.


Tanpa Saka dan Alisha sadari, empat pasang mata tengah menatap mereka dengan tajam. "Kalian bisa bahagia sekarang. Tapi lihat saja nanti" gumam seseorang dengan senyum bengis.


Tak ketinggalan disisi lain Varo tengah bermesraan dengan para pacar-pacarnya dan mengamati kedua sahabatnya yang berdansa dengan wanita pujaan mereka.


"Andai gue sukanya sama satu cewek" ucap Varo menatap iri.


"Sayangnya hati gue terlalu luas sampe-sampe semua wanita masuk ke hati gue" sambung cowok itu.


"Varoooo!!!" teriak Cia memekakan telinga cowok itu membuat lamunan Varo buyar.


"Iya kenapa sayang" tanya Varo.


"Dasar playboy. Aku mau putuus" ucap Cia dan pergi begitu saja.

__ADS_1


"Yahhh kok putus. Yaudah lah gapapa masih ada 9 wanita lainnya" ucap Varo dan tertawa keras.


**


Alisha melangkahkan kakinya menuju toilet untuk membersihkan gaunnya yang basah karena tumpahan jus jeruk akibat ulah Renata.


"Ck ada-ada aja" ucap Alisha kesal.


Gadis itu mencebik kesal dan masuk ke dalam toilet. Tangannya terulur untuk membuka keran air namun matanya terpaku saat ada sosok lain di belakangnya.


Alisha membalikkan badannya dan sosok lelaki itu semakin dekat. "Siapa kamu?" teriak Alisha dengan lantang.


Lelaki itu mengeluarkan sapu tangan dan memberikannya cairan bius. "Jangan mendekat" teriak Alisha.


Dalam sekejap tubuh Alisha lemas karena pengaruh dari bius tersebut. Lelaki itu menggendong tubuh kecil Alisha dan memasukkanya ke dalam mobil miliknya.


"Nana, dimana Alisha?" tanya Saka dengan menatap pergelangan tangannya untuk mengetahui jam.


"Tadi katanya dia ke toilet" jawab Nana.


"Acaranya udah selesai kan? Aku mau nyusul Alisha sekalian pulang" ucap Saka.


"Thanks udah dateng ya" ucap Nana


Saka melangkahkan kakinya menuju toilet yang ditunjukkan Nana. Namun seketika langkah kaki itu terhenti saat melihat keran air yang masih terbuka tanpa ada seorang pun di dalam toilet itu.


"Alishaa!!" teriak Saka


"Sha, kamu dimana?"


"Alisha!!"

__ADS_1


"Sha!!"


"Alisha jawab gue!!"


Pandangan Saka menunduk saat kakinya tanpa sengaja menginjak sesuatu. Ponsel Alisha? Artinya terjadi sesuatu dengan gadis itu. Saka menyimpan ponsel Alisha di dalam saku jasnya dan berlari keluar dengan cepat.


"Pak mobil apa Saka yang sudah keluar dari area ini?" tanya Saka.


"Sejauh ini hanya mobil civic berwarna merah" jawab sang penjaga.


"Civic merah?"


"Apa bapak ingat nomor polisi nya?" tanya Saka


"Aduh kalau itu saya lupa mas"


"Boleh saya cek CCTV?"


"Memangnya ada apa ya mas?" tanya penjaga itu


"Pacar saya hilang. Saya curiga dia culik seseorang" ucap Saka.


"Mungkin saja masih di dalam" ucap penjaga itu menenangkan


"Jika dia keluar dari toilet tidak mungkin meninggalkan keran air yang masih terbuka dan ponsel terjatuh" ucap Saka sedikit emosi.


"Silahkan mas" Penjaga lain memanggil Saka untuk melihat rekaman CCTV dalam gedung itu.


"Bener kan" gumam Saka


Saka mencatat nomor polisi mobil yang keluar dengan membawa Alisha di dalamnya. "Terima kasih"

__ADS_1


Saka berlari menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya untuk menyusul mobil tersebut. Dalam perkiraan cowok itu, mobil itu mungkin masih hanya berjarak 1 km saja dari area gedung itu melihat waktu ia keluar dari area tersebut.


__ADS_2