Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 42 •


__ADS_3

Alisha melangkah mendekati meja Saka yang sedang makan bersama dengan kedua temannya. "Kak" panggil Alisha menghentikan pergerakan Saka sejenak kemudian cowok itu kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Bisa bicara sebentar" tanya Alisha dengan ragu.


"Pergi!!" ucap Saka dingin membuat Alisha tersentak.


Alisha meneguk ludahnya kasar namun ia tak akan menyerah meskipun mendapatkan sikap dingin dari cowok itu.


"Sebentar aja. Janji gak akan lama" ucap Alisha meminta sedikit waktu cowok itu untuk mengobrol.


"Gue bilang pergi ya pergi!!" sentak Saka dengan melirik sekilas Alisha yang diam terpaku dengan sikap dirinya.


"Gue gak suka kehadiran lo disini. Ganggu gue tau gak" bentak Saka.


"Aku cuma minta waktu kakak sebentar aja" ucap Alisha pelan dengan menunduk.


"Aku kangen sama kakak" sambung wanita itu dengan jujur.


Alisha tersenyum samar dan mengangguk. "Maaf ganggu kakak. Aku gak akan maksa kakak kalau kakak udah ada waktu bilang aja ya" ucap Alisha dan menjauh dari meja mereka.

__ADS_1


Alisha duduk di salah satu bangku di kantin itu seorang diri. Nana dan Irene? Keduanya di panggil guru karena sewaktu pelajaran tadi mereka membuat ulah dengan salih bisik-bisik.


"Dia gak makan?" tanya Fino dengan menatap kasihan ke arah Alisha. Gadis itu hanya duduk melamun tanpa berniat memesan makanan.


"Kaya ada yang aneh sama wajahnya si Alisha" gumam Varo dengan mengamati wajah cantik Alisha.


"Gausah jadi alesan kalian buat natap wajah cewek gue" ucap Saka tak suka membuat Varo dan Fino terkekeh pelan.


"Ceweknya ditatap cowok lain aja ga suka. Tapi pas ceweknya deketin eh di usir" sindir Fino


"Diem lo" Saka menatap wajah Alisha yang duduk tidak jauh dari mejanya. Wajahnya tampak murung dengan kedua tangannya yang saling bertautan di atas meja.


"Sendirian aja?" tanya Chiko membuat Alisha menoleh. Kedua matanya mengerjap sesaat menatap Chiko yang entah datangnya kapan.


"Bolehkan gue duduk disini?" tanya Chiko meminta izin. Alisha menatap sekelilingnya dan tidak menemukan meja kosong.


"Pakai saja aku akan pergi" Alisha berdiri namun dengan cepat tangannya disambar oleh Chiko dan menariknya kembali agar duduk.


"Sorry. Tapi gue cuma mau kenal deket sama lo doang boleh?" tanya Chiko.

__ADS_1


"Maaf tapi—"


"Aku gak akan macem-macem" ucap Chiko memotong ucapan Alisha.


"Alisha" ucap Alisha memperkenalkan namanya tanpa menatap mata Chiko.


Gila cewek secantik ini di sia-sia in sama Saka. Bodoh tuh cowok batin Chiko.


"Gue Chiko" Cowok itu mengulurkan tangannya namun hanya dibalas lirikan oleh Alisha.


"Ouh oke. Lo takut cowok lo marah kan?" tebak Chiko karena sedari tadi mata gadis itu menatao ke meja Saka yang dimana cowok itu sudah menghunuskan tatapan tajam.


"Lo di sia-sia in sama dia masih mau aja bertahan sama dia" ucap Chiko dengan berpangku tangan menatap wajah Alisha.


"Chiko, bisa tinggalin aku" ucap Alisha karena sedikit merasa risih.


"Sha, kalau lo butuh apa-apa jangan sungkan hubungi gue" Chiko menyambar ponsel Alisha yang ada di atas meja yang kebetulan belum terkunci kemudian menelfon nomornya sendiri menggunakan ponsel gadis itu.


"Itu nomor gue" ucap Chiko dan berdiri sambil menepuk pundak Alisha pelan.

__ADS_1


__ADS_2