
"Saka" panggil Renata dengan tersenyum.
"Lo Saka kan? Kapten basket yang baru" ucap Renata sambil duduk di hadapan Saka.
"Lo tau darimana?" tanya Saka sambil meminum es jeruk miliknya.
"Aelah lo pake nanya tau darimana. Itu udah umum dan udah jadi bahan perbincangan siswa siswi sini" ucap Renata.
"Ouhh" Saka tak berminat menanggapi ocehan Renata itu. Namun wanita itu tidak pergi-pergi juga.
"Kak" Alisha mengernyit heran saat melihat Saka bersama Renata.
"Kalian saling kenal?" tanya Alisha
"Kenapa engga?" balas Renata.
"Kak ke perpus yuk. Ada beberapa buku bagus yang baru aja dateng" ucap Alisha.
"Lo aja sendiri. Gue masih mau disini" ketus Saka tanpa menatap wajah Alisha.
"Sebentar aja kok. Aku cuma mau ditemenin" ucap Alisha
"Lo gausah maksa bisa? Manja banget jadi cewek" ucap Saka dengan mata tajam yang terjurus pada Alisha.
"Sekarang aku pacar kakak kalau aku cuma minta waktu sedikit aja apa salah?" tanya Alisha
"Salah!! Lo bukan cewek yang gue harepin. Jadi gausah mimpi terlalu tinggi sama gue. Ngerti lo" ucap Saka dan menggebrak meja pelan lalu pergi.
Alisha terdiam mematung di tempat. "Mungkin dia sibuk" monolog Alisha.
__ADS_1
"Lo bego atau bodoh" Renata bersedekap dada di hadapan Alisha sambil menatap remeh.
"Lo yang bodoh. Deketin Saka yang udah jelas sekarang dia pacar gue" ucap Alisha.
"Pacar yang gak di harepin maksud lo?" Renata tertawa pelan mendengar hal tersebut.
"Lo yang bodoh Alisha. Berharap sama orang yang baginya lo itu benalu" ucap Renata menusuk.
"Gue mungkin emang benalu. Tapi setidaknya gue masih punya otak buat gak ngerebut pacar orang" ucap Alisha
"Ngerebut pacar orang?"
"Gue tau lo ada niat buat deketin Saka kan. Lo busuk Renata" ucap Alisha.
Plak
Tamparan itu melayang pada pipi kanan Alisha hingga menimbulkan bekas kemerahan. "Lo berani sama gue hah!!"
"Awas aja lo di rumah" ucap Renata dan berjalan menjauh dari Alisha.
"Sha lo gapapa? Gila tuh si Renata kasar banget. Ada masalah apa sama lo?" tanya Nana penasaran.
"Banyak" ucap Alisha
"Kenal Renata dari mana?" tanya Irene.
"Dia kakak gue" jawab Alisha membuat Nana dan Irene terkejut.
"What? Kakak?" ucap Nana yang terkejut mendengarnya.
__ADS_1
**
"Cewek lo di gampar sama Renata" ucap Fino memberitahu Saka yang dengan santainya duduk di rooftop.
"Di gampar?" Saka menurunkan kakinya reflek. Matanya menatap tajam Fino yang datang tergesa-gesa dengan Varo.
"Lo gamau samperin dia gitu?" tanya Varo.
Saka terdiam. Tidak ada jawaban atas pertanyaan Varo itu. "Samperin lah bego. Lo jadi cowok peka dikit" ucap Fino dan menarik bahu Saka agar berdiri.
"Buat apa?" Saka mendongak menatap Fino.
Varo mengacak rambutnya kasar. "Sejak kapan gue punya temen sebego ini" Varo berkacak pinggang di depan Saka.
"Tatap gue" titah Varo.
Saka menatap tajam mata Varo. "Lo jadi cowok harus yang peka. Punya cewek yang habis di gampar orang ya samperin tanyain keadaannya. Masalahnya apa. Gitu bego" oceh Varo karena kesal dengan otak Saka yang sepertinya sudah dia jual.
"Entar aja. Lagi mager" ucap Saka dan kembali duduk bersandar.
"Lo samperin sekarang atau gue rebut cewek lo" ancam Varo.
"Mayan tuh. Gitu-gitu dia cantik" sambung Varo.
Saka hanya melirik sekilas ke arah Varo. "1"
"2"
Varo melangkahkan kakinya hendak menuruni anak tangga untuk menemui Alisha. "Ti—"
__ADS_1
"Oke gue samperin"
"Takut juga lo" ucap Fino sambil terkekeh pelan.