
Saja berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah rak untuk mengambil satu buku untuk ia baca. Matanya terhenti pada satu buku yang terpampanh jelas di bagian depan.
Tangan cowok itu terulur untuk meraih buku tersebut dan kembali ke sisi Alisha. "Habis ngapain?" tanya Alisha
"Ambil buku. Mau baca" Sakata tersenyum tipis ke arah Alisha kemudian fokus pada bukunya.
K & Z
Sebuah judul buku yang unik sehingga menarik perhatian Saka untuk ia baca. "Kamu makin ganteng kalau senyum kaya gitu" ucap Alisha jujur.
Saka menoleh sekilas dan mengalihkan pandangannya. Ia tak mau bertatapan langsung dengan Alisha. Apapun ia lihat asalkan tidak Alisha. Jika wanita itu tau, dia akan semakin malu.
Gadis itu terkekeh pelan. Ia tau jika Saka sedang salting. Alisha mengusap pelan bahu Saka membuat Saka kembali menoleh ke arahnya.
"Lanjutin bacanya" Alisha tersenyum kemudian kembali melanjutkan aktivitas membacanya.
Saka pun demikian, cowok itu sangat fokus dengan bukunya. Matanya memindai kata demi kata yang tertulis oleh tinta di kertas coklat itu.
40 menit setelahnya, Alisha menutup buku yang ia baca kemudian menatap Saka. "Udah?" tanya Saka yang menyadari gadisnya itu tidak lagi membaca bahkan bukunya pun sudah tertutup dengan rapi.
Alisha menganggukkan kepalanya. "Lanjutin aja gapapa aku tungguin" ucap Alisha.
__ADS_1
Saka pun melakukan hal yang sama. Cowok itu menutup bukunya dan ikut menatap Alisha dengan intens. Sepasang kekasih itu kini saling berpandangan dengan berpangku tangan mereka.
"Cerita apa yang kamu baca?" tanya Alisha
"Cinta seorang pemuda kepada gadisnya"
"Kisahnya bagus?" tanya Alisha.
"Bagus. Dua insan yang saling mencintai dengan sederet kisah indah yang mereka rajut. Aku bahkan penasaran siapa penulisnya. Cinta yang sangat tulus untuk wanitanya" ucap Saka.
"Coba lihat" Saka memberikan buku itu kepada Alisha. Gadis itu menatap cover buku yang tertulis nama penulisnya.
"K A?" ucap Alisha membaca inisial penulis buku itu.
"Zevanya. Hampir mirip dengan namamu" ucap Saka dan tersenyum.
Mata Alisha memanas. Satu bulir air mata keluar dari bola mata indah itu. "Heyy ada apa?" tanya Saka yang panik.
Alisha menggeleng pelan dan menarik sudut bibirnya untuk membentuk sebuah lengkungan tipis.
"Balik kelas yuk" ajak Saka dan disetujui oleh Alisha.
__ADS_1
"Aku akan meminjam buku ini" ucap Alisha.
Saka mengusap rambut wanitanya dan menggandeng tangan itu menuju petugas perpustakaan.
Kini keduanya kembali setelah Alisha diizinkan untuk meminjam buku tersebut.
"Kau ingin membacanya?" tanya Saka.
"Aku penasaran dengan kisahnya" ucap Alisha dan tersenyum.
Saka mengantarkan Alisha hingga sampai di depan kelasnya. Hal itu mengundang perhatian dari siswa siswi kelas X yang menatap mereka dari balik kaca jendela.
"Aku ke kelas dulu. Nanti pulang tunggu di parkiran" ucap Saka dan diangguki oleh Alisha.
Saka melangkah menjauh namun langkah itu kembali terhenti karena suara Alisha yang menyebut namanya.
"Kak"
"Ya?"
"Makasih" ucap Alisha dan Saka mengangguk.
__ADS_1
Saka kembali melanjutkan langkahnya untuk kembali ke kelasnya yang ada di lantai 3. "Aku cinta kakak" Ucapan itu membuat Saka lagi-lagi menghentikan langkah kakinya. Ia tidak menoleh melainkan menunduk menatap ke arah dadanya. Kini jantungnya berdetak dua kali lipat hanya karena 3 kata yang terlontar dari bibir manis Alisha.
Terdiam sejenak, Saka kini kembali melanjutkan langkahnya. Bahkan Saka heran dengan gadis itu. Kenapa dia tidak marah saat melihat dirinya dengan Renata? Bahkan ia tetap tersenyum dengan sangat manis untuk dirinya.