Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 35 •


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Alisha heran saat melihat Saka datang ke kelasnya dan mengajaknya duduk di ruang terbuka hijau yang ada di sekolah mereka.


"Habis berantem sama Renata?" tanya Saka dengan melirik Alisha sekilas.


"Enggak"


Saka mengernyit. "Kata Varo lo digampar sama dia" beo Saka.


"Gapapa Renata kan emang gitu" ucap Alisha.


"Lo diem gitu aja?" tanya Saka.


Alisha tersenyum lebar. "Tumben perhatian" Kini senyuman itu berubah menjadi tawa kecil.


"Kata siapa gue perhatian" ketus Saka yang sudah kembali ke mode galak.


"Tadi tuh"


"Gue cuma mastiin aja lo gak apa-apain Renata" ucap Saka.


"Suka sama Renata?" tanya Alisha dan menatap wajah Saka.


"Apa sih" Saka membuang muka dari tatapan Alisha.


"Kamu kaya lebih khawatir sama dia dari pada aku" ucap Alisha.


"Terserah gue lah. Gue berhak tanya apa dia baik-baik aja atau enggak"


"Pacar kamu itu aku bukan Renata"


"Terus? Gue mau deket sama Renata. Ga boleh?" Saka menaikkan salah satu alisnya dan menatap Alisha tajam.


"Pacar mana yang bolehin pacarnya deketin orang lain" ucap Alisha


"Kita emang pacaran. Tapi gue gak pernah anggep lo sebagai pacar" ucap Saka dan pergi begitu saja.


"Kak"


"Hm?"


"Nanti anterin aku pulang boleh?" tanya Alisha


"Pulang sendiri" Saka melanjutkan langkahnua yang sempat terhenti karena ucapan Alisha.

__ADS_1


"Ouh oke" Alisha kembali masuk ke dalam kelasnya. Karena kini bel masuk sudah berdering nyaring.


**


"Gila ini soal susah banget" ucap Nana dengan menggaruk rambutnya.


"Lo paham? Gue mah kagak" ucap Irene yang sama pusingnya dengan soal-soal yang diberikan.


"Sha ajarin dong" pinta Nana.


"Yaudah sini. Yang gak bisa yang mana?" tanya Alisha


"Nih"


Sebuah dinamo memiliki penampang berdiameter sebesar 25 cm berputar dengan frekuensi 240 rpm. Kelajuan linier di titik sisi penampang dinamo adalah …. m/s


"Nih"


"Frekuensi putaran (kecepatan sudut) adalah banyaknya putaran yang terjadi pada waktu tertentu.


1 rpm\= 2π/ 60 rad/s.


Karena d \= 25 cm, r \= 12,5 cm, sehingga:


v\= w. r \= 2,40x 2π/60x0, 125 \= m/s \= 3,14m /s


"Ouhh"


"Paham?" tanya Alisha.


Nana dan Irene kompak menggeleng bersamaan. "Lo makan apaan coba kok bisa paham begituan" ucap Nana heran.


"Makan nasi lah. Sekali-kali juga makan darah" canda Alisha.


"Aneh-aneh lo"


Alisha membalikkan lembaran demi lembaran buku fisika miliknya yang penuh dengan catatan sedangkan milik Nana dan juga Irene hanya sebagian catatan yang tertulis.


"Gue lupa" ucap Irene dengan menepuk kepalanya.


"Apa?"


"PR MTK gueeeeee. Belom selesai" ucap Irene panik karena mata pelajaran berikutnya adalah pelajaran matematika.

__ADS_1


"Tolongin" pinta Irene dengan memelas.


Alisha mengambil buku matematika miliknya yang ia simpan di dalam tas lalu memberikannya pada Irene.


"Lo ikut ke kantin kagak?" tanya Nana.


"Belom jam istirahat bego" sungut Irene.


"Aelah gapapa. Gue bosen di kelas kaki gue gatel pengen muter-muter sekolah" ucap Nana.


"Lo ikut kagak Sha" tanya Nana.


"Gue mau ke toilet aja" ucap Alisha.


Alisha dan Nana berjalan keluar dengan arah yang berbeda. Alisha melangkahkan kakinya menuju toilet yang cukup dekat dengan kelasnya.


"Neng mau le toilet ya?"


"Maaf neng toiletnya lagi di benerin" ucap petugas kebersihan.


"Yaudah gapapa saya bisa ke atas aja" ucap Alisha dengan tersenyum manis.


"Makasih neng. Maaf ya"


Alisha menaiki satu persatu anak tangga untuk menuju toilet yang ada di lantai 3.


"Cantik" goda salah satu kakak kelasnya yang ia lewati.


Langkahnya terhenti saat melihat Saka dan Renata yang berada di ujung koridor. "Kak Saka" gumam Alisha.


Saka menatap Renata yang ada di depannya. Matanya tanpa sengaja melirik Alisha yang berdiri mematung dengan jarak beberapa meter dari dirinya.


Saka memajukan tubuhnya dan mendekati Renata. Tangannya ia letakkan di samping Renata untuk mengunci tubuh wanita itu.


"Lo mau apa?" ucap Renata gugup.


"Gausah munafik. Lo suka sama gue kan" ucap Saka dengan menaikkan salah satu alisnya.


Alisha menatap adegan itu dengan kedua bola matanya sendiri. Nafasnya tercekat di tenggorokan. Namun entah kenapa kakinya seolah tak bisa ia gerakkan sedangkan yang ia lihat kini cukup menyakiti dirinya sendiri.


Saka memiringkan wajahnya mendekati telinga Renata. Namun matanya melirik ke arah Alisha yang mengusap pipinya yang sudah basah oleh air mata. Perlahan Alisha melangkah mundur dan berlari menjauh dari adegan yang tidak ingin ia lihat lagi.


Saka memundurkan tubuhnya dan menjauhi Renata seketika. "Lo kenapa?"

__ADS_1


Tak ada jawaban apapun dari bibir cowok itu. Saka melangkahkan kakinya menjauh dari Renata dan pergi.


"Tuh cowok maunya apa sih" monolog Renata menatap heran pada kepergian Saka begitu saja.


__ADS_2