Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 53 •


__ADS_3

"Ka, istirahat dulu. Lo gak tidur udah tiga hari" ucap Varo dengan duduk di samping Saka. Fino datang dengan tiga cangkir kopi di tangannya yang ia letakkan di atas nampan.


"Alisha bakal ketemu" ucap Fino meyakinkan.


"Chiko itu bukan orang baik. Gue gak mau Alisha kenapa-napa" ucap Saka dengan menatap jalanan kota B yang ramai.


Sudah tiga hari mereka berlima belum pulang ke kediaman masing-masing. Cia yang sibuk memasak dengan dibantu Irene untuk para cowok yang sedang dipusingkan dengan hilangnya Alisha.


"Lo dimana? Tiga hari gak bisa di hubungi" keluh Nana setelah berhasil menghubungi Irene.


"Alisha hilang. Dia diculik Chiko" ucap Irene


"What? Terus lo dimana sekarang?" tanya Nana


"Kota B. Kita kehilangan jejak dia" ucap Irene.


"Yaudah lo sharelock gue dateng kesana sekarang" ucap Nana.


**


"Lepasin gue Chiko!! Gue mau pulang" berontak Alisha. Meski kedua tangan dan kakinya tidak lagi terikat.


"Gue gak akan nyakitin lo. Tenang aja duduk santai disini" ucap Chiko.

__ADS_1


"Gue mau ketemu Saka!!" teriak Alisha.


"Saka Saka dan Saka terus yang ada di otak lo. Gak ada apa sekali aja gue gitu. Lo pernah nyadar gak dari awal lo masuk gue selalu perhatiin lo. Gue suka sama lo, Sha—" ucap Chiko gamang.


"Lo gak pernah sadar hal itu. Di pikiran lo selalu Kaysar Kaysar dan Kaysar. Sekarang dia udah mati dan diganti Saka yang berwajah mirip. Lo lebih milih dia"


"Kalau lo suka gak gini caranya. Yang ada lo malah nyakitin gue" ucap Alisha.


Chiko mengusap wajahnya kasar dan mendekat ke arah Alisha yang membuat gadis itu seketika meringsut.


"Jauhin gue Chiko. Gue gak suka sama lo" teriak Alisha.


"Arrrrkhhhh" Mata Chiko memerah dan membanting seluruh benda yang ada di sekitarnya.


"Itu urusan gue sama pacar gue. Bukan lo!!" bantah Alisha.


"Gue peduli sama lo, Sha"


"Aku ga butuh rasa peduli lo" ucap Alisha dan menjauh dari Chiko.


Seisi ruangan dipenuhi dengan suara pecahan dan beberapa barang yang jatuh ke lantai. Alisha menatap Chiko yang tampak kesetanan setelah ia tolak.


Alisha masuk ke dalam sebuah kamar dan menguncinya dari dalam. Sedangkan Chiko mengambil ponselnya dan menghubungi Saka.

__ADS_1


"Ka, telfon dari Chiko" ucap Varo membuat Saka menoleh.


Cowok itu menghentikan laku mobilnya seketika dan menyambar ponsel miliknya. "Dimana Alisha gue bangsat" teriak Saka penuh emosi.


"Gue akan balikin Alisha" ucap Chiko dengan mata kosong.


"Tapi dengan syarat" lanjut cowok itu.


"Sebutin!!"


"Turun dari jabatan lo sebagai ketua tim basket. Dan jauhin Alisha!! Atau gak—"


"Alisha akan balik hanya tinggal mayat" Sambungan terputus secara sepihak membuat Saka memukul setir mobil secara bertubi-tubi untuk menumpahkan kekesalannya.


"Ada apa?" tanya Fino.


Saka mengatakan apa yang menjadi syarat agar Alisha kembali. Untuk turun dari jabatannya ia akan dengan suka rela tapi untuk menjauhi Alisha itu tidak akan mungkin.


"Turuti aja kemauannya untuk saat ini" ucap Varo.


"Maksud lo!! Gue harus jauhin cewek gue sendiri?" bentak Saka.


"Yang lo pikirin sekarang adalah nyawa Alisha dulu. Soal lo mau jauhin dia atau gak nantinya itu urusan beda lagi. Kalau lo deket sama Alisha setelah cewek itu balik, Chiko bisa apa? Culik dia lagi? Lo bisa lebih antisipasi di hari-hari berikutnya" ucap Varo dengan menepuk pundak Saka.

__ADS_1


"Oke" Saka menatap datar jalanan yang tampak padat oleh para pengendara.


__ADS_2