
Alisha duduk seorang diri di halte dekat dengan sekolahnya. Ia menunggu Devan untuk menjemput dirinya. Sedangkan Renata, gadis itu sudah kembali pulang bersama teman-temannya.
Berulang kali gadis itu mencoba menghubungi Devan, tapi hasilnya nihil. Tak ada satupun panggilannya yang di jawab oleh pria itu.
Hari semakin larut, haruskah ia kembali dengan taksi? Sedangkan pagi tadi ia tidak diberikan uang saku oleh sang mama.
"Hufttt jalan satu-satunya cuma nunggu" ucap Alisha dengan termenung.
Suara deru motor besar milik Saka terdengar. Motor dengan type ZX 25R berhenti di depan Alisha. Saka membuka helm fullface miliknya dan menatap Alisha dengan berpangku pada helm tersebut.
"Ngapain disini sendirian?" tanya Saka.
"Nunggu"
"Pacar lo?" tanya Saka
"Bukan. Kakak" ucap Alisha
"Bilang aja nungguin pacar lo susah amat"
"Emang aku dijemput kakak. Saka, boleh bareng lo gak?" tanya Alisha
"Ogah" ucap Saka dan kembali memakai helmnya.
"Saka, pliss aku takut kakak aku gak jemput. Ini udah mulai malem" ucap Alisha dengan nada sedikit takut karena suasana mulai sedikit mencekam saat mendung pertanda sebentar lagi akan hujan.
"Males. Pulang aja sendiri gausah manja" ucap Saka sebelum benar-benar meninggalkan Alisha seorang diri.
__ADS_1
"Saka!!" teriak Alisha.
Gadis itu kembali terduduk di kursi halte. Ia mencoba sekali lagi menghubungi Devan. Namun lagi-lagi tak ada jawaban apapun.
1 jam
2 jam
3 jam
4 jam
5 jam
"What? Yang bener aja lo Saka. Kalau Alisha kenapa-napa gimana?" ucap Fino.
"Kenapa-napa maksud lo?"
"Lo ketemu dia kapan?" tanya Fino
"Sekitar 5 jam lalu" ucap Saka santai.
Kini mereka sedang berada di rumah Varo untuk sekedar berkumpul. "Saka!! Lo goblok apa bego sih. Dia cewek. Se gak sukanya lo sama dia setidaknya pikirin nasib dia nantinya" bentak Fino
"Kalau lo gamau jemput biar gue aja yang jemput tuh cewek. Mau gimana pun dia masih anak orang" ucap Fino.
"Kata dia mau di jemput kakaknya" ucap Saka masih santai.
__ADS_1
Namun ia kembali teringat dengan kata-kata Alisha yang seketika masuk dalam otaknya.
"Saka, pliss aku takut kakak aku gak jemput. Ini udah mulai malem"
Saka menahan dada Fino yang akan pergi. "Biar gue aja" Saka mengambil kunci mobilnya dan berjalan cepat keluar dari rumah Varo.
Dengan kecepatan penuh, Saka kembali ke halte yang sama dimana ia melihat Alisha seorang diri. Ia berharap gadis itu sudah kembali pulang dan tidak ada disana.
"Sialll!!!" umpat Saka saat melihat Alisha yang meringkuk kedinginan di ujung dengan memeluk tubuhnya sendiri. Hujan sudah membasahi bumi dari 3 jam lalu, itu artinya? Alisha sudah menahan dingin dari 3 jam yang lalu.
Saka memberhentikan mobilnya dan mendekati Alisha. Hujan masih sangat lebat dengan petir yang bersahutan.
"Sha" panggil Saka pelan.
Alisha menoleh dengan mata yang sembab dan rambut yang sudah acak-acakan. Gadis itu masih meringkuk kedinginan dan menatap Saka sendu.
Saka meraih tubuh Alisha dan memeluknya berharap kehangatan bisa menyalur pada tubuh gadis itu.
"Sorry" ucap Saka dengan melepas jaketnya dan memberikan pada Alisha.
"Sha, Alisha!" Saka menjauhkan tubuh Alisha untuk menatap wajah gadis itu yang bibirnya sudah memucat. "Alisha bangun!!" ucap Saka panik.
Saka membopong tubuh gadis itu dan memasukkannya ke dalam mobil. Entah apa yang ada di pikiran cowok itu, Saka membawa Alisha ke rumahnya.
"Mama!!" teriak Saka.
"Ada apa Saka?" tanya Reyana panik
__ADS_1
"Tolongin Alisha. Dia kedinginan" ucap Saka.
"Bawa ke kamar. Mama mau ambil kompres dulu" Saka membawa tubuh Alisha masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan di atas ranjang. Wajahnya sudah panik karena kini Alisha demam tinggi.