Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 29 •


__ADS_3

"What? Gila!! Sumpah gue gak nyangka tim basket kita di pimpin sama Kak Saka bisa nandingin SMA Pelita? Gila sih" ucap Nana takjub menatap angka yang sedari tadi seri.


Pertandingan berlangsung dengan sangat sengit. Saka tampak sangat fokus dengan bola yang ia pegang.


"SMA Pelita kali ini kesulitan buat bobol kayanya" gumam Irene.


Saka sejago itu?


Alisha menatap pertandingan basket itu dengan perasaan was-was. Matanya tak sedikitpun lepas dari Saka yang sedang bermain dengan sangat baik kali ini.


Beberapa guru olahraga yang ikut pun menatap takjub pada permainan Saka. Ini menjadi sebuah pertanda yang bagus bagi SMA Atma Jaya untuk menang dari SMA Pelita.


Mario, sang kapten basket dari SMA Pelita menatap Saka dengan sengit. Raut wajahnya sangat terlihat jika ia tidak menyukai kehadiran Saka.


Perlahan Mario mendekati Saka yang sedang men-dribble bola. Pantulan bola yang naik turun itu kini menjadi pusat perhatian Saka. Cowok itu terlalu fokus hingga tanpa sadar ada seseorang yang berada di belakangnya.


Mario merebut bola basket itu dan dengan sengaja kakinya menabrak kaki Saka hingga cowok itu jatuh tersungkur di atas lapangan.


"Kak Saka!!" teriak Alisha reflek saat melihat Saka cidera.


Teriakan yang nyaring itu tidak terlalu diperhatikan orang sekitar karena siswi SMA Atma Jaya pun ikut berteriak dengan nama yang sama.


Namun pusat perhatian Saka hanya terpusat pada Alisha yang tampak panik. Entah kenapa gendang telinganya hanya mendengar suara Alisha yang berteriak namanya.


"Main yang sportif dong lo!!" ucap Varo tak terima.


"Main curang, cupu lo?" tantang Fino yang mampu menyulut emosi Mario.


Dengan cepat para petugas keamanan melerai pertengkaran itu. Kini SMA Pelita berhasil unggul satu poin dari SMA Atma Jaya di detik-detik terakhir karena Mario berhasil dengan cepat memasukkan bola ke dalam ring.


Dan sekarang SMA Pelita tampak bersorak ria karena diumumkannya kemenangan yang diraih oleh SMA mereka.


Alisha berlari turun dari tribun dan mendekati Saka yang sudah dibawa oleh para petugas medis. "Sha lo tenang dulu" ucap Fino dengan menepuk bahu Alisha pelan.


"Bener tuh. Jangan panik Saka paling-paling cuma keseleo. Gara-gara tuh si Mario main curang" sungut Varo.


Tak lama Saka selesai ditangani oleh para tim medis. Matanya menatap kedua bola mata biru Alisha dengan intens.


"Kakak gapapa?" tanya Alisha


"Gapapa" jawab Saka singkat.


"Aelah ngomong sama pacar sendiri masih aja dingin begitu" ledek Varo.


"Pacar pacar. Gila lo!!" sungut Saka dan pergi begitu saja dengan wajah kesal.


"Kakak kemana? Aku ikut" ucap Alisha dan berjalan mengekor di belakang Saka.


"Jadi orang gausah kepo sama urusan gue. Mau gue kemana mau ngapain aja itu terserah gue" sentak Saka dengan nada sedikit tinggi.


"Aku khawatir sama kakak" ucap Alisha tulus. Ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Saka.

__ADS_1


"Gausah sok khawatir sama gue. Gue gak butuh" Saka berlalu begitu saja. "Kak" Alisha menarik tangan Saka agar berhenti.


"Kaki kakak bisa bengkak itu kalau dibiarin" ucap Alisha.


"Gausah sok ikut campur bisa" bentak Saka dan mendorong tubuh Alisha hingga punggungnya membentur dinding dengan sangat keras.


Emosinya masih di ubun-ubun karena Mario yang melakukan kecurangan. Padahal sedikit lagi ia bisa menang dari SMA Pelita.


"Oke fine. Lo emang pacar gue sekarang. Tapi itu karena taruhan. Jadi gausah ngarep lebih ke gue atau ngatur-ngatur hidup gue. Ngerti lo!!" Saka menunjuk wajah Alisha dengan mata memerah menahan marah.


"Shhhh" ringis Saka sedikit merasakan nyeri di kakinya.


"Mau aku bantu?" tanya Alisha menawarkan diri meskipun tak bisa ia elak jika dirinya sakit hati dengan kata-kata Saka barusan.


"Gausah gue bisa sendiri" ucap Saka.


Saka berjalan begitu saja meninggalkan Alisha. Ia tak peduli dengan wanita itu. "Kalah lo?" ucap Mario dengan menatap kaki Saka dengan tatapan mengejek.


"Menang curang aja bangga. Cupu lo jadi cowok" balas Saka.


Sebuah hantaman kuat datang dari pukulan Mario yang ditujukan pada Saka. Cowok itu tersungkur ke lantai karena pukulan Mario.


"Sekali lagi lo ngomong kaya gitu. Lo habis sama gue" ucap Mario dan pergi.


"Gue ngomong fakta kali. Lo aja pengecut gak bisa nyaingin gue" ucap Saka


"Saka"


"Lo kenapa?" tanya Fino panik.


"Gila lo. Keadaan kaki lo kaya gitu malah mancing keributan"


"Gue gak mancing keributan. Gue cuma ngomong fakta tapi dia aja yang tersinggung" ucap Saka.


"Ck. Mau gue anterin pulang aja?" tanya Varo.


"Gausah gue nyetir sendiri aja" ucap Saka menolak.


"Yaudah terserah kalau kaya gitu" Varo dan Fino membantu Saka menuju mobilnya yang berada di parkiran.


"Thanks"


"Kita balik dulu" ucap Varo dan Fino yang kebetulan berangkat bersama.


**


Saka menatap ke arah bangku penumpang yang ada di sampingnya. Dompet Alisha terjatuh? Dan sekarang wanita itu ia tinggalkan disana.


"Terus dia pulangnya gimana?" tanya Saka pada dirinya sendiri.


Saka menjalankan mobilnya dan menepikan di sebuah taman. Cowok itu membuka ponselnya dan menatap banyak sekali panggilan dari Alisha.

__ADS_1


"Kakak dimana?"


"Kak, boleh Alisha minta anter pulang?"


"Kak, Alisha gatau pulangnya gimana"


"Alisha gak bawa uang"


"Kak"


"Kakak udah pulang?"


"Kak"


Beberapa pesan singkat dari Alisha membuat Saka mengussp wajahnya kasar. "Arghhhkkkk" teriak Saka dan memukul stir mobilnya dengan kesal.


Saka kembali ke tempat pertandingan itu dan tak butuh waktu lama Saka telah sampai. Cowok itu bisa melihat Alisha yang duduk dengan kebingungan.


"Masuk!!" titah Saka membuat Alisha menoleh.


"Kak Saka" Binar di wajah Alisha seketika terpancar saat melihat Saka berada di hadapannya.


"Nih dompet lo" Saka memberikan dompet wanita itu kepada sang pemiliknya.


Alisha masuk ke dalam mobil dan mengambil dompet miliknya.


"Lo jadi cewek nyusahin gue mulu tau gak" ketus Saka dan kembali melajukan mobilnya.


"Maaf" Alisha menunduk menatap jari jemari nya yang saling bertautan.


"Kenapa gak pulang bareng temen lo aja?" Saka menyetir dengan fokus. Tangan kanannya memegang kemudi sedangkan tangan kirinya mengambil botol air mineral untuk ia minum karena haus.


"Mereka buru-buru karena ada urusan. Jadi aku gak enak buat ikut mereka. Irena harus berangkat ke Singapur siang ini sedangkan Nana dia di telfon mamanya kalau papanya masuk rumah sakit" ucap Alisha menjelaskan.


"Tadi maunya pulang sendiri tapi gak punya uang" ucap Alisha dengan menunduk.


Saka menghela nafas panjang. Tak sedikit pun ia melirik pada Alisha karena memang dirinya benar-benar tidak minat.


"Nyusahin gue aja lo"


"Maaf"


"Bagus kalau lo masih tau kata maaf" ketus Saka.


"Kak" panggil Alisha.


"Apalagi?" ucap Saka dengan kesal.


"Wajah kakak kenapa?" tanya Alisha khawatir.


"Bukan urusan lo" sentak Saka dan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Gue males berurusan sama cewek modelan kaya lo. Ribet!!"


"Maaf" Lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari bibir Alisha.


__ADS_2