
"Sha, ke UKS yuk. Lo. udah kaya gini" cemas Irene karena Alisha terus memilih roknya untuk menahan sakit.
Tidak biasanya ia datang bulan sesakit ini. "Gausah" ucap Alisha lirih karena tak ada tenaga untuk bersuara lebih keras.
"Lo jangan nyusahin orang-orang disini. Ke UkS sana!!" ucap Harley saat melihat bulir keringat jatuh di pelipis Alisha karena sakit yang dirasakan gadis itu.
"Lo bisa diem gak sih" bentak Nana kesal.
"Bawa aja dia ke UKS gausah minta pendapat dia. Lo mau dia makin kesakitan disini. Yang ada nyusahin semua anak kelas" ucap Harley
"Gue panggil KakbSaka aja biar dia yang bawa Alisha ke UKS" ucap Irene dan beranjak untuk keluar dari kelas.
"Gausah bawa-bawa Saka. Kalian aja udah cukup buat bawa dia ke UKS" cegah Harley dengan menggenggam tangan Irene.
"Lepas!! Kak Saka itu pacar Alisha. Kenapa jadi lo yang atur-atur? " ucap Irene dan melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.
"Kak" panggil Irene membuat Varo, Fino dan juga Saka menoleh. Ketiganya sedang disibukkan dengan bermain ponsel masing-masing.
"Lo manggil sapa?" tanya Fino.
Irene diam terpaku sejenak menatap Fino kemudian kesadarannya kembali saat pertanyaan Fino tertuju padanya.
"Kak Saka" jawab Irene dan kembali menatap Saka.
"Alisha sakit perut tapi dia gamau dibawa ke UKS" adu Irene.
__ADS_1
Saka berdiri seketika dan langsung berjalan pergi begitu saja. "Tuh kan dulu aja nolak-nolak. Sekarang dateng nyari-nyari" cibir Varo namun tak urung ia mengikuti Saka.
Irene hanya terbengong melihat Saka dan Varo berjalan melewati dirinya. "Ayok susul mereka" Fino mengajak Irene untuk menyusul dua temannya itu membuat jantung gadis itu berdetak dua kali lipat dari biasanya.
"Hey kamu sakit? Kenapa gak ngomong?" tanya Saka dan berlutut di hadapan Alisha yang sedang duduk di atas kursi.
Alisha hanya menggeleng pelan sebagai jawaban. Saka berdiri dan langsung mengangkat tubuh Alisha untuk ia bawa ke UKS.
Sedangkan Fino, Varo, Irene dan juga Nana mengikutinya dari belakang. "Yang sakit satu tapi yang repot lima orang" dengus Harley dengan menatap kepergian teman-teman Alisha dan Saka.
"Ada apa?" tanya sang penjaga UKS.
"Perutnya sakit" jawab Saka singkat.
Dahi penjaga itu mengerut. "Dia sedang datang bulan" sahut Nana membuat sang penjaga UKS mengangguk paham.
"Masih sakit?" tanya Saka cemas karena belum pernah ia melihat Alisha kesakitan hingga seperti ini.
"Dikit" jawab Alisha.
"Mana ada dikit. Kamu aja sampe kaya gitu" cibir Saka.
"Dibilangin gak percaya" ucap Alisha
"Gak percaya tuh" balas Saka.
__ADS_1
"Malah debat. Urusan rumah tangganua entar aja sekarang perut Alisha tuh" ucap Nana melerai.
"Emang dateng bulan sesakit itu?" tanya Saka dengan meringis bergidik ngeri membayangkan betapa sakitnya perut saat haid.
"Lo mau nyoba?" tanya Nana.
"Jadi cewek dulu sono" seloroh Varo kemudian tergelak.
Fino menatap tajam Varo yang disaat seperti ini masih bisa becanda. Fino menjatuhkan tubuhnya di atas kursi yang tersedia di dalam UKS.
"Ren duduk dulu. Gak capek apa" ucap Fino.
Irene terdian sesaat karena terkejut kemudian duduk di samping Fino. "Wah wah wah temen gue mulai kenal cewek nih" sindir Varo.
"Dari dulu gue juga kenal kali" balas Fino santai.
"Maksudnya tuh buat dijadiin pacar. Hallo neng calon pacar Pino" sapa Varo dengan wajahnya condong ke arah Irene.
"Gausah deket-deket" Fino menjauhkan kepala Varo yang mendekati Irene.
"Aelah posesip amat boss kaya si Saka aja" ucap Varo santai seolah Saka tidak ada disana untuk mendengarkan ucapannya.
"Gue masih disini masih punya telinga buat dengerin omongan lo" ucap Saka dan menonjok bahu Varo hingga cowok itu sedikit terhuyung ke samping.
"KDRT" cibir Varo
__ADS_1
"KDRT pala lu" sungut Saka dan kembali fokus pada Alisha