
"Kak Saka, aku bawain kue buat kakak. Setau aku ini kue paling favorit Kakak" ucap Alisha dengan tersenyum.
"Gue gak lagi ulang tahun" ketus Saka.
Alisha mengerutkan dahinya. Kenapa cowok itu berubah seketika? "Kakak sakit?" tanya Alisha khawatir.
"Gausah sok khawatir"
"Aku cuma ngasih ini buat kakak. Emang ngasih kue harus pas hari ulang tahun doang?" tanya Alisha.
"Gausah sok baik sama gue" Saka mengambil kue yang ada di tangan Alisha lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Kak, kenapa dibuang?" ujar Alisha sedikit kecewa.
"Karena gue gak suka" ucap Saka santai dan melenggang pergi begitu saja. Cowok itu tidak tau saja jika Alisha menghabiskan uang miliknya untuk membelikan cowok itu hadiah.
"Kenapa sama dia?" tanya Varo
"Gatau. Kesambet mungkin" ucap Fino
"Ganteng ganteng ke sambet setan" ucap Varo dengan bersedekap dada.
Fino menoyor kepala Varo dengan kesal lalu berjalan menghampiri Alisha. "Pagi cantik" sapa Fino membuat Alisha mendongak dan tersenyum paksa.
"Pagi juga" balas Alisha kaku.
"Udah gausah di pikirin. Mungkin si Saka tadi lagi badmood"
"Lagi PMS dia" sahut Varo dan langsung mendapat tatapan tajam dari Fino. "Dia cowok bego" ucap Fino kesal sambil memukul bahu Varo hingga cowok itu terhuyung ke depan.
"Udah sekarang balik kelas aja dulu. Nanti balik lagi kalau Saka mood nya udah balik" ucap Fino dan diangguki oleh Alisha.
Alisha menatap kue yang ada di tempat sampah itu sejenak kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
"Kue enak gini dibuang" ucap Varo dengan menatap kue yang teronggok di tempat sampah dengan mengenaskan.
"Mau nyicip?" tanya Fino
"Pengen sih tapi entar kena penyakit gimana?"
"Aelah penyakitan doang aja kok. Belum mati" ucap Fino santai.
"Gila lo do'ain gue mati"
Fino masuk ke dalam kelas begitu saja semakin memancing kekesalan Varo. "Ganteng ganteng budeg" ucap Varo
"Lo budeg"
"Lo yang budeg"
"Lo tuli" balas Fino tak terima.
"Au ah" Varo duduk di bangkunya. Cowok itu bersandar pada dinding dengan menghadap Fino yang ada di hadapannya.
"Alay" celetuk Fino
Percakapan keduanya terhenti saat seorang guru masuk. Namun tidak ada tanda-tanda Saka masuk kelas. Kemana perginya cowok itu?
"Kayanya si Saka beneran PMS dah" celetuk Varo.
"Pikiran konyol"
"Sembarangan!!" Varo melempar buku miliknya ke arah Fino hingga mengenai kepala cowok itu. "Lo gila ya" Fino membalas lemparan itu dengan buku milik Varo.
"Apa lo!"
"Varo Fino!!" teriak sang guru menghentikan aksi lempar-lemparan keduanya.
__ADS_1
"Iya bu?" jawab Varo dan Fino kompak.
"Diem. Jangan kaya anak TK nyasar di SMA" ucap guru itu dengan berkacak pinggang.
"Nggeh bu" Varo tersenyum jenaka dan langsung mendapat toyoran dari Fino. "Sok alim lo" ejek Fino
"Padahal kelakuannya sangat biadab" sambung cowok itu.
"Lo punya dendam apa sih sama gue" ucap Varo tak terima.
"Banyak. Gue udah dendam kesumat dari dulu sama lo" ucap Fino asal.
"Oke kita selesaiin baik-baik. Gue tunggu di ring tinju nanti sore"
"Bego itu namanya bukan baik-baik bloon" ketus Fino.
"Pengecut" ejek Varo.
"Oke tapi kalau kalah jangan nangis" ucap Fino.
"Gak akan" balas Varo dengan melirik tajam Fino kemudian mengarahkan dua jarinya membentuk huruf V ke matanya lalu menunjuk Fino seolah mengatakan jika mereka bermusuhan saat ini.
"Ngalah aja dah sama bocah"
"Sapa yang lo bilang bocah?"
"Lo lah. Bocah TK" ucap Fino menegaskan pada kata TK.
"Lo bocah paud" balas Varo.
"Varo Fino!!!!" teriak sang guru semakin kencang dari sebelumnya.
"Iya bu iya bu. Ini diem" Varo menutup rapat mulutnya dan menggerakkan tangannya seolah menutup mulutnya.
__ADS_1
"Nah kan makin keliatan kalau bocah TK" celetuk Fino dan langsung mendapat tatapan tajam dari Varo.