Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 54 •


__ADS_3

"Lo ngelanggar perjanjian kita" teriak Mario dengan geram karena pria yang ada di hadapannya ini menyeleweng dari kesepakatan keduanya.


"Ngelanggar gimana? Yang nyulik Alisha gue. Gue bawa ke apartemen gue. Yang ngasih makan cewek itu gue. Semuanya gue yang lakuin. Lo bantu apa hah!!" bantah Chiko.


"Tapi kesepakatan kita lo buat perjanjian sama Saka agar dia minta maaf dan bertekuk lutut di hadapan gue" bentak Mario.


"Terserah gue mau ngelakuin apa. Gue berhak minta kompensasi atas apa yang udah gue lakuin sendiri dan itu hanya gue yang punya hak bukan lo!! Lupain soal kesepakatan. Lo cuma ngasih ide tanpa ada sedikitpun membantu" decih Chiko.


"Oke. Liat aja nanti gue akan sakitin cewek yang lo sayang mati-matian tapi dia nolak lo secara mentah-mentah" ucap Mario dengan tersenyum remeh.


Bug


Pukulan yang dilayangkan Saka dengan cepat membuat tubuh Mario tersungkur ke lantai. Ia sudah mendengar percakapan keduanya membuat darah cowok itu mendidih.


"Dimana Alisha!!" teriak Saka menggema di sepenjuru ruangan. Chiko bergerak gelisah karena bisa saja gadis itu keluar setelah mendengar teriakan Saka.

__ADS_1


"Gue peringatin ke lo berdua. Jika sekali lagi kalian nyentuh cewek gue seujung kuku sekalipun bakal habis lo berdua sama gue" ucap Saka.


Cowok itu dengan brutal memukul Mario dan Chiko secara bergantian hingga keduanya tidak lagi bisa melakukan perlawanan. Wajah keduanya baik Chiko maupun Mario sudah babak belur dan di penuhi luka dan lebam biru keunguan.


Alisha menatap nanar kejadian di hadapannya dan berlari ke arah Saka. "Udah, Kay cukup" lirih Alisha dengan memeluk tubuh Saka erat.


Saka menatap ke arah belakang dimana seorang gadis tengah melingkarkan tangan mungilnya di pinggangnya.


"Lo gapapa?" tanya Saka


Alisha mendongak dan menggeleng. "Tenang aja" Saka menarik tangan Alisha untuk pergi keluar dari apartemen Chiko setelah membuat sang pemiliknya babak belur. Varo dan Fino yang hanya menatap itu pun melangkahkan kakinya mengikuti Saka.


Alisha duduk di samping Saka sedangkan Varo dan Fino duduk di belakang. "Lain kali kalau kemanapun ngomong!! Kalau kaya gini siapa juga yang repot" bentak Saka dan fokus pada kemudi nya.


"Maaf"

__ADS_1


"Ka, dia habis di culik. Jangan di bentak gitu" ucap Varo mengingatkan.


Saka menghentikan mobilnya di sebuah hotel tempat mereka berlima tinggal sementara untuk mencari Alisha.


Varo dan Fino turun lalu setelah itu Saka kembali melajukan kendaraan besi itu kembali ke kota asal. Hening menyabotase suasana di antara keduanya. Tanpa percakapan dan hanya suara deru mesin yang terdengar.


"Kamu marah?" tanya Alisha membuka percakapan.


"Maaf udah buat kmu khawatir" sambung gadis itu.


Tak ada sahutan apapun dari bibir Saka. Wajah tegang cowok itu menyiratkan sedikit kekhawatiran untuk gadis di sampingnya itu.


"Udah sampe" ucap Saka dingin.


Alisha tersentak. Bahkan ia tak menyadari jika keduanya telah sampai di depan gerbang rumah megah itu. Mengingat kecepatan yang digunakan Saka tidaklah lain main-main membuat mereka hanya menempuh perjalanan dengan waktu beberapa menit saja.

__ADS_1


"Makasih. Makasih udah khawatir sama aku dan makasih usah nyelametin aku" ucap Alisha kemudian turun dari mobil Saka.


Masih tak ada balasan apapun hingga mobil itu kembali melaju meninggalkan Alisha. Gadis itu menggigit bibirnya pelan lalu melangkah masuk ke dalam rumah.


__ADS_2