Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 08 •


__ADS_3

Brankar rumah sakit kembali di dorong kala mendapati kondisi sang pasien kritis. Guratan cemas kembali hadir di kedua wajah yang ada di samping brankar tersebut.


"Renata kamu harus bisa sembuh" ucap Arliza


"Ma udah ma" Devan memeluk tubuh sang mama dengan erat dan membiarkan para petugas rumah sakit membawa masuk brankar Renata ke dalam ICU.


"Renata harus sembuh Devan" ucap Arliza


Dua hari lalu, kondisi gadis itu mulai membaik dan sudah dipindahkan ke ruang rawat. Namun kini, keadaan Renata memburuk.


"Mama gamau kehilangan Nata, Dev" lirih Arliza


"Dia putri mama"


"Putri kesayangan mama" Tubuh Arliza lemas tak berdaya.


Sedangkan di sisi lain, Alisha menatap cemas pada ruangan yang ada di hadapannya.


Ceklek


"Bagaimana kondisinya, dok?" tanya Alisha


"Syukurlah. Kondisinya membaik" ucapan dokter tersebut seolah menjadi angin segar untuk Alisha.


"Boleh saya masuk?" tanya Alisha


"Silahkan"


"Sha" panggilan Zea menghentikan langkah kaki Alisha yang akan masuk ke dalam ruangan Kay.


"Lo istirahat dulu. Lo banyak donorin darah lo buat Kay. Biar gue yang jaga dia" ucap Zea


"Gue bisa sendiri. Thanks udah perhatian sama gue" ucap Alisha


Kedua gadis itu masuk ke dalam ruang rawat Kaysar. Tubuh tegap pria itu kini menjadi lemah tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.


"Lo yang udah nusuk Renata?" tanya Zea tiba-tiba.


"Plis jangan dibahas. Gue capek sama masalah itu"


"Ceritain semuanya ke gue. Biar gue bisa bantu lo. Ini bukan masalah sepele, Al" ucap Zea

__ADS_1


"Lo akan dikeluarin dari sekolah kalau sampai lo ga dapet bukti kalau lo ga bersalah"


"Apalagi kemarin vidio penusukan itu diliat jelas oleh semua siswa siswi SMA Atma Jaya" ucap Zea


"Gue tau"


"Dan lo biarin?"


Alisha tersenyum sekilas kemudian menatap wajah Zea. "Tenang aja. Itu salah satu rencana gue buat bongkar siapa dalang dari ini semua" ucap Alisha


"Maksud lo?"


"Zea, lo sahabat baik gue. Gak mungkin lo gak tau apa yang gue rencanain"


"Sha—"


"Hm?"


"Gue harap lo ga ngelakuin suatu hal yang buat lo celaka" ucap Zea khawatir


"Tenang aja"


"Kay"


Wajah Alisha berubah menjadi ceria seketika. Gadis itu tampak senang melihat sang kekasih sudah membuka kedua kelopak matanya.


"Kayanya gue bakal jadi nyamuk. Gue keluar duluan ya" Zea keluar dari ruangan itu dan pergi ke kantin rumah sakit.


"Kenapa bisa?" tanya Alisha


Kay hanya tersenyum tipis. Tangannya yang terinfus terulur untuk mengusap rambut sang gadis dengan sayang. "Gausah khawatir. Aku baik-baik aja" ucap Kaysar dengan tutur kata lembut.


"Baik-baik gimana? Kamu hampir kehilangan nyawa kamu" ucap Alisha


"Udah tenang aja. Aku udah gapapa kok sekarang" Kaysar menarik tubuh Alisha dan membawanya ke dalam pelukan hangat.


"Aku sayang kamu, Va" ucap Kaysar tulus.


"I miss you too" balas Alisha.


"Zevanya" panggil Kaysar dan Alisha menatap lekat bola mata coklat milik gadis itu.

__ADS_1


"Jangan pernah tinggalin aku" ucap Kaysar tiba-tiba.


"Siapa juga yang mau ninggalin kamu" ucap Alisha


"I Love you more" Lesung pipi pria itu tampak manis saat tersenyum dan tertawa pelan. Tangannya mengacak rambut sang gadis hingga sedikit berantakan.


"Temenin tidur" ucap Kaysar


"Iya ini aku temenin" Kaysar menggeser posisinya dan menepuk sisi kasur yang kosong.


Alisha naik ke atas ranjang pasien dan berbaring di samping pria itu. Kaysar membawanya ke dalam pelukan hangat. Pria itu mengecup sekilas puncak rambut kekasihnya dengan hangat.


"I Love you more, Zevanyaku" ucap Kaysar dan memeluk erat tubuh Alisha. Perlahan pria itu menutup kedua matanya.


Alisha menghirup aroma tubuh Kaysar yang sangat khas dan familiar di hidungnya. "Love you too"


Sepasang remaja itu menutup kedua matanya dengan posisi saling berpelukan. Namun tak berselang lama, suara nyaring dari mesin EKG membuat Alisha panik.


"Kay itu kenapa?" tanya Alisha panik.


"Stttt aku mau tidur dulu" ucap Kaysar dan tersenyum hangat.


Kaysar semakin mempererat pelukannya. Namun dahinya mengekerut menahan sakit pada bagian jantungnya.


"Kamu wanita satu-satunya yang aku cintai di dunia ini Alisha"


"Tetap bahagia selalu ya" ucap Kaysar dan menutup kedua matanya erat.


"Kay!!" Alisha mengguncang bahu Kaysar namun pria itu tak bergeming.


"Kay! Plis bangunn" ucap Alisha dengan derai air matanya.


Alisha memencet tombol untuk memanggil dokter. Gadis itu turun dari ranjang pasien dan menatap wajah Kaysar yang perlahan memucat.


"Kay" panggilan itu berubah menjadi lirih dan di iringi lelehan air mata.


Tak lama dokter datang dan memeriksa Kaysar.


"Maaf tapi nyawa tuan Kaysar sudah tidak tertolong" ucap sang dokter membuat tubuh Alisha luruh seketika ke lantai.


Zea yang baru saja masuk penasaran dengan apa yang terjadi. Namun gadis itu langsung terperangah saat mengetahui bahwa Kaysar telah tiada.

__ADS_1


__ADS_2