Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 23 •


__ADS_3

"Wooii bengong mulu" ucap Nana dengan menepuk pundak Alisha membuat gadis itu terkejut.


"Kenapa lo?" tanya Irene. Alisha menggelengkan kepala sebagai tanda jawaban.


"Besok kalian nonton pertandingan basket SMA Atma Jaya sama SMA Pelita?" tanya Alisha.


"Nonton dong yakali gak. Gue bakalan jadi supporter paling kenceng teriak nyemangatin mereka" ucap Nana.


"Lo tau? Saka ikut main dan dia jadi kaptennya. Gila gak sih. Baru jadi murid baru tapi dia bisa gantiin posisi Chiko" ucap Irene.


"Gimana bisa kaya gitu?"


"Setau gue sih karena Saka lebih jago dari Chiko. Dan dia juga pinter buat mimpin temen-temennya sama pinter juga buat nyari taktik untuk ngalahin lawan" ucap Nana.


"Lo tau semuanya dari mana?" tanya Alisha yang heran pada salah satu sahabatnya itu, Nana. Ia seolah jadi detektif dan juga informan. Sangat tahu tentang berita apapun itu yang terjadi di sekolah ini.


"Tau lah. Gue punya banyak orang buat dapetin informasi itu. Gampang lah itu bagi gue" ucap Nana dengan tersenyum bangga.


Irene dan Alisha hanya manggut-manggut saja. Kedua gadis itu saling tatap kemudian menatap Nana.


"Ada berita hangat apa hari ini?" tanya Alisha.


"Betul tuh. Lo kan si paling tau segalanya" timpal Irene.


"Berita hangat hari ini tuh—" Dering di ponsel Nana membuat percakapan mereka terhenti.


"What? Yang bener lo?" tanya Nana


"Oke oke" Gadis berambut hitam itu menutup sambungan teleponnya dan menatap kedua temannya dengan intens.


"Ada apa ada apa?" tanya Irene kepo


"Berita hangatnya tuh sekarang Kak Renata lagi berantem sama Kak Delina di toilet" ucap Nana membuat Alisha sontak berdiri seketika.


"What?"


Alisha berlari keluar dengan wajah panik hingga tanpa sadar ia menabrak seseorang dengan keras. "Sorry sorry" ucap Alisha tanpa melihat lawan bicaranya.


"Ada apa sama cewek itu?" monolog Saka.


"Kaya panik banget" timpal Fino.


"Ikutin dong. Calon pacar lo itu" sahut Varo. Saka memukul pelan dada Varo dengan kesal namun tak urung langkah kakinya mengikuti larian kecil Alisha yang menuju toilet.


"Alisha woiii tungguin gue kampret" teriak Nana dengan berlari pontang-panting mengejar Alisha.

__ADS_1


"Lahhh kejar-kejaran. Ini gimana dah ceritanya" gumam Fino.


"Kepoin ahhh" Varo menarik tangan Fino membuat tubuh cowok besar itu sedikit oleng. "Gila lo kalau narik liat-liat dulu napa" gerutu Fino


"Aelah lelet lo kaya siput" cibir Varo dan tak lama dari itu ia mendapat toyoran di kepalanya karena ulah Fino yang kesal.


"Kak!!" Alisha datang dan menatap wajah Renata yang merah padam menahan kesal. Alisha beralih para Delina yang juga tampak tersulut emosi. Wanita yang sama waktu itu yang meminta dirinya menjauhi Saka.


"Gausah ikut campur kali ini" ucap Renata.


Suara tamparan kembali terdengar di sepenjuru toilet. Keduanya sudah menjadi bahan tontonan bagi siswa siswi SMA ini. Bahkan beritanya pun sudah menyebar. Bisa diyakini Alisha jika sebentar lagi guru-guru akan datang.


Delina menahan perih di pipinya akibat tangan Renata. "Gue peringatin sama lo buat gak ikut campur dalam urusan gue. Ngerti lo?" Renata menunjuk wajah Delina.


"Gausah jadi pengecut yang berlindung di balik ketiak cowok" sambung Renata dan berdecih.


Alisha dengan terpaksa menarik tangan Renata dan membawanya menjauh. Ada luka di pelipis gadis itu. Ia yakini jika keduanya tadi bertengkar hebat.


"Ada apa sih? Ngapain pake acara berantem segala" ucap Alisha.


"Bukan urusan lo" ketus Renata.


"Tunggu disini" Alisha mengambil kotak obat di ruang UKS dan kembali duduk di kursi pinggir lapangan. Tangannya mengambil kapas dan juga obat merah untuk mengobati luka Renata.


"Ishh" Renata mendesis pelan saat merasakan perih.


"Aku gak sok baik. Ini emang tugas aku karena mau gimanapun lo tetep kakak gue" ucap Alisha


"Gue bukan kakak yang baik buat lo"


"Tapi gue tetep berusaha jadi adek terbaik buat lo. Gimanapun sikap lo ke gue" ucap Alisha


"Hidup lo enak ya Sha" ucap Renata dengan menatap wajah Alisha. Tangannya menarik tangan Alisha untuk berhenti mengobati lukanya.


"Disayang sama mama" ucap Renata.


"Dulu"


"Sekarang kan lo yang jadi anak emasnya" ucap Alisha dengan sendu.


"Lo gak pernah nyesel?" tanya Renata. Alisha menggelengkan kepalanya. "Buat apa nyesel? Kasih sayang mama emang pantes buat lo" ucap Alisha.


"Gue gak masalah mama sekarang jauh lebih sayang sama lo dari pada gue—"


"Asal gue gak di benci sama mama aja" sambung Alisha.

__ADS_1


"Percaya gak percaya mama pernah benci lo. Tapi itu sebentar" ucap Renata.


"Sampai sekarang mama juga benci sama gue" ucap Alisha.


"Udahlah aku males bahas" ucap Renata dan beranjak berdiri.


Alisha menarik tangan Renata agar kembali duduk. "Lo tau ada musuh di keluarga kita?" tanya Alisha


"Maksud lo?"


"Lo yang bilang ke gue. Tetep waspada karena musuh selalu ada di dekat gue" ucap Alisha.


"Dan lo ngira ada musuh di keluarga Amergan?" tanya Renata


"Lo yakin apa yang lo artiin itu bener?" tanya Renata kembali.


"Terus kalau—"


"Lo mau deketin Saka karena lo rindu Kaysar kan?" ucap Renata tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.


Alisha hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun. "Jangan bohong. Gue tau apa yang lo lakuin di sekolah ini meskipun gue gak sekolah" ucap Renata.


"Sha, Saka dan Kaysar emang punya wajah persis. Tapi bukan berarti lo cinta sama dia karena wajahnya. Lo akan nyakitin Saka. Inget Kaysar udah gak ada" ucap Renata.


Alisha menatap netra Renata dengan lekat. "Saat gue sadar gue dapet kabar dari kak Devan kalau pacar lo meninggal karena kecelakaan. Aku sempet hadir di pemakaman dia waktu itu sama kak Devan" ucap Renata.


"Aku mau Kaysar. Lo gak pernah ngerasain di posisi gue" ucap Alisha.


"Kata siapa gue gak pernah ngerasain di posisi lo" ucap Renata.


"Maksud lo?" tanya Alisha.


"Yang lo tau Bara sekarang ada di luar negeri kan? Tapi yang sebenarnya terjadi dia selingkuh di belakang gue. Dan waktu itu gue pergokin dia sama ceweknya. Gue rela dateng ke Amerika buat ngasih surprise ulang tahun buat dia. Tapi ternyata gue yang dapet kejutan dengan dia selingkuh. Dia panik dan berusaha ngejar aku yang lari pergi. Dan saat di jalan dia ketabrak mobil yang lewat dengan kecepatan penuh"


"Dia meninggal di tempat"


"Kenapa lo gak pernah cerita ke gue? Gue adek lo. Segitu gak gunanya gue sebagai adek? Atau lo yang gak pernah anggep gue adek" ucap Alisha marah.


"Buat apa gue cerita?"


"Kak Devan tau?"


"Hanya Kak Devan sama mama yang tau soal ini"


"Lo anggep gue sama Kak Arkan mati?" tanya Alisha.

__ADS_1


"Disaat lo terpuruk gue gak ada buat lo" ucap Alisha dengan sendu.


"Karena gue bukan kakak yang baik buat lo" Renata berlalu pergi begitu saja. Alisha kembali duduk dan bersandar pada sandaran kursi. Gadis itu berulang kali menghela nafas panjang dan menghembuskannya kembali


__ADS_2