Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 22 •


__ADS_3

Alisha melangkah dengan riang menuju kantin. Saat ini adalah jam istirahat seusai pelajaran berlangsung. Sedangkan Nana dan Irene? Entah mereka pergi kemana.


Alisha mengedarkan pandangannya ke sepenjuru kantin untuk mencari bangku kosong. Namun hasilnya nihil. Semua bangku penuh. Tapi kini netranya terhenti saat menatap Saka yang duduk dengan santai di bangku kantin bersama teman-temannya.


"Kak Saka" panggil Alisha membuat cowok itu menoleh dengan malas. Bahkan di telinganya suara Alisha sudah familiar di ingatannya.


"Apa? Mau gangguin gue lagi?" tanya Saka ketus. "Emang boleh?" tanya Alisha dengan tertawa pelan.


"Dari pada gangguin Saka mending sama gue" ucap Varo dengan menepuk kursi yang ada disebelahnya. "Duduk cantik" Alisha duduk di samping Varo yang berhadapan langsung dengan Saka.


"Lo gak malu apa duduk sama cowok-cowok" ketus Saka.


"Emang kenapa?"


"Ck urat malu lo udah putus ya. Caper banget jadi cewek" ucap Saka


"Coba kakak lihat deh. Gak ada bangku kosong disini. Semuanya penuh jadi ya mau gamau aku harus duduk disini. Lagian Varo juga yang nawarin" ucap Alisha.


Saka hanya menatapnya dengan tajam. Sedangkan yang ditatap sibuk memesan makanan karena perutnya sudah keroncongan meminta untuk diisi.


"Jadi besok lo tanding basket sama SMA Pelita?" tanya Fino


"Hm"


"Lo yakin? Mereka tangguh loh. Badannya aja keker kaya gitu" ucap Varo dengan mata takjub.

__ADS_1


"Lo ngeraguin gue?" ucap Saka dengan menaikkan salah satu alisnya. Badannya maju menatap Varo dan tangan kanannya bertumpu pada salah satu kakinya.


"Yaaa karena selama ini tuh SMA jadi selalu juara pertama di pertandingan basket" ujar Fino dengan menyantap makanannya santai.


"Ada apa nih?" tanya Alisha


"Kepo lo" ketus Saka.


"Ihh aku cuma tanya doang juga" ucap Alisha.


"Besok si Saka mau tanding lawan SMA Pelita. Udah masuk final" ucap Fino dengan menatap Alisha lekat.


"Oh ya?"


"Emang kakak bisa menang?" tanya Alisha.


"Ya enggak sih. Cuma—"


"Oke kita taruhan. Kalau gue menag lo kalian bertiga harus ngelakuin apapun yang gue mau" ucap Saka.


"Dan kalau kakak kalah, Kak Saka jadian sama aku" sambung Alisha.


"What?"


"Setuju gak?" tanya Alisha meminta persetujuan Varo dan Fino. Mata Alisha mengerjap lucu memohon agar mengiyakan permintaan gadis tersebut.

__ADS_1


"Yaudah oke" ucap Fino


"Oke gue gak takut" ucap Saka.


Alisha tersenyum manis menatap Saka. Untuk kali ini ia berharap jika sekolahnya kalah.


"Neng munduran dikit" ucap Fino dengan melirik Alisha kemudian menatap makanannya.


"Ha?"


"Manisnya kebangetan" sahut Varo.


"Alay kalian kaya gak pernah ketemu cewek cantik aja" ucap Saka


"Berarti kakak ngakuin kalau aku cantik dong" ucap Alisha menghiraukan gombalan kedua teman Saka.


"Dih"


"Mana ada lo cantik" ucap Saka membuat senyum di bibir Alisha memudar perlahan.


"Iya aku tau aku gak cantik. Tapi setidaknya aku punya rasa cinta ke kakak lebih dari cukup " ucap Alisha dengan tersenyum. Wajah Saka sangat persis dengan wajah Kaysar. Apa dia kembarannya Kaysar? Tidak mungkin jika mereka tidak kembar namun memiliki wajah mirip. Tapi kenapa Saka seolah tidak mengenal Kaysar? Apa Saka itu Kaysar?


"Lo percaya cinta?" tanya Saka


"Percaya" ucap Alisha.

__ADS_1


"Aku percaya cinta dan aku juga percaya dicintai seseorang itu mungkin" ucap Alisha


Saka hanya diam dengan menatap lurus ke depan. Cowok itu menghela nafas panjang dan berdiri. "Udah mau bel masuk. Gue mau ke kelas kalau kalian masih mau disini terserah" ucap Saka dengan dingin kemudian melangkah menjauh.


__ADS_2