
"Astaga"
"Papa!!!" teriak Reyana yang shock karena melihat Saka dan Alisha tidur dengan berpelukan.
"Ada apa ma?" tanya Frans ikut panik mendengar teriakan istrinya.
"Saka bangun" Reyana membangunkan Saka yang tertidur sangat lelap dengan posisi memeluk Alisha.
"Saka bangun kata mama!!!" Reyana menarik telinga Saka hingga cowok itu berada dalam kesadarannya penuh.
"Ada apa ma?" Suara serak khas bangun tidur itu menjawab.
"Apa ini peluk-peluk?"tanya Reyana berkacak pinggang.
"Ha?" Saka menatap Alisha yang ikut terbangun.
"What? Ma itu gak seperti yang mama pikirin?"
"Terus apa?" Frans hanya menatap pertengkaran pagi itu dengan bersandar ria pada bahu pintu.
"Semalem Alisha bangun terus Saka samperin karena kehausan dia. Habis itu Saka suruh tidur lagi eh ternyata lampu mati" ucap Saka.
"Kalau lampu mati kamu bisa enak-enakan kaya gitu? "
"Aduh aduh ma sakit lepasin dulu biar Saka jelasin" ucap Saka mengadu kesakitan karena jeweran mamanya tidak main-main rasanya.
"Apa hah apa!!" Reyana kembali berkacak pinggang di hadapan Saka.
__ADS_1
"Alisha takut sama gelap jadi Saka disini biar dia gak takut. Terus Alisha tidur akhirnya Saka ikut tidur juga"
"Bener itu Alisha?" tanya Reyana pada gadis di samping Saka.
"Iya te. Tante jangan salah paham dulu. Alisha minta maaf kalau Alisha disini jadi bahan pertengkaran kalian kaya gini" ucap Alisha tak enak hati.
"Gak gitu sayang. Saka ini main curi-curi kesempatan sama kamu. Mama gamau kamu rugi sesama cewek harus saling melindungi. Sekarang kamu mandi dulu habis itu mama tunggu sarapan bareng" Reyana mengusap rambut Alisha dengan lembut. Senyum keibuan wanita itu mengingatkan dirinya pada Arliza yang dulu.
"Iya te makasih"
"Kalau Alisha mandi disini terus Saka mandi dimana?" tanya Saka dengan menatap wajah mamanya.
"Mandi—"
"Diem gausah aneh-aneh kau pa" Reyana melotot pada Frans yang kemudian terkekeh pelan lalu kabur.
"Ishh sebenarnya anak mama ini siapa? Aku apa Alisha. Giliran ngomong sama aku bentak-bentak. Kalau ke Alisha langsung lemah lembut bak bidadari surga" ucap Saka kemudian kabur keluar dari kamar dan masuk ke kamar tamu untuk mandi.
Reyana menggelengkan kepalanya menatap kelakuan Saka. "Tuh anak"
"Tante, Alisha boleh tanya sesuatu?" tanya Alisha.
"Apa sayang?" tanya Reyana dan duduk di samping gadis itu.
"Saka itu anak tunggal tante?"
"Iya dia anak tunggal tante. Kenapa?"
__ADS_1
"Apa Saka punya kembaran?" tanya Alisha.
"Enggak. Ada apa?" Alisha menggelengkan kepalanya. "Gapapa tante Alisha cuma penasaran aja" ucap Alisha
Reyana mengangguk kemudian keluar dari kamar Saka. Alisha masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket. Beberapa menit kemudian Alisha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.
Matanya mengerjap perlahan saat melihat baju cewek di atas ranjang. Ia yakin jika Reyana lah yang menyiapkan itu untuk dirinya.
Alisha memakai pakaian itu kemudian keluar dari kamar. Gadis itu melangkah turun ke lantai satu dan mencari Reyana yang ternyata ada di dapur.
"Boleh Alisha bantu te?" tanya Alisha.
"Boleh kalau kamu mau" Reyana tersenyum hangat pada gadis itu.
"Kamu potong wortel ini. Nanti buat sayur sop ayam kesukaan Saka" ucap Reyana.
"Iya te" Alisha melakukan sesuai instruksi dari Reyana.
Kedua wanita itu tampak asyik memasak bersama di dapur. Sedangkan Saka dan Frans duduk bersebelahan di ruang keluarga sambil mengusap perut mereka yang sudah keroncongan minta diisi.
"Laper"
"Sama papa juga"
"Bilang ke mama gih"
"Gamau ah. Entar di amuk. Gak dapet makan yang ada dapet lemparan piring" ucap Frans dan bersandar pasrah.
__ADS_1