Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 41 •


__ADS_3

Varo mengunci tatapannya dan langkahnya terpaku saat menatap sesuatu yang sangat mencengangkan baginya. Tangannya memukul Fino yang sedang sibuk membereskan buku-bukunya di dalam tas sehingga pandangannya menunduk.


"Woi gila lo kira-kira dong kalau mukul" sungut Fino tak terima.


"Liat noh" Varo menunjuk ke arah suatu sudut dimana Saka turun dari motornya. Namun bukan hal itu yang membuat Varo terkejut melainkan Renata juga turun dari atas motor Saka.


"Tuh si ulet kadal berangkat bareng sama si Saka?" tanya Fino.


"Kayanya sih gitu" Varo melirik ke arah jalan yang menghubungkan antara parkiran dengan area sekolah.


"Alisha" gumam Varo.


"Matilah kau Saka" Fino menepuk jidatnya dengan keras.


"Kabur yuk" ajak Varo.


"Hayuk. Kagak mau dah ikut campur urusan rumah tangga orang" ucap Fino dan berlari di belakang Varo menjauh namun mereka berdua masih mengintip di balik dinding.

__ADS_1


"Bego!! Ini namanya ngintip bukan kabur" Fino menoyor kepala Varo dengan keras hingga laki-laki itu sedikit meringis karena kesakitan.


Alisha berjalan memasuki area parkiran. Ia tau jika Saka masih berada disana. Langkah Alisha pun terpaku saat Saka menoleh ke arah dirinya dengan Renata yang berdiri tepat di hadapan Saka.


Alisha melempar senyum ke arah cowok itu namun hanya wajah datar lah yang ia dapatkan sebagai jawaban.


Saka menatap lekat mata indah Alisha dan tangannya terulur untuk menggandeng Renata dan berjalan beriringan dengan gadis itu melewati tubuh Alisha begitu saja.


Alisha menghela nafas menghirup udara yang berhembus melewati dirinya karena pergerakan Saka di sampingnya.


"Mereka ada masalah?" tanya Varo.


Alisha mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan berjalan ke arah motor Saka. Wanita itu meletakkan sebuah paper bag di atas jok motor Saka kemudian melangkah kembali menuju kelasnya.


**


Renata tersenyum dengan sangat manis karena Saka saat ini menggenggam tangannya dan berjalan bersamaan. Namun senyumnya seketika pudar saat Saka tiba-tiba melepaskan genggaman itu begitu saja.

__ADS_1


"Kenapa, Ka?" tanya Renata.


Saka hanya melirik sekilas kemudian melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kelas. "Saka" panggil Renata dan menyusul langkah lebar Saka.


"Ada apa? Kenapa lo tiba-tiba lepas gitu aja?" tanya Renata meminta penjelasan.


"Tangan gue gatel pegang tangan lo" ketus Saka dan masuk ke dalam kelasnya.


Renata menghentakkan kedua kakinya karena kesal. Baru saja ia dibawa terbang lalu tiba-tiba dihempaskan begitu saja. Gadis itu melangkah dengan kesal masuk ke dalam kelasnya yang hanya berjarak beberapa kelas saja dari kelas Saka.


"Bangsat juga lo, Ka" Seorang cowok yang duduk dengan menyilangkan kakinya sambil bersandar di atas kursi itu menatap Saka dengan sengit.


Saka hanya menatap datar cowok itu tanpa berniat membalas ucapannya. "Dasar player kelas kakap" ucap cowok itu dan terkekeh.


"Bermain hati sama dua cewek. Gak cukup lo sama Alisha? Sekarang sama kakaknya juga, Renata. Kalau saran gue sih mending si Alisha sama gue aja. Lo baik-baik aja sama tuh si Renata" ucap Chiko dengan menyunggingkan senyum sinis.


Mendengar nama Alisha disebut-sebut membuat darah Saka mendidih. Saka bangun dengan menggebrak meja di hadapannya membuat Chiko sedikit terkejut.

__ADS_1


"Lo berani sentuh Alisha sedikit aja. Habis lo sama gue" ancam Saka dan pergi meninggalkan cowok itu.


Ia yakin jika Chiko saat ini memiliki dendam kusumat terhadap dirinya karena sudah menggantikan posisi cowok itu sebagai kapten basket dimana posisi itu begitu banyak yang mengidamkan.


__ADS_2