Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 27 •


__ADS_3

Alisha dan Reyana menyajikan makanan di atas meja makan. Sontak hal itu mengundang perhatian Saka dan Frans yang sudah kelaparan. Kedua pria itu berdiri dan berlari lalu duduk di kursi dengan menatap berbagai jenis makanan yang dimasak oleh kedua wanita itu.


"Wahhhh" puji Frans menatap kagum makanan-makanan di atas meja.


Alisha dan Reyana ikut duduk di kursi makan. Reyana berada di samping Frans sedangkan Alisha mau tak mau harus duduk di samping Saka.


"Biar aku ambilin" ucap Alisha dengan tersenyum manis membuat Saka sedikit terkejut.


"Ekhm eh iya nih" Saka memberikan piringnya pada Alisha dan gadis itu menyajikan nasi di atas piring Saka.


"Segini cukup?" tanya Alisha.


"Cukup kok cukup" ucap Saka.


"Mau lauk apa?" tanya Alisha


"Pake sayur sop ayam aja sama ayam goreng. Udah itu aja. Udangnya juga satu aja" ucap Saka.


Alisha memberikan kembali piring Saka pada cowok itu. "Makasih" ucap Saka tanpa menatap Alisha.


Alisha tersenyum mendengar ucapan itu. Saka melirik sedikit wajah cantik Alisha dan tersenyum tipis.


Saka menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya. Saka menghentikan kunyahannya sejenak dan menatap mamanya.


"Ini lebih enak dari biasanya. Mama ganti resep?" tanya Saka.


"Itu Alisha yang masak" puji Reyana dan tersenyum bangga pada Alisha.


"Kau pintar memasak ya Alisha" ucap Reyana.

__ADS_1


"Cuma bisa sedikit te" ucap Alisha dengan tersenyum.


"Udah cocok nih" celetuk Frans


"Cocok apa?" tanya Saka penasaran.


"Cocok jadi calon istri kamu" ucap Frans enteng.


"Apasih pa. Aku gak suka sama Alisha" ucap Saka sedikit kesal.


"Awss" Saka mengusap kakinya yang diinjak oleh Reyana dan tentu saja kini mata Reyana sudah melotot menatap dirinya.


"Aku bicara jujur" ucap Saka membela diri.


"Jujurmu tidak tau tempat" gerutu Reyana.


"Nanti Saka pamit keluar ya ma" ucap Saka sambil mengunyah makanannya.


"Kencan sama Alisha?" tanya Frans


"Gak lah. Saka ada tanding basket sama SMA Pelita" ucap Saka dan menyuapkan nasi terakhir yang ada di piringnya.


"Alisha ikut?" tanya Reyana.


"Lo ikut kagak?" tanya Saka pada Alisha yang ada di sampingnya.


"Ikut" Alisha mengangguk antusias.


"Yaudah kalian berangkatnya hati-hati" ucap Reyana.

__ADS_1


Dering panggilan dari ponsel Saka menghentikan sejenak aktivitas mereka. "Varo ma" ucap Saka tanpa ditanya terlebih dahulu.


"Hm apa"


"Cuma ngingetin jangan sampe telat. Konsekuensinya kalau lo kalah bakal jadian sama si Alisha" ucap Varo.


"Hm gue tau" ucap Saka singkat sambil menegak segelas air mineral.


"Oh ya kabar Alisha semalem gimana? Dia masih disana?" tanya Fino menyahut.


"Nanti aja gue ceritain. Yang pasti sekarang Alisha aman dan lagi sama gue" ucap Saka membuat Varo dan Fino yang ada di seberang telepon saling berpandangan satu sama lain.


"Lo rusak anak orang?"


"Pikiran lo negatif mulu ke gue" sungut Saka.


"Ya terus?"


"Gue gak apa-apain dia" ucap Saka.


Reyana, Frans dan Alisha berpandangan satu sama lain mendengar percakapan Saka dengan Varo. Alisha menyudahi makannya dan meminum segelas air untuk menetralkan sedikit rasa hausnya.


"Lo tunggu disini. Gue siap-siap dulu" ucap Saka dan masuk ke dalam kamarnya.


Cowok itu mengganti pakaiannya sedangkan Alisha menunggu bersama Reyana dan juga Frans.


"Jaga dia baik-baik ya kalau sampai kalian nanti pacaran. Dia anak yang baik tapi kadang sedikit bandel. Jangan sakiti hati dia" ucap Reyana berpesan.


"Mmm tante tau sendiri kalau Kak Saka gak suka sama aku" ucap Alisha dengan tersenyum terpaksa.

__ADS_1


"Mungkin emang sekarang kalian gak pacaran. Tapi nanti kalau udah jadian inget pesan tante" ucap Reyana dan tersenyum hangat.


__ADS_2