
"Kak Saka" panggil Alisha dengan mata berbinar. Ia tidak akan memanggil cowok itu Kaysar jika tidak sudah dipastikan ia dimarahi.
"Aku bawa brownis kesukaan—"
"Mmm ini aku ada brownis buat kakak. Kakak makan ya" ucap Alisha dan memberikan satu kotak brownis pada cowok itu.
Dahi Saka mengkerut menatap Alisha. "Gue gak suka brownis" ucap Saka ketus
"Terus sukanya apa"
"Gak ada" sarkas Saka.
"Mmmm lo gamau juga gapapa kali Ka". Gue masih mau makan nih brownis" ucap Varo dan mengambil brownis itu dari tangan Alisha.
"Thanks ya cantik" ucap Varo
"Var" Saka tampak tak suka melihat sesuatu yang diberikan gadis itu diterima oleh temannya.
"Rezeki gak boleh ditolak" ucap Varo
Saka berdiri di depan Alisha. Tubuhnya yang jauh lebih tinggi membuat Alisha harus mendongak untuk menatap wajah cowok itu. Wajah yang sangat ia rindukan bersama kenangannya.
"Maksud lo ngasih gue ini apaan?" tanya Saka sarkas.
__ADS_1
Alisha menggeleng pelan. "Gak ada maksud apapun" ucap Alisha. "Bohong" pungkas Saka.
"Kakak kan murid baru jadi cuma mau kenal lebih deket aja sama kakak" ucap Alisha
Alisha mengulurkan tangannya. "Alisha" ucap gadis itu memperkenalkan dirinya. Saka hanya melirik sekilas. "Lo udah tau nama gue. Udah ga perlu kan gue nyebut nama" Alisha meneguk ludahnya dan menarik kembali tangannya.
"Gue aja" Varo menyambar tangan Alisha dan menggenggamnya erat. "Varo" ucap cowok itu memperkenalkan dirinya
Alisha hanya tersenyum singkat dan menarik tangannya. Matanya sedikit sendu menatap Saka. Ia ingin Kaysar. Ia ingin mereka yang dulu. Ia rindu semuanya.
"Alisha, brownis yang lo bawain manis banget. Kaya lo" ucap Varo
"Aku balik ke kelas dulu kak" Alisha membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju tangga untuk kembali ke kelasnya yang ada di lantai dua.
"Cuyyy cantik banget adek kelas gua" ucap Fino dengan menatap kepergian Alisha.
"Mata lo katarak apa gimana" ucap Varo heran.
Alisha turun dari tangga namun dirinya sudah di sambut oleh kehadiran seseorang di ujung tangga. "Gausah centil sama Saka. Gue tau dia mirip sama Kay tapi dia bukan pacar lo. Inget itu" ucap Delina
"Emang lo pacarnya Kak Saka?" tanya Alisha salah satu alis naik. "Kicep kan lo. Lo juga bukan pacarnya Kak Saka jadi lo gak ada hak buat gue jauhin Kak Saka" ucap Alisha.
"Gue cuma ingetin ke lo buat jauhin Saka. Atau gak lo akan tau—"
__ADS_1
"Tau apa? Gue gak takut sama anceman lo" ucap Alisha.
Delina tersenyum masam dan pergi dari hadapan Alisha. "Adik kelas kurang ajar" umpat Delina dan masuk ke dalam kelasnya.
Alisha terkekeh pelan. Gadis itu masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya. Mata Alisha menatap foto dirinya dengan Kaysar. "Saka itu kamu kan Kay?" ucap Alisha pelan.
"Aku kangen sama kamu" lirih gadis itu.
"Woi!!" Nana dan Irene datang dengan beberapa jajanan di kedua tangan mereka. "Bengong mulu. Habis dari mana lo? Kita cariin dari tadi kagak nemu-nemu" ucap Nana penasaran.
"Gimana bisa ketemu. Dia aja dari lantai tiga" ucap Harley dengan berlalu begitu saja. Wanita itu duduk di bangkunya dengan sorot mata tertuju pada Alisha.
"Ngapain lo?" tanya Irene.
"Gak ada"
"Bohong!!" pungkas Nana.
"Mana ada?"
"Jujur"
"Habis nemuin Kak Saka" ucap Alisha pelan.
__ADS_1
"What? Gitu katanya biasa aja. Lo suka dia? Karena wajahnya persis Kak Kay?" tanya Nana
"Sha, dia Saka bukan Kay. Jangan sampai lo jatuh hati ke seseorang tapi bukan karena orang itu sendiri tapi karena raganya persis sama orang yang udah gak ada" ucap Irene. Alisha terdiam mendengar kata-kata Irene.