
"Kak dia Kay kan?" tanya Alisha dengan sorot mata terluka.
"Dia bukan Kay. Seperti yang lo dengar, dia Saka bukan Kaysar" ucap Devan menegaskan.
"Tapi wajahnya mirip Kay" lirih Alisha.
"Wajahnya doang. Mereka gak sama" ucap Devan
"Tapi itu Kay" ucap Alisha dengan frustasi.
"Terserah lo. Ini mau lanjut ke Mall atau pulang?" tanya Devan.
"Pulang" jawab Alisha singkat.
"Ck nyusahin. Yang lo lakuin tadi gila tau gak. Hampir aja lo ketabrak" oceh Devan
"Maaf kak" Mata Alisha hanya menatap kosong. "Kay jahat kak. Dia bilang selalu sama aku terus" ucap Alisha.
"Siapa juga orang yang betah pacaran sama orang kaya lo" ucap Devan sambil melirik sekilas.
"Kakak ada dendam sama aku? Kenapa jahat banget?" tanya Alisha membuat Devan meneguk ludahnya kasar.
"Gue gak jahat. Sikap gue emang kaya gini. Gausah alay deh" ucap Devan
__ADS_1
"Tapi sikap kakak ke aku dan ke Renata itu beda"
Hanya keheningan yang tercipta setelahnya. Tidak ada jawaban apapun dari birai Devan atas pertanyaan tersebut.
Mesin mobil dimatikan saat mereka telah sampai di kediaman Amergan. "Turun!!" Alisha turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Dari mana aja kamu? Anak gadis sukanya keluyuran. Belajar yang bener" omel Arliza
"Aku tadi habis keluar sama kak Devan" ucap Alisha
"Alasan aja kamu. Pergi ke kamar kamu sekarang!! Belajar yang bener" ucap Arliza dengan nada naik satu oktaf.
"Iya ma" Alisha melangkah dengan lesu menuju kamar miliknya.
"Aku ingin kasih sayang mama seperti dulu lagi" ucap Alisha
Alisha berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya yang tampak sedikit sembab. Kantung mata itu tampak jelas karena beberapa hari ini ia tidak tidur.
Alisha membuka laptop miliknya yang ia simpan di atas meja belajar. Tangannya menari dengan indah diatas keyboard untuk mencari sesuatu.
Viktoria Helena Putri Maheswari. Hanya satu nama itu yang membuat ia penasaran. "Keluarga Maheswari?"
...----------------...
__ADS_1
"Bik jangan buang" cegah Alisha
"Ada apa non?" tanya sang pelayan.
"Jangan dibuang. Itu sayang masih bisa dimakan" ucap Alisha.
"Tapi ini udah basi non" Alisha hanya tersenyum. "Gapapa biar Alisha aja yang makan" ucap Alisha dan mengambil piring yang berisi nasi basi itu.
Gadis itu mengambil garam dan menaburkannya di atas nasi itu. "Non—" Sang bibik kemudian terdiam dan menatap Alisha yang memakan nasi itu meskipun ia tau gadis itu menahan rasa mual di perutnya.
"Gak diizinin makan lagi ya sama nyonya?" tebak pelayan itu dan Alisha mengangguk dengan mata berkaca-kaca.
"Tutup pintu dapur" Suara itu membuat dua wanita yang ada di dalam dapur menjadi terkejut. Aiden tiba tiba masuk tanpa permisi. Dan dengan cepat pelayan itu menutup pintu dapur sesuai perintah Aiden.
Aiden mengambil dengan kasar nasi basi yang sudah masuk ke dalam lambung Alisha separuh. "Makanan basi mau kamu makan?" sentak Aiden.
Aiden menaruh paperbag warna coklat di hadapan Alisha. "Buka dan makan" Aiden membuang nasi basi itu dan pergi begitu saja.
"Syukurlah. Dimakan non—"
"Apa dia gak takut kena amuk mama?" tanya Alisha
"Udah jangan dipikirin dulu. Saya yakin tuan Aiden bisa melindungi dirinya"
__ADS_1
Alisha mengambil makanan dari Aiden dan memakannya dengan lahap.