
"Ka, gue boleh pulang bareng lo gak?" tanya Renata dengan menyingkirkan Alisha yang berdiri di hadapan Saka.
Saat ini Saka duduk bersandar pada motonya dengan menatap Alisha. "Sorry sekarang gue mau pulang bareng sama Alisha" ucap Saka. Tangan cowok itu menarik Alisha agar kembali berdiri di hadapannya kemudian memasangkan wanita itu helm.
"Terus gue pulang sama sapa? Lo tega ninggalin gue pulang sendiri" ucap Renata dengan wajah memelas.
Alisha naik ke atas motor Saka dan cowok itu menarik kedua tangan Alisha agar memeluk pinggangnya. "Pegangan biar gak jatuh" bisik Saka tepat di depan wajah Alisha yang otomatis menyandarkan wajahnya di bahu Saka.
Semu rona merah itu kini menghiasi kedua pipi putih Alisha membuat Saka merasa gemas dengan wajah chubby itu yang menurutnya sangat imut. Saka memakai helm full face miliknya dan melajukan motornya keluar dari area sekolah.
Di jarak beberapa meter, Varo dan Fino tampak tersenyum sendiri sambil bersandar pada motor mereka masing-masing.
"Dikacangin neng? Sini abang anterin pulang" teriak Varo.
"Dasar playboy cap kambing" Fino memukul pelan bahu Varo dan naik ke atas motornya.
"Gue balik dulu" ucap Fino.
Varo pun memakai helmnya dan menyusul Fino yang sudah lebih dulu melajukan motornya keluar dari area sekolah.
Varo melirik sekilas wajah masam Renata saat melewati gadis itu.
**
Hembusan angin yang menyapu wajah cantik Alisha membuat gadis itu tampak menikmati sepoi angin yang segar. Saka menambah kecepatan motornya membuat Alisha semakin erat memeluk tubuhnya.
"Kak pelan-pelan. Aku takut" lirih Alisha
"Ha? Ada nyamuk?" Saka yang tak mendengar jelas suara Alisha karena terbawa oleh angin membuat cowok itu bertanya kembali pada Alisha.
"Mana ada nyamuk di atas motor" ucap Saka.
"Aku takut bukan ada nyamuk"
__ADS_1
"Pukul aja nyamuknya" Alisha menghela nafas panjang karena pendengaran cowok itu sepertinya bermasalah saat ini.
Saka menghentikan motornya di tepi danau yang sangat indah. "Yuk" ajak Saka dan menggandeng tangan Alisha.
"Danau Kencana? Kamu tau darimana?" tanya Alisha dan menoleh menatap wajah Saka.
"Aku dulu sering kesini" ucap Saka.
"Sendiri?" tanya Alisha.
"Dulu sama seseorang tapi sekarang selalu sendiri" ucap Saka
"Siapa?" tanya Alisha
"Ada" Saka tersenyum tipis dan Alisha mengangguk. Gadis itu tau jika hal itu mungkin privasi Saka.
"Dulu waktu kecil aku tinggal disini, di Indonesia. Terus aku pindah sama mama papa ke Amerika. Bertahun-tahun aku hidup disana bertiga dan aku udah nyaman dengan kehidupan disana. Dan karena pekerjaan papa akhirnya aku balik lagi kesini" ucap Saka dengan menatap kosong air danau yang tampak tenang.
"Pernah" ucap Alisha dan menatap Saka yang duduk di sampingnya.
"Aku tau tempat ini karena seseorang" sambung Alisha.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Saka dengan menatap Alisha intens.
"Apa?"
"Pertemuan pertama kita kamu nyebut nama Kay" ucap Saka.
Alisha menatap dua bola mata Saka yang tampak teduh saat ini. "Dia siapa kamu?" tanya Saka penasaran.
"Kamu pasti bingung kenapa aku panggil kamu Kay waktu itu" Alisha menatap danau yang terbentang luas beberapa meter di hadapannya.
"Wajah kamu persis sama seseorangm Dia Kaysar, pacar aku. Wajah kalian seperti kembar" ucap Alisha dan kembali menatap Saka.
__ADS_1
"Sekarang dia dimana?" tanya Saka.
"Sudah meninggal" ucap Alisha
"Meninggal?" Alisha mengangguk. "Dia kecelakaan dan akhirnya meninggal karena gak bisa bertahan"
"Dan kamu dekati aku hanya karena wajah aku yang mirip sama dia?" tanya Saka.
Alisha hanya diam. "Sha jawab aku" ucap Saka.
"Maaf, Ka" Saka menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya perlahan.
"Dia sepenting itu buat kamu?"
"Dia cinta pertama aku" ucap Alisha.
"Ouhh"
"Kamu bener-bener gak kenal sama Kaysar? Atau kamu punya kembaran?" tanya Alisha.
"Gak" jawab Saka datar.
Langit biru itu kini perlahan berubah menjadi warna oranye. Sepasang kekasih itu kini saling terdiam satu sama lain dan bergelut di pikiran masing-masing.
"Aku anter pulang. Udah malem" Saka berdiri dan berjalan menuju motornya. Alisha pun ikut berdiri dan menyusul Saka.
"Kamu pernah kesini sama Kaysar kan?" tebak Saka.
Alisha mendongak menatap wajah Saka yang jauh lebih tinggi darinya. Kemudian gadis itu mengangguk membenarkan. Saka hanya memasang wajah datar dan memakai helmnya.
Sesuai ucapan cowok itu, Saka mengantarkan Alisha hingga sampai di depan rumahnya. "Makasih" ucap Alisha
Saka kembali melajukan motornya meninggalkan area kediaman Amergan.
__ADS_1