
"Lo habis darimana?" tanya Harley menatap kedatangan gadis itu.
"Rooftop"
"Kangen Kaysar?" tanya Harley
"Bukan urusan lo"
Seorang guru pun datang. Pelajaran di jam pertama pun berlangsung. Fokus Alisha kembali hilang. Gadis itu tampak berulang kali menatap wallpaper ponselnya yang berisi fotonya dengan Kaysar.
"Alisha" panggil sang guru matematika membuat lamunan gadis itu buyar.
"Ah iya bu?" tanya Alisha
"Kamu mendengarkan saya?"
"Mmm sedikit"
"Sekarang kerjakan soal yang ibu berikan"
Tentukan nilai x dari (x-2)(3x+4) \= 0
Alisha berdiri dan meletakkan ponselnya. Gadis itu mengambil spidol dari tangan sang guru dan menuliskan jawaban dari persoalan tersebut.
A . b \= 0, dengan a , b ∈ R hanya dipenuhi a \= 0 atau b \= 0
__ADS_1
Sehingga,
(x-2) (3x+4) \= 0
(x-2) \= 0 (3x+4) \= 0
x \= 2 x \= -4/3
Jadi, nilai x adalah x \= 2 dan x \= -4/3
"Sudah bu" ucap Alisha dan mengembalikan spidol yang ada di tangannya.
"Baguslah. Jangan melamun lagi" ucap sang guru dan diangguki oleh Alisha.
"Maaf bu" Alisha kembali duduk di bangkunya dan fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.
Hingga bel istirahat pun berdering. Pelajaran telah selesai dan banyak sekali siswa siswi yang keluar dari dalam kelas menuju kantin.
Alisha mengangguk dan pergi ke kantin bersama Irene dan Nana. Ketiga wanita itu berjalan beriringan menuju kantin.
"Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian" tanya Nana
"Samain aja kaya kamu" ucap Alisha.
Nana pergi untuk memesan makanan hingga menyisakan Irene dan juga Alisha. "Gue minta maaf ya kemarin sempat ikut-ikutan bully lo" ucap Irene
"Gak masalah" Alisha tersenyum tipis membalas ucapan wanita itu.
__ADS_1
Tak lama Nana datang dan ikut bergabung. "Eh tau gak sebentar lagi bakal ada olimpiade tau" ucap Nana antusias.
Alisha terdiam. Gadis itu hanya mendengarkan. Setiap sudut sekolah ini mengingatkan dirinya pada kenangan dengan Kaysar. "Sha, kenapa lo diem? Gamau ikutan?" tanya Nana
Alisha menggeleng. "Lah napa lo kan pinter" ucap Irene. Alisha hanga tersenyum paksa. "Gapapa"
Dulu Kaysar yang menjadi siswa andalan sekolah ini untuk mengikuti Olimpiade. Kecerdasannya yang diatas rata-rata mampu dengan mudah menjawab pertanyaan yang diberikan.
Makanan pesanan mereka pun datang menghentikan sejenak obrolan mereka. Alisha menikmati makanannya dengan lahap dengan sesekali meneguk minuman miliknya.
Matanya menelisik ke sekeliling kantin dan tanpa sengaja bersitatap dengan netra coklat Harley. Kedua wanita cantik itu saling menatap tanpa berkata apapun.
"Kalian tau alasan Harley pindah dari SMA Pelita?" tanya Alisha
Irene dan Nana mendongak kemudian menggeleng. "Denger-denger sih dia mau satu sekolah sama cowok yang dia suka" ucap Nana.
"Ouhh" Alisha hanya mengangguk-anggukkan kepala. Irene kembali bertanya. "Kenapa?"
"Gapapa penasaran aja kenapa dia sampai pindah ke sekolah ini" ucap Alisha.
"Tau sendirilah SMA kita tuh sekolah terfavorit nomor 1" ucap Nana dengan bangga.
"Betul tuh. Siapapun juga pengen masuk sekolah sini" timpal Irene.
"Sha" panggil Nana dengan mata yang tak tetuju pada Alisha.
"Hm"
__ADS_1
"Diliatin Dion dari tadi tuh. Kamu nyadar gak sih" ucap Nana membuat Alisha mengikuti arah pandang gadis itu. Dan benar kedua mata Dion mengarah pada dirinya. Namun dengan cepat cowok itu mengalihkan pandangannya saat ketahuan oleh Alisha.
"Udah ah biarin. Balik kelas yuk" ajak Alisha