Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 18 •


__ADS_3

"Ada apa ma?" tanya Saka dan duduk di kursi dengan menatap wajah sang mama.


"Kamu kan akan pindah ke Indonesia jadi mama sudah daftarkan kamu di salah satu SMA favorit yang ada di kota ini" ucap sang mama Saka.


"Ma kenapa gak balik ke Amerika aja sih? Aku lebih nyaman disana. Aku udah punya banyak temen disana" ucap Saka.


"Sayang tapi kita harus menetap disini. Karena papa harus mengurus perusahaan yang ada disini. Dan itu butuh waktu yang sedikit lama" ucap sang mama memberikan pengertian.


"Ma ayolah pertimbangkan sekali lagi. Biarin aja Saka disana sendiri. Mama sama papa disini it's okey lah bagi Saka. No problem" ucap Saka


"Gak Saka. Kamu mau jauhan sama mama?" tanya sang mama


"Ma, Saka udah besar. Saka bisa urus diri Saka sendiri disana" ucap Saka masih menginginkan dirinya kembali ke Amerika. Ia sudah sangat nyaman dengan tempat kelahirannya itu.


"Gakk. Untuk kali ini kamu harus dengerin apa yang mama mau" ucap sang mama dengan tegas.


"Ma—"


"Oke Saka punya penawaran bagus buat mama" ucap Saka dengan tersenyum


"Apa?" tanya sang mama dengan antusias.


"Saka tinggal di Amerika. Sedangkan papa mama ada disini. Tapi Saka janji akan berkunjung satu bulan sekali" ucap Saka dengan mengangkat kedua tangannya membentuk huruf V.

__ADS_1


"Boleh ya?"


"Gak Saka. Kamu harus tetep ada disini sama mama dan papa"


"Ma, Saka udah nyaman disana. Punya banyak temen, punya—"


"Karena kamu gamau jauh sama cewek kamu itu kan?" tebak sang mama yang sangat tepat sasaran.


"Dia wanita baik" ucap Saka.


"Dimata mama dia wanita yang tidak baik. Dia memberikan pengaruh buruk untuk kamu Saka" ucap sang mama dengan menuangkan segelas air putih ke dalam gelas.


"Buruk dari mananya? Dia cantik, manis, baik pula" ucap Saka memuji kekasihnya itu.


"Dia baik. Aku mengenalnya dengan baik"


"Kamu hanya mengetahui sifat luarnya. Tapi tidak dengan sifat aslinya" ucap sang mama.


"Tapi dia tidak pernah bersikap buruk padaku" ucap Saka.


"Itu karena dia mengincar kamu" ucap sang mama


"Ah udahlah aku malas memikirkannya" ucap Saka dan bersandar pada sofa.

__ADS_1


Tak lama kemudian suara derap sepatu memasuki rumah mereka. "Papa" panggil Saka seketika.


Fransiskus Adean Kamandra. Pria itu merupakan papa dari Saka Geonandra Putra Kamandra. "Ada apa?" tanya Frans dan ikut duduk di samping istrinya.


"Bilang ke mama buat izinin aku menetap di Amerika" ucap Saka


"Papa setuju tuh—" ucap Frans membuat senyum Saka terukir.


"Mama kamu bener Saka" lanjut pria itu seketika membuta senyum di bibir Saka luntur.


"Kamu harus tetap disini. Kamu anak satu-satunya papa dan mama" ucap Frans.


"Tapi Saka udah gede. Saka mau mandiri" ucap Saka


"Kamu harus nurut apa perintah papa" ucap Frans tegas.


"Saka udah nyaman sama temen-temen Saka disana"


"Disini juga kamu nanti bakalan punya temen-temen lagi. Gausah banyak alasan kamu" ucap Frans


"Ck papa mah" gerutu Saka


Frans dan istrinya itupun hanya tertawa melihat Saka yang kalah dalam perdebatan ini.

__ADS_1


__ADS_2