Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 51 •


__ADS_3

"Saka lo mau kemana?" teriak Fino.


"Alisha di culik. Gue curiga pelakunya Chiko" ucap Saka dan kembali mengemudikan mobilnya


"Ada apa?" tanya Irene dengan mengangkat gaunnya yang panjang.


"Kita susul Saka. Alisha diculik" Fino masuk ke dalam mobilnya dan disusul Irene.


Varo mengamati kepergian Fino dan Saka itu. "Ada apaan woi. Gue gak dikasih tau gitu? Gini amat dah" Varo berkacak pinggang. Kepalanya menoleh menatap seorang gadis yang sedang menyendiri di sudut parkiran.


"Cia" panggil Varo.


"Ada apa hah!! Kurang puas kamu nyakitin aku?" teriak Cia membuat Varo mundur beberapa langkah karena kaget. Dia baru saja datang tapi sudah dibentak.


"Lo tau Fino ma Saka kemana?" tanya Varo.


"Mana aku tau. Emangnya semua orang pergi harus aku tanyain kemana? Nyusulin Alisha mungkin dia kan tadi—" Ucapan Cia terhenti seketika.


"Alisha diculik Varo!! Dia tadi pingsan dan dibawa sama Chiko" ucap Cia panik.


"What??"


"Gue—"


"Gue apa?" tanya Varo panik.

__ADS_1


"Gue denger kalau Chiko mau bawa Alisha ke luar kota" ucap Cia dan dengan cepat menghapus air matanya.


"Kenapa gak bilang?"


"Aku tadi baru aja mau ngambil mobil terus liat Alisha. Pikiran aku yang kacau jadinya aku gak ngeh dengan keadaan sekitar" Varo menarik tubuh Cia yang panik


"Sttt udah udah jangan panik. Gue disini" Varo mencium tangan Cia dan mengajaknya masuk ke dalam mobilnya untuk mencari Alisha.


"Tolong telfon Saka" Varo memberikan ponselnya pada gadis yang duduk di sampingnya itu yang tak lain adalah Cia.


"Gak di jawab" ucap Cia


"Telfon terus sampe diangkat. Dia emang agak-agak seleb" gerutu Varo.


"Tetep aja" ucap Cia


"Telfon Fino"


"Hallo" jawab dari seberang telepon yang tentu saja ponsel Fino dipegang oleh Irene.


"Gue lagi sama Cia susulin kalian. Alisha mau dibawa ke luar kota" ucap Varo cepat


"What? Lo tau dari mana?" tanya Fino


"Cia tadi ada disana"

__ADS_1


"Terus ke luar kota itu mana?" tanya Fino


Varo menatap Cia dengan pandangan seolah bertanya. "Aku lupa" ucap Cia dengan menunduk


Varo mengangkat dagu Cia agar menatapnya. "Coba di inget-inget oke" ucap Varo menenangkan karena dalam keadaan seperti ini jika semuanya panik maka tidak akan menemukan titik temu.


Cia mengangguk patuh dan Varo kembali fokus menyetir. Dalam beberapa menit, Varo berhasil menyusul mobil Fino dan juga Saka.


"Sak, telfon polisi buat jaga perbatasan" teriak Varo saat berhenti di traffic light


"Buat?"


"Turutin aja perintah gue" Saka mengambil ponselnya dan menghubungi pihak kepolisian untuk menjaga disemua perbatasan kota.


"Saya Saka Kamandra" ucap Saka seketika saat polisi hendak menolak keinginannya.


"Baiklah" Saka menutup panggilannya dan meletakkan ponselnya.


"Kota B" teriak Cia dengan semangat karena berhasil mengingatnya.


"Kota B?" Saka terdiam dan berpikir sejenak sebelum kembali mengemudi namun kali ini dengan kecepatan jauh lebih cepat dari sebelumnya.


**


Chiko tersenyum senang melihat Alisha yang tampak tak sadarkan diri duduk di sampingnya. Gadis cantik itu kini tak berdaya namun bisa Chiko pastikan sudah banyak orang yang sedang mengincar dirinya kali ini. Terutama Saka yang memiliki feeling kuat.

__ADS_1


Chiko mengusap pipi lembut Alisha dengan pelan namun tangannya masih fokus mengemudi. "Disana kita akan hidup berdua selamanya" ucap Chiko dan menyelipkan surai Alisha yang terjuntai.


Mata Chiko membelalak seketika. "Sial!!!" umpat Chiko kesal dan mengerem mendadak.


__ADS_2