
"Ka" panggil Renata membuat cowok yang sedang fokus dengan kunci motor yang ada ditangannya menoleh.
"Hm?"
"Boleh ngomong sesuatu?" tanya Renata
"Ngomong aja" ucap Saka dan bersandar pada dinding dengan bertumpu pada satu kaki.
"Cuma sama lo doang" ucap Renata ragu.
Saka melirik Varo dan Fino yang berada di sampingnya. Yang dilirik pun merasa jika kehadiran mereka disini harus segera diusir.
"Gue tau gue diusir" ucap Varo dengan muka pasrah.
"Sorry" ucap Renata merasa bersalah karena ucapan Varo.
"Gapapa neng apasih yang engga buat neng cantik" goda Varo
"Makan tuh cantik" Fino mengusap wajah Varo dengan kasar hingga cowok itu kesulitan bernapas. Varo menghempaskan tangan Fino yang menutupi wajahnya. "Kira-kira kek gue pengap nih kagak bisa napas kalau mati gimana?"
"Bagus dah nanti gue bisa makan nasi kotak" ucap Fino.
"Temen laknat"
"Udah selesai ngobrolnya?" Saka bersedekap dada membuat Varo bergidik ngeri kemudian berlari kabur sebelum ia dihabisi oleh cowok itu. "Kenapa?" tanya Saka dengan melirik Renata sekilas.
__ADS_1
"Gue—"
**
"Lo ya budeg apa gimana? Udah gue peringatin jangan deketin Saka. Dia itu milik gue!!" teriak Delina yang begitu terobsesi dengan sosok Saka.
"Tapi dia sekarang pacar gue" balas Alisha tanpa rasa takut.
"Belagu lo ya" tekan Delina dengan menunjuk Alisha. Gadis itu menangkap tangan Delina lalu memelintir nya hingga Delina meringis kesakitan.
"Lo yang belagu!! Murid pindahan aja udah sok jagoan kaya yang punya sekolah"
"Suka suka gue lah. Lo tau siapa gue?" tanya Delina dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Dan gue penyumbang dana 50 persen di setiap acara sekolah bisa apa?" balas Alisha dengan tersenyum sinis.
Wajah Delina berubah menjadi pias seketika. "Kenapa? Gak percaya?"
"Donatur terbesar itu dari keluarga Amergan. Keluarganya si Renata lo gausah ngaku-ngaku deh"
"Lo buta?" Alisha menunjukkan bed nama yang terpasang di baju seragamnya.
"Alisha Amergan" Alisha tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah Delina yang pucat pasi.
"Gue udah capek lo gangguin terus selama ini. Gue pertegas sekali lagi. Saka adalah pacar gue sekarang" ucap Alisha.
__ADS_1
"Pacar hasil maksa?" balas Delina.
"Dan lo? Suka tanpa dibalas?" ucap Alisha membalikkan.
Delina menutup mulutnya rapat tanpa balasan apapun. Ia memandang Alisha yang pergi dengan tatapan begitu sengit.
"Lo bisa gak sih gausah nyari masalah" bentak Saka.
"Dia yang nyari masalah duluan" ucap Alisha.
"Oh ya? Dan aku harus percaya gitu?" Alisha tercengang dengan kata-kata yang terlontar dari birai Saka.
"Aku gak pernah memaksa orang untuk percaya. Bukankah aku juga pernah tidak dipercaya banyak orang? Lantas, sekarang hanya satu orang yang tidak percaya aku harus memperdulikannya?" Alisha melenggang pergi meninggalkan Saka yang terdiam.
"Maksudnya?"
Namun lagi-lagi langkah Alisha terhenti saat Renata menghadang jalannya dengan membawa satu tongkat kayu besar. Gadis itu menatap Alisha datar.
Di detik berikutnya Alisha dikejutkan dengan tongkat kayu itu yang mengenai punggungnya hingga ia memekik kesakitan.
Plak
"Lo kenapa?" tanya Alisha tak paham dengan gadis di hadapannya ini yang tiba-tiba menyerang begitu saja.
"Lo akan tau nanti" Renata pergi setelah membuang tongkat kayu itu ke rerumputan.
__ADS_1