Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 47 •


__ADS_3

Dengan telaten, Saka mengompres perut Alisha menggunakan air hangat yang di masukkan ke dalam sebuah wadah tertutup.


"Hadehhh nasib jadi nyamuk" ucap Varo dengan menggaruk tangannya padahal tidak gatal. Namun ucapannya itu tidak ada satupun yang menyahut.


"Udah jadi nyamuk dikacangin pula. Yang kacang yang kacang entar didoain kejebur sumur" ucap Varo lagi.


"Wahhhh pada bisu semua" Varo menatap wajah Fino yang duduk di sebelahnya dengan jarak yang sangat dekat.


"Lo ngacangin gue, No. Parah lo" ucap Varo


Fino memundurkan wajahnya dan mendorong dahi Varo agar menjauh dari wajahnya. "Gausah deket-deket juga kali" ucap Fino.


Fino kembali menatao Irene yang duduk di sebelah kirinya sedangkan Varo duduk di sebelah kanannya. Dan Nana, ia duduk di samping kanan Varo. "Diem napa lo. Tuh mulut ngoceh mulu dari tadi. Kuping gue pengeng nih dengerin ocehan lo" sungut Nana.


"Yeeeee enak aja. Suara gue ini sekali ngomong semua orang pada bengong" ucap Varo.


"Iya saking cemprengnya" balas Nana mencibir.


"Enak aja" ucap Varo tak terima.


"Ka, masih lama nih? Gue ngantuk" adu Varo dengan bibir mengerucut.


"Tidur aja sono" balas Saka dan kembali fokus pada kompresan yang ada di tangannya.

__ADS_1


Alisha hanya terkekeh pelan melihat Varo yang sedari tadi selalu mengisi keheningan di dalam ruangan itu.


Di tempat yang sama, sesekali Irene mencuri pandang ke arah Fino yang duduk tepat di sampingnya. Tubuhnya begitu menempel pada badan kekar Fino. Ia sedikit mendongak untuk bisa menatap wajah tampan Fino saat ini.


"Kalau mau liatin ya tinggal liat gausah curi-curi kaya gitu" ucap Fino tanpa menoleh mampu membuat kedua pipi Irene merona seketika karena malu ia kegep sudah mencuri pandang pada cowok itu.


"Gak capek?" tanya Alisha


"Enggak masa gini doang capek" ucap Saka.


"Lain kali kalau sakit itu ngomong" Saka menyelipkan rambut Alisha yang menutupi wajah cantik gadis itu.


"Kalau setiap detik aku sakit masa iya harus ngadu kamu" ucap Alisha.


Alisha tersenyum dan mengacak rambut Saka yang sangat lembut. "Aku sayang kamu Kak" ucap Alisha membuat Saka menghentikan pergerakannya.


Saka menerbitkan senyum tipis dan mendekatkan wajahnya ke arah Alisha. "Coba ulangi sekali lagi" pinta cowok itu membuat Alisha mengulum senyum.


"Gamau"


"Ulangi!! Aku mau denger" ucap Saka


"Aku sayang kamu" ucap Alisha mengulangi ucapannya yang seketika membuat hati Saka di penuhi bunga-bunga.

__ADS_1


Cup


Saka mencium sekilas pipi Alisha membuat pipi gadis itu merona. "Woiii!!!" teriak Nana dan Varo bersamaan.


"Ya gak di depan jomblo juga lah" ucap Nana.


"Ditungguin banyak orang nih malah mesra-mesraan. Romantisnya nanti dulu" protes Varo.


"Iya-iya bentar lagi selesai" ucap Saka dan meletakkan kompresan nya di atas meja.


Saka membantu Alisha untuk bangun dari posisi tidurnya dan menurunkan gadis itu dari atas kasur.


"Udah yuk balik ke kelas" ajak Alisha


"Lo udah kaya hamidun aja yang anaknya pengen lengket sama bapaknya. Sakit perut lo langsung ilang pas ketemu Saka" cibir Nana.


"Ngomong apa sih" ucap Alisha dan mencubit pinggang Nana hingga gadis itu meringis kesakitan.


"Awas lo ya entar gue bales sama cewek-cewek gue" ucap Varo dengan berkacak pinggang.


"Cewek yang mana?"


"Gatau. Pokoknya sama cewek gue. Mau cewek yang mana itu urusan nanti" Varo menghentakkan kakinya kesal dan keluar dari ruang UKS membuat Saka terkekeh pelan

__ADS_1


"Yahh ngambek" cibir Fino


__ADS_2