
Chiko tersenyum senang melihat Alisha yang tampak tak sadarkan diri duduk di sampingnya. Gadis cantik itu kini tak berdaya namun bisa Chiko pastikan sudah banyak orang yang sedang mengincar dirinya kali ini. Terutama Saka yang memiliki feeling kuat.
Chiko mengusap pipi lembut Alisha dengan pelan namun tangannya masih fokus mengemudi. "Disana kita akan hidup berdua selamanya" ucap Chiko dan menyelipkan surai Alisha yang terjuntai.
Mata Chiko membelalak seketika. "Sial!!!" umpat Chiko kesal dan mengerem mendadak.
Ada beberapa polisi yang berjaga di perbatasan antar kota dengan kota B dimana kota itu adalah tempat yang ia tuju.
Chiko menarik nafas panjang kemudian perlahan turun dari mobilnya. "Selamat malam, apa anda ingin pergi ke kota seberang?" tanya salah satu polisi
"Selamat malam juga pak. Ah ada apa ini?" tanya Chiko.
Pimpinan polisi patroli itu datang dengan tergesa. Matanya menelisik ke arah mobil Chiko yang tak jauh dari Chiko. "Silahkan anda melintas" ucap sang polisi tersebut dengan tegas.
"Tugas kami sudah selesai" Chiko mengangguk dan kembali mausk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Bukankah—"
"Ini perintah"
Chiko melajukan mobilnya melewati perbatasan tersebut. Hingga beberapa menit kemudian decitan rem dari mobil Saka berhenti tepat di hadapan para polisi yang berjajar.
"Mobil itu melintas beberapa menit lalu. Jaraknya tidak akan terlalu jauh untuk mengejar mobil tersebut. Saya sudah memerintahkan salah satu anggota saya untuk mengikuti mobil tersebut" ucap pimpinan polisi.
"Terima kasih" Saka kembali masuk dan mengejar mobil tersebut dengan kecepatan penuh.
"Dia ke arah barat" ucap sang pimpinan polisi setelah mendapat kabar dari anggotanya. Varo mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Saka menghentikan mobilnya dan turun untuk mengambil Alisha kembali. "Sial!!" Saka meninju kaca mobil Chiko hingga pecah.
"Kenapa?" tanya Varo yang baru saja turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Alisha udah gak ada disini. Dia licik juga ternyata" ucap Saka dan menendang mobil Chiko untuk melampiaskan kemarahannya.
**
Chiko menyunggingkan senyum sinis dengan mengusap bahu Alisha yang masih tak sadarkan diri. "Gue bisa jauh lebih licik dari lo Sak" gumam Chiko dan menyisir rambut Alisha yang duduk di sebelahnya dengan jari jemari nya.
"Berhenti disini saja" ucap Chiko dan menghentikan taksi yang ia tumpangi di sebuah jalanan sepi yang Chiko ketahui disana tidaklah terjangkau CCTV.
Chiko menggendong tubuh Alisha dan membawanya keluar dari taksi tersebut. Setelah mobil taksi itu pergi, Chiko membawa Alisha melewati jalanan lorong yang sangat sepi dan cukup gelap dan hanya bergantung pada pencahayaan bulan.
Selangkah demi selangkah Chiko membawa Alisha masuk ke dalam sebuah apartemen besar miliknya namun ia mengambil jalan belakang agar tidak ada satu orangpun yang tau.
"Lo hanya milik gue Alisha" ucap Chiko menggebu-gebu.
Setelah memasukkan code password kamarnya, Chiko melangkah masuk dan langsung menutup pintu dengan menggunakan kakinya. Pria itu membawa Alisha masuk ke dalam kamar dan meletakkan tubuh Alisha di atas ranjang.
__ADS_1
"Hufttt" Chiko menghempaskan tubuhnya di atas sofa dan mengamati wajah cantik Alisha meski mata indahnya itu kini tertutup.
"Lo cantik, Sha. Gue gak akan rela lo disakitin Saka kaya gitu"