
"Saka!!" teriak Alisha histeris dan mendekati tubuh Saka yang terkapar di atas tanah karena pukulan yang melayang secara tiba-tiba di perutnya.
Saka menatap wajah seseorang yang sudah memukul perutnya tengah berdiri tegap di hadapannya.
"Lo sakiti Alisha berarti lo berani macem-macem sama gue" ucap Chiko dengan bengis.
"Chiko!! Apa yang lo lakuin?" Alisha membantu Saka agar bisa berdiri.
"Gue gak suka perasaan lo di permainin kaya gini" ucap Chiko menatap Alisha sendu.
"Kamu bukan siapa-siapa aku Chiko. Kita hanya bertemu satu kali dan bukan berarti kamu berhak ikut campur dalam hubungan aku sama Saka" ucap Alisha.
Bug
Pukulan keras mendarat tepat di pipi kiri Chiko hingga sudut bibirnya meneteskan darah segar. "Dia cewek gue. Lo gak berhak atas apapun soal dia" tegas Saka dan menarik tangan Alisha agar menjauh dari dua manusia tak tahu diri.
"Kakak gapapa?" tanya Alisha khawatir karena tendanghan Chiko cukup keras di perut cowok itu.
"Aku bukan kakak kamu" ucap Saka singkat dan masih terus melangkah di samping Alisha.
"Terus aku panggil apa?" tanya Alisha.
"Panggil nama aja" ucap Saka dan melirik ke arah Alisha yang lebih pendek dari dirinya karena perbedaan tinggi badan.
__ADS_1
"Woi Saka!!" teriak Varo dari kejauhan membuat cowok itu menoleh.
Varo dan Fino berjalan beriringan mendekati Saka membuat cowok itu langsung menyembunyikan Alisha di balik tubuhnya.
"Aelah posesif amat gak bakal kita apa-apain juga" ucap Fino.
"Cantik. Pakabar?" goda Varo namun sejurus kemudian Saka melayangkan tatapan tajam pada cowok itu.
"Ada yang jealous tuh" ucap Fino dengan menyenggol bahu Varo.
"Ampun bang" Varo mengatup kan kedua tangannya meminta maaf namun dengan nada becanda.
"Ngapain?" tanya Saka tanpa basa basi
"Bener" ucap Saka singkat.
"Widihh nyari perkara tuh anak" Varo berkacak pinggang dengan menatap ke arah Fino.
"Ya terus?" sahut Fino.
"Hajar yuk. Kita kasih pelajaran buat dia" ucap Varo dengan bersungut-sungut.
"Lo aja males gue" ucap Fino santai.
__ADS_1
"Ka, aku balik ke kelas dulu" ucap Alisha berbisik di balik telinga Saka meski ia harus sedikit berjinjit untuk menyamai tinggi cowok itu.
"Aku anterin" Saka menggengam tangan Alisha dan membawanya naik menuju lantai dua dimana kelas X berada.
"Main tinggal aja. Mentang-mentang punya cewek. Gue juga punya kalik. Banyak pula" ucap Varo dengan bangga.
"Dih bangga lo punya cewek banyak?" cibir Fino
"Bangga lah dari pada lo satu aja kagak punya" ucap Varo mencibir balik.
Fino berjalan lebih dulu meninggalkan Varo dan menyusul Saka. "Woi tungguin geblek" Varo berlari cepirit menyusul Fino yang melangkah dengan tegap.
"Astaga!! Ganteng bener" ucap Irene kagum saat melihat Saka mengantar Alisha sampai kelasnya.
"What!! Kagak dapet Saka temennya pun gapapa" ucap Nana dengan menatao Fino yang berdiri sedikit jauh dari Saka.
Saka menoleh dan mendapati Fino yang menyusul dirinya. "Aku duluan" Saka mengacak pelan rambut gadisnya itu dan melangkah mendekati Fino.
Dengan gerakan sengaja Harley menabrakkan tubuhnya ke arah Saka namun tak sedikitpun mata cowok itu melirik tubuh Harley yang berjalan melewati dirinya.
"Balik kelas kuy" Kedua cowok itu melangkah menaiki satu persatu anak tangga untuk sampai di lantai tiga.
"Gila tuh dua orang bener-bener dah. Ditinggalin lagi gue" Varo yang ngos-ngosan lari naik tangga namun saat sampai di lantai dua ia sudah ditinggal kembali oleh dua orang itu untuk naik ke lantai tiga.
__ADS_1