Mawar Terakhir

Mawar Terakhir
Mawar Terakhir • 33 •


__ADS_3

Tatapan Alisha yang sendu menyiratkan ada kesedihan di mata indah itu. Mata yang biasanya ceria kini sinar itu redup. Langkah kaki Alisha yang lesu cukup menarik perhatian Nana.


"Lo kenapa?" tanya Nana khawatir.


"Gue gapapa cuma semalem demam aja"


"Lo belom sembuh?" tanya Nana.


"Udah mendingan" Senyum tipis di bibir Alisha menghiasi wajah cantiknya.


"Gimana sama papa kamu?" tanya Alisha.


"Untungnya gak kenapa-napa" ucap Nana dengan terkekeh pelan.


"Hai guysss" teriak Irene dan mendekati dia gadis yang sedang mengobrol di koridor.


"Gue ada oleh-oleh buat kalian" ucap Irene dan mengangkat paperbag yang ia bawa ke hadapan Alisha dan Nana.


"Nih buat lo. Dan ini buat lo" ucap Irene sambil memberikan paperbag itu satu-satu ke Alisha dan Nana.


"Thanks" ucap Nana dan Alisha bersamaan.


"Eh Na temenin gue" ajak Irene yang wajahnya sedikit panik.


"Kemana?"


"Gue di panggil sama Derio, si ketua OSIS itu" ucap Irene.


"Ngapa lo?" tanya Nana


"Kemarin liptint gue kesita sama dia" ucap Irene mendengus kesal.


"Mampus" ucap Nana.


"Temenin napa. Gue di panggil sekarang nih" ucap Irene dan menarik tangan Nana untuk pergi ke lantai atas.

__ADS_1


Alisha menggeleng pelan dan masuk ke dalam kelasnya. Namun belum sampai ia masuk ke dalam kelas tangannya sudah ditarik oleh seseorang.


"Apaan sih lo" Alisha menghentakkan tangan Harley yang menariknya menuju toilet.


"Lo jadian sama Saka?" tanya Harley.


"Tau darimana lo?" tanya Alisha balik.


"Itu gak penting. Jawab iya atau engga" ucap Harley menelisik.


"Lo siapa sampe gue harus jawab pertanyaan lo" ucap Alisha dan berjalan pergi meninggalkan Harley.


"Lo yakin jadian sama Saka?" tanya Harley.


"Lo cuma buang waktu gue dengan pertanyaan gak guna lo itu" ucap Alisha.


"Gue cuma peringatin lo. Saka beda sama Kaysar. Kaysar yang sedikit pendiam dan dingin beda sama Saka yang sedikit nakal dan brandal" ucap Harley.


"Lalu?" tanya Alisha dengan bersedekap dada.


Hati-hati dengan Saka atau waspada pada dirinya sendiri? Bahkan sampai saat ini Alisha belum mengetahui bagaimana watak asli dari seorang Harley.


**


"Kak" sapa Alisha


"Aku pagi tadi masak makanan buat kakak. Aku harap kakak suka" ucap Alisha dengan tersenyum hangat.


"Gue udah makan" ucap Saka ketus.


"Buat makan siang" ucap Alisha masih dengan senyum yang terpatri indah di bibirnya.


"Wajah kakak lebam. Habis berantem?" tanya Alisha


"Bukan urusan lo" Alisha mengarahkan tangannya untuk menyentuh sudut bibir Saka yang sedikit memar.

__ADS_1


"Itu urusan aku juga" ucap Alisha.


"Kenapa? Karena lo ngerasa lo sekarang pacar gue? Iya? Jadian karena hasil taruhan gue sama Varo aja bangga" ucap Saka sinis.


"Tante Reyana tau?" tanya Alisha.


Tak ada jawaban dari Saka. Alisha berdiri dan berjalan menuju ruang UKS. Tak lama gadis itu kembali dengan satu kotak obat untuk mengobati luka-luka Saka.


"Dia nginep semalam di rumah gue. Nyokapnya gatau kalau wajahnya kaya gitu" ucap Fino dan duduk di salah satu kursi yang ada di depan Saka.


"Lo ngapain ganggu orang pacaran" Varo menarik baju Fino dan menyeretnya pergi.


"Bisa pelan gak sih lo!!" bentak Saka karena merasakan ujung bibirnya perih.


"Maaf kak" Alisha menelisik wajah Saka yang sangat tampan jika di amati dari samping.


"Udah gausah. Gue bisa obatin sendiri nanti" tolak Saka dan berdiri.


"Kak izinin aku obatin aja. Plis aku gamau lukanya nanti makin parah" ucap Alisha.


Saka kembali duduk dan membiarkan Alisha mengobati lukanya. Kini Alisha melakukannya dengan sangat hati-hati agar Saka tidak kesakitan.


"Kurang-kurangin berantemnya ya kak. Aku gamau kakak kenapa-napa" ucap Alisha.


"Lo gak sepenting itu di hidup gue Sha. Jadi jangan coba-coba ngatur gue" ucap Saka.


Alisha mengangguk pelan. Tangannya tetap tergerak untuk mengobati luka Saka sedangkan hatinya sendiri kini terluka.


"Kak" panggil Alisha membuat Saka menoleh ke samping.


Kini wajah keduanya sangat dekat dan hanya berjarak beberapa centi saja. Hembusan nafas Saka menyapu wajah cantik Alisha yang ada di hadapannya. Hidung keduanya saling bergesekan.


"Boleh aku minta sesuatu sama kakak?" tanya Alisha pelan.


"Gausah aneh-aneh. Gue gamau repot karena lo" ucap Saka dan pergi karena Alisha sudah selesai mengobati dirinya.

__ADS_1


__ADS_2