Melisa Untuk Tuan Muda

Melisa Untuk Tuan Muda
Arkan Yang Aneh


__ADS_3

Setelah makan siang bersama, Lisa memilih kembali ke kamar dan melanjutkan merevisi naskahnya walaupun sebelumnya Merry memberikan lirikan tajam seolah tidak terima karena Bu Aisyah lebih memihak padanya. Lisa menghabiskan waktu hanya di kamar hingga senja datang.


Waktu terus berlalu begitu cepat hingga jam makan malam tiba. Namun Lisa merasa heran karena Arkan tidak kunjung pulang. Lisa mencoba melakukan panggilan telepon pada suaminya, tetapi panggilan itu dialihkan.


"Aa kemana sih jam segini belum pulang? Apa dia rapat?" gumam Lisa masih mondar-mandir di dalam kamar. Tidak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar, Lisa segera melangkah untuk membuka pintu tersebut. Awalnya Lisa pikir itu Arkan, tetapi tidaklah mungkin jika suaminya datang harus ketuk pintu terlebih dahulu.


"Nyonya, makan malam udah siap," kata Bik Odah menyapa setelah pintu terbuka.


"Oh iya, Bik. Aku nyusul bentar lagi," jawab Lisa kemudian kembali masuk ke dalam kamar untuk meletakkan ponselnya setelah sekali lagi Lisa menghubungi Arkan, tetapi masih tidak bisa.

__ADS_1


Lisa perlahan menuruni anak tangga dan begitu terkejut melihat Arkan sudah berkumpul dengan yang lain. Bahkan Arkan sudah berganti pakaian santai dan mengobrol asik dengan Merry dan duduk berdekatan dengannya. Lisa bertanya-tanya dalam hati, tetapi Lisa tidak langsung bertanya pada Arkan perihal kepulangan yang tidak langsung menemuinya.


"Lisa kok baru turun? Kenapa nggak bareng Arkan?" tanya ayah mertuanya. Lisa hanya tersenyum terpaksa tanpa berniat menjawab pertanyaan sang ayah mertua dan langsung mengambil porsi makan malamnya.


"Tadi Aa langsung ke kamar Merry, Pak. Aa mandi dan ganti baju di kamar Merry. Ternyata baju Aa di lemari baju Merry masih ada, jadi Aa temenin Merry dari jam empat tadi," jawab Merry dengan nada manja.


"Apa kamu lupa udah punya istri, Kan?" tanya Pak Gufron menatap Arkan datar. Mendengar pertanyaan itu, Arkan menghentikan aktivitasnya. "Bapak nggak pernah sekalipun pulang dari suatu tempat tanpa bertemu dengan Emak kamu terlebih dahulu. Bapak selalu kangen dan ...." Belum selesai Pak Gufron bicara, Arkan tiba-tiba menyela.


"Merry adikku yang baru pulang setelah beberapa tahun. Aku juga kangen sama adikku. Apa aku salah? Lagian Merry butuh dihibur setelah pulang dari makam Arsya." Nada bicara Arkan tidak biasa. Lisa bahkan terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya itu.

__ADS_1


"Apa mungkin ini sikap asli kamu, Aa?" batin Lisa lagi dan segera melanjutkan makannya. Lisa sengaja mengambil nasi sedikit dan sayur saja. Jadi Lisa bisa selesai lebih cepat.


"Bapak ... jangan gitu dong. Tadi Merry yang minta Aa buat langsung ke kamar Merry. Jadi tadi tuh di makam Arsya ada bunga baru, Pak. Sepertinya ada orang yang mengunjungi pemakaman Arsya sebelum Merry datang. Bapak nggak lupakan ini tanggal dimana kejadian itu? Merry pikir itu adalah orang yang ... em ...." Merry terlihat ragu mengatakannya.


"Sudahlah. Bapak nggak akan mendengarkan penjelasan kamu, Dik. Cepet habiskan makan malammu," titah Arkan kembali menyela.


Pak Gufron dan Bu Aisyah hanya saling menatap. Sedangkan Lisa sudah selesai dengan makan malamnya karena tidak merespon apa pun yang dibicarakan orang-orang di depannya itu. "Lisa udah selesai, Mak, Pak. Lisa permisi dulu ya? Tiba-tiba Lisa nggak enak badan. Assalamualaikum," ucap Lisa segera beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggalkan meja makan tanpa peduli dengan jawaban salamnya, apalagi dengan tanggapan Arkan.


..

__ADS_1


__ADS_2