
Hari berganti minggu dan kehidupan rumah tangga Arkan bersama Lisa semakin harmonis. Arkan yang benar-benar mencintai kedua anak Lisa, membuat Lisa benar-benar bersyukur menikah dengan Arkan walaupun pernikahan itu tanpa kesengajaan.
Bu Aisyah beberapa kali menanyakan keberadaan Merry, tetapi tidak ada yang mengatakan kebenaran yang telah disembunyikan Merry bertahun-tahun. Arkan hanya mengatakan jika Merry memilih untuk pergi dari rumah bersama kekasih masa sekolah yang telah menikahinya. Awalnya Bu Aisyah tidak terima dan tidak percaya, tetapi Arkan meyakinkan tentang Merry yang pergi ke luar negeri dan tidak akan pernah kembali.
"Apa nggak sebaiknya pelan-pelan aja bilang sama Emak dan Bapak, Aa? Soalnya aku takut kalau mereka tahu dari orang lain malah semakin syok," usul Lisa saat melihat ekspresi ibu mertuanya sangat sedih mengetahui Merry yang tidak akan kembali tanpa pamit padanya.
"Yang tahu masalah ini cuma kita, jadi nggak perlu, Sayang. Aa takut mempengaruhi kesehatan Emak sama Bapak kalau tahu dia yang secara tidak langsung menyebabkan Arsya meninggal," jawab Arkan, tetapi raut wajahnya terlihat sedih.
"Iya deh, aku nggak akan bilang apa pun," sahut Lisa.
"Jadi mau daftarin Azka sekolah?" tanya Arkan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Jadi, tapi kita liat-liat dulu fasilitasnya ya? Soalnya Azka ini hafalan surat-surat pendeknya udah banyak banget, sayang kalau di sekolahnya nggak menekankan hafalan juga," jawab Lisa.
"Iya Sayang, terserah kamu," kata Arkan memeluk Lisa dari belakang.
"Papi ... gindong!" pinta Arka seraya mengangkat kedua tangan ke atas untuk meminta gendong pada Arkan.
"Baiklah anak ganteng," jawab Arkan seraya menggendong Arka. "Mau ikut Papi?"
"Au itut," jawab Arka bersorak gembira. Anak itu benar-benar menganggap Arkan sebagai Ayahnya. Arkan sendiri tidak menuntut Lisa untuk segera hamil karena Arkan tahu hamil bukanlah perkara mudah juga. Jadi Arkan sama sekali tidak meminta itu dari Lisa.
Arkan yang tulus mencintai Lisa benar-benar membuat hatinya yang mati menjadi hidup kembali. Apa yang dia janjikan saat itu terwujud sudah dan Lisa berjanji akan setia juga mencintai Arkan dengan tulus.
__ADS_1
Tiba di satu sekolah madrasah, Lisa turun terlebih dahulu menemui kepala sekolah sedangkan Arkan menuruti kemauan Arka yang ingin naik ayunan di halaman sekolah tersebut.
Lisa fokus bertanya pada kepala sekolah tentang semua fasilitas disana dan ekstrakurikuler. Namun ada hal yang mengganjal dan Lisa memilih untuk mensurvei sekolah lainnya.
"Kenapa, Sayang?" tanya Arkan setelah mobil melaju.
"Itu, mm ... pokoknya nggak pas aja," jawab Lisa ragu untuk mengatakannya.
"Ibu ... kalau masalah biaya jangan jadi masalah. Sekolah ini jaraknya cukup deket dan aku liat bagus fasilitasnya juga lengkap. Azka bisa belajar renang, memanah juga berkuda. Apa yang kurang? Aku liat tadi title gurunya juga keren semua. Ada lulusan Kairo juga." Arkan mencoba meyakinkan Lisa.
"Iya bagus, tapi mahal banget. Mereka buk-"
__ADS_1
"Sayang ... Azka dan Arka anak aku walaupun aku bukan ayah biologisnya. Mereka anak aku dan aku akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka. Disana aja nggak pa-pa." Lisa hanya mengangguk karena nggak mungkin lagi untuknya menolak Arkan.
........