Melisa Untuk Tuan Muda

Melisa Untuk Tuan Muda
Berbaikan


__ADS_3

Lisa sengaja berlama-lama di kamar mandi dan berharap saat dia keluar suami ya sudah pergi. Nyatanya Arkan masih duduk bersila kaki di atas tempat tidur. Lisa hanya memutar bola matanya dan sangat malas untuk melangkah mendekati tempat tidur yang mana Arkan sedang menatapnya. "Sayang ... aku mohon, maafin aku. Sumpah aku tuh nggak tahu kenapa ngantuk banget semalam dan-." Arkan mencoba menjelaskan kembali, tetapi Lisa kekeh tidak mau pulang ke rumah mertuanya.


"Dan kamu tidur dengan nyenyak," jawab Lisa menyela ucapan Arkan. Lisa kembali berbaring di atas tempat tidur dan membelakangi Arkan. Lisa mendengar Arkan menghela nafas. Lisa sungguh tidak peduli. Rumah tangga yang sebelumnya gagal membuat Lisa semakin sesak karena berpikir akan menjadi janda untuk kedua kalinya bahkan dia baru tiga hari menikah dengan Arkan.


Rasa sesak yang kian sesak membuat Lisa meneteskan air matanya. Lisa tidak ingin menangis, tetapi air mata itu keluar dengan sendirinya tanpa perintah Lisa. "Baiklah. Kita akan tinggal disini," ucap Arkan terdengar pasrah, tetapi bagi Lisa itu hanya sebuah keterpaksaan semata.

__ADS_1


"Nggak usah. Kamu hanya terpaksa. Aku yang akan tinggal disini. Kamu dirumah orang tuamu. Aku udah terbiasa disini sendiri," jawab Lisa tanpa mengubah posisi.


"Sayang ... please! Maafin, Aa, hm?" Arkan memeluk Lisa dari belakang. Suaranya berat. Lisa tahu itu suara seseorang yang sedang menahan tangis. Namun Lisa tidak peduli. Hatinya juga sakit, bahkan bisa lebih sakit lagi jika dia kembali ke rumah mertuanya dengan adanya Merry disana.


Cukup lama Arkan memeluk Lisa. Bahkan Arkan beberapa kali mencium kepala Lisa yang masih mengenakan hijab. Lisa tidak merespon apa pun. Arkan pun semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan kepalanya di bahu Lisa. Namun Lisa masih tidak merespon. "Aku hanya mencintaimu, Melisa. Sumpah demi apa pun ... aku hanya mencintaimu. Aku bersumpah demi apa pun kalau aku hanya menganggap Merry itu adikku. Seorang adik yang harus aku lindungi. Adik pengganti dari adik yang telah mati. Aku harus menjelaskan seperti apa? Aku benar-benar mengantuk semalam dan saat aku akan kembali ke kamar kita, Merry menarik tanganku lalu aku nggak ingat apa-apa lagi. Aku bangun dengan keadaan pusing. Aku bersumpah, aku hanya mencintaimu," papar Arkan

__ADS_1


"Terima kasih. Hatiku benar-benar sakit kamu marah, Sayang. Apalagi kamu pergi begitu saja tapi masih menyiapkan kebutuhan untuk ke kantor. Tolong ... jangan marah lagi. Aku benar-benar nggak bisa lihat kamu marah tapi aku juga nggak bisa mengabaikan Merry begitu saja. Aku harap kamu bisa mengerti posisiku," ujar Arkan yang semakin terdengar sedih.


"Aku nggak tahu, Aa. Kegagalan rumah tangga aku sebelumnya membuat aku nggak bisa menerima sebuah kesalahan kecil. Maaf, tapi aku harap kamu juga mengerti posisiku," jawab Lisa dan Arkan mengangguk.


Arkan merasa cukup tenang dalam pelukan Lisa untuk beberapa saat. Arkan pun mensejajarkan kepala dengan Lisa dan mencium kening Lisa seraya tersenyum manis. "Boleh aku melepaskan rasa rinduku?" tanya Arkan terdengar merayu.

__ADS_1


"Memang aku bisa menolak? Kalau bisa, aku nggak keberatan untuk mengatakan tidak boleh," jawab Lisa terdengar sinis, tetapi Arkan malah terkekeh dan kembali mencium kening Lisa. "Aku menginginkanmu, Sayang!" ucap Arkan lirih dan langsung melahap bibir manis Lisa.


........


__ADS_2