Melisa Untuk Tuan Muda

Melisa Untuk Tuan Muda
Kebusukan Merry 2


__ADS_3

Suasana di ruangan itu hening sesaat. Merry terlihat gugup, tetapi dia terlihat berusaha keras untuk menutupi rasa gugupnya supaya Arkan tidak curiga sama sekali. "Nggak! Selama ini aku bisa menutupi semuanya. Nggak mungkin kebongkar gitu aja kecuali Sandi buka mulut, tetapi itu mustahil karena dia baru saja jalan-jalan ke Bali bersamaku dan dia nggak ada tingkah mencurigakan sama sekali," batin Merry belum punya alasan untuk bicara.


"Kenapa diam? Apa kamu kehabisan alasan? Yah ... untung saja kamu datang di saat yang tepat, Mer. Andai saja Emak dan Bapak ada disini, mungkin mereka udah masuk rumah sakit karena anak yang selama ini disayang ternyata seorang pembunuh berdarah dingin. Andai saat kamu bicara aku nggak pernah merekamnya, mungkin sampai saat ini Aa Arkan masih nempel sama kamu, tapi alhamdulillahnya Allah sangat baik sama aku dan Aa juga mendapatkan banyak bukti dengan cepat," tutur Lisa membuat Merry semakin marah.


"Aa ... maksudnya apa ini? Merry bener-bener nggak ngerti maksud wanita jalangg itu. Aa ... Dia pasti punya rencana jahat untuk keluarga kita. Aa harus usir dia sekarang juga," pinta Merry hendak memeluk Arkan, tetapi dengan cepat Arkan menghindar dan merengkuh bahu Lisa. "Aa bener-bener udah diguna-guna sama Melisa. Dia orang baru yang pasti punya niat jahat seperti Nanda tempo dulu. Aa harus sadar!" teriak Merry membuat Arkan hilang kesabaran.


"Mau sampai kapan kamu bersandiwara?" teriak Arkan seraya mengepalkan kedua tangannya dan siap memberikan bogeman andai Merry itu sama-sama pria.

__ADS_1


"Sayang, sabar! Jangan terpancing emosi. Istighfar, hm?" ucap Lisa seraya mengusap dada Arkan.


"Kamu cukup mengakui kejahatan kamu dan ... dan semuanya bisa Aa maafkan andai kamu mau minta maaf dengan tulus, Merry!" kata Arkan kini bernada lirih.


Merry masih diam. Otaknya sedang berfikir keras tentang seberapa banyak bukti yang dimiliki Arkan tentang semua perbuatannya selama ini. "Sialann ... Semua ini pasti karena pengaruh Melisa. Wanita itu terlalu aku anggap remeh. Harusnya saat itu aku menunggunya untuk memastikan dia benar-benar mati. Sungguh siall!" pekik Merry dalam hatinya.


"Aa ... Merry bener-bener nggak tahu apa maksud kalian ini. Aa ... Melisa pasti sedang berusaha memecah belah keluarga ini. Aa paling tahu aku bagaimana kan? Jangan percaya begitu saja dengan wanita itu hanya karena goyangannya yang memuaskan mu, Aa. Bahkan aku juga bisa kalau hanya sekedar memuaskan mu. Tolong! Jangan terpengaruh dengan apa yang Melisa katakan," jelas Merry, tetapi seketika Arkan langsung memberikan tatapan tajam bahkan Merry bisa tahu jika mata itu memancarkan aura membunuh. "Siall ... apa gue salah ngomong sampai Arkan melihatku dengan mata seperti itu," batin Merry.

__ADS_1


"Jadi kamu percaya dengan ucapanku, Merry? Astaghfirullah ... kamu itu polos atau bodoh?" Lisa malah terkekeh dengan kata-kata Merry yang katanya bisa memuaskan Arkan. " Hei ... Merry! Bangun cantik ... tidurmu terlalu miring. Heh! Kamu pikir Aa selama ini menganggap kamu seorang wanita? Big no, Merry. Sedikitpun Aa nggak pernah anggap kamu itu seorang wanita, melainkan hanya seorang adik yang butuh perhatian seorang Kakak, tidak lebih dari itu. Ingat!" jawab Lisa seraya menyunggingkan senyum.


"Gue muak sama lo, Melisa! Gue bakal bunuh lo!" teriak Merry hendak mendekat, tetapi tangannya ada yang menahan dari arah lain.


"Cukup, Merry Ayunda!" seketika Merry menoleh karena terkejut dengan suara familiar itu.


........

__ADS_1


__ADS_2