Melisa Untuk Tuan Muda

Melisa Untuk Tuan Muda
Rencana Jalan-Jalan


__ADS_3

Lisa sudah selesai mandi kemudian bergantian dengan Arkan. Tentu saja Arkan lagi-lagi menggoda Lisa. Namun kali ini Lisa hanya memutar malas bola matanya tanpa menanggapi Arkan. Lisa pun berganti pakaian.


"MasyaAllah ... kamu cantik banget, Sayang!" Arkan begitu terkesima menatap Lisa yang tampil dengan sedikit polesan make up.


"Alhamdulillah. Emang sebelumnya aku nggak cantik, hm?" tanya Lisa malah memberikan tatapan mengintimidasi.


"Bagiku kamu cantik setiap saat bahkan pas bangun tidur. Natural bang ... et!" jawab Arkan dengan suara manjanya.


"Dih ... modus sekali, Tuan Muda ini. Jangan berani goda aku ya? Aku nggak mau mandi berkali-kali," kata Lisa lagi-lagi memberikan lirikan tajam.


"Nggak dong! Aa bakal tahan sekuat mungkin. Lagian punya istri secantik ini dengan goyangan aduhai di atas ranjang, gimana bisa tahan coba,"


"Astaghfirullah ... Aa! Pulgar sekali anda," jawab Lisa hampir saja memukul Arkan, tetapi Arkan segera lari menuju walk in closet.

__ADS_1


Namun tidak butuh waktu lama untuk Arkan memakai baju karena pakaiannya sudah disiapkan oleh Lisa. "Sayang, aku mau sarapan nasi goreng ya? Tolong buatin," pinta Arkan begitu selesai memakai baju.


"Hm, okay!" Lisa pun beranjak. "Eh ... pakai telor dan bakso nggak?" tanya Lisa menghentikan langkahnya.


"Terserah kamu aja, Sayang. Apa pun yang kamu masak, pasti aku makan," sahut Arkan seraya melemparkan senyum.


"Siap, Tuan Muda!" kata Lisa segera berlalu. Lisa segera menyiapkan sarapan yang diminta oleh suaminya. Walaupun Bik Odah mau membantu, Lisa tetap menyiapkan sendiri sekalian untuk kedua anaknya.


Setelah selesai memasak, Lisa pergi ke kamar anak-anaknya untuk melihat apakah mereka sudah bangun atau belum. Ternyata kedua baby sitter sudah membangunkan mereka dan membantu mereka berdua mandi.


"Papi Arkan ngajak jalan-jalan ke Jakarta. Kalian siap-siap ya? Kalau udah turun, kita sarapan nasi goreng." Azka mengangguk paham. "Hayo ... Arka mau ikut jalan-jalan naik mobil nggak nih?" tanya Lisa menggoda Arka.


"Au ong!" jawab Arka yang setuju diajak naik mobil.

__ADS_1


"Mbak tolong bantu siapin kebutuhan mereka ya? Baju ganti, jaket, topi, sepatu dan lainnya. Kalian juga ikut ya, setelah itu kita sarapan bareng." Lisa bicara pada kedua baby sitter anaknya.


"Iya, Mbak," jawab serempak mereka berdua. Lisa memang tidak mau dipanggil Nyonya oleh kedua baby sitter itu dengan alasan biar lebih akrab.


Lisa pun kembali ke kamarnya untuk memanggil Arkan. Namun belum Lisa menaiki anak tangga, Arkan sudah keluar dari kamar dengan membawa tas selempang juga ponselnya dengan senyuman khas Arkan. "Wah ... suami yang sangat pengertian," goda Lisa dan Arkan langsung mencium kening Lisa.


"Iya harus dong. Mana anak-anak?" tanya Arkan celingukan tidak melihat Azka dan Arka.


"Masih siap-siap. Kamu mau sarapan dulu, Aa?"


"Boleh deh. Kita sarapan duluan ya biar kamu nanti bisa suapin Arka dengan fokus." Arkan tahu betul jika Lisa memang seringkali makan tidak fokus karena Arka maunya disuapi oleh Lisa, bukan orang lain. Arkan dan Lisa pun sarapan terlebih dahulu karena Bu Aisyah dan Pak Gufron semalam pamit pergi untuk urusan bisnis.


Setelah sarapan, Azka dan Arka pun keluar dari kamarnya. Arka sedang mengejar Azka yang sejak tadi jail. Keduanya berlarian bahkan mengelilingi sofa, meja dan benda-benda lainnya. Azka terlalu asyik berlari hingga akhirnya dia menabrak Merry yang baru saja masuk dengan membawa paper bag yang berisi cake.

__ADS_1


Tentu saja cake itu jatuh dan berantakan di lantai. "Kurang ajar!" teriak Merry seraya melayang tangannya di udara.


........


__ADS_2