Melisa Untuk Tuan Muda

Melisa Untuk Tuan Muda
Kepergian Merry


__ADS_3

Arkan ingin sekali menyunggingkan senyum, tetapi dia tahan karena tiba-tiba ada telepon masuk yang begitu penting baginya. "Ya udah, Aa mau angkat telpon dulu sekalian berangkat ke kantor. Kamu jangan lupa makan ya?" Arkan pun beranjak kemudian mengusap ujung kepala Merry dan pergi.


"Untungnya ada telepon masuk. Tapi gimana dengan nanti. Nggak mungkin ini bisa sembuh hanya dalam waktu beberapa jam. Ah ya, belum lagi ditubuh gue pasti banyak cupangnya juga. Gue harus pergi dari sini," batin Merry segera mengambil ponselnya.


Beberapa saat kemudian Merry masuk kamar mandi dan melepaskan semua bajunya. "Argh! Sialann!" pekik Merry begitu terkejut dengan tubuhnya yang dipenuhi tanda merah. "Gue harus kasih pelajaran sama Sandi." Merry pun segera mandi dan akan pergi ke rumah Sandi setelah itu.


Selesai bersiap, Merry berpamitan pada Bu Aisyah akan liburan bersama pacar dan temannya di Bali. "Loh ... kok dadakan?" tanya Bu Aisyah yang juga heran dengan penampilan Merry yang mengenakan baju serba panjang bahkan mengenakan syal.

__ADS_1


"Nggak dadakan, Mak. Tapi udah rencana dari kemaren-kemaren kalau Merry pulang mau ke Bali sama temen-temen sekolah sama pacar Merry juga," jelas Merry beralasan.


"Kamu nggak mau kenalin pacar kamu sama Emak?" goda Bu Aisyah yang tidak curiga sama sekali dengan sikap anak angkatnya itu.


"Gampang lah, Mak. Nanti juga Merry kenalin. Kalau dikenalin sekarang nanti disuruh kawin lagi, Merry belum siap ya?" jawab Merry dengan santainya. "Ya udah Merry berangkat sekarang ya, Mak? Takut telat." Merry segera mencium punggung tangan Bu Aisyah dan pergi.


"Apa sih? semalam dateng-dateng lagi sangee, sekarang dateng-dateng marah. Gila lo?" Sandi yang belum bangun dari tidurnya tentu saja terkejut tiba-tiba dilempar dengan tas oleh Merry.

__ADS_1


"Liat nih!" Merry membuka syal yang dia pakai juga membuka beberapa kancing baju untuk menunjukkan tanda merah perbuatan Sandi. "Lo gila ya ninggalin beginian? Gue hampir ketahuan Arkan tadi. Brengsekk!" Merry benar-benar kesal dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Astaga! Sayangku ... lo nggak inget gimana lo minta dan mohon buat gue puasin? Ya itu sih sebuah ketidaksengajaan. Lo yang minta, gue cuma ngasih," jawab Sandi seraya menindih tubuh Merry. "Gimana kalau sekarang kita lakukan lagi, hm? milik gue udah berdiri liat belahan menggoda itu," lanjut Sandi menunjuk bagian dada Merry dengan dagunya.


Merry tidak berontak karena Merry memang suka dengan permainan Sandi yang selalu berhasil membuatnya melayang. "Mandi dulu sana, gue capek. Gue harus alasan liburan ke Bali gara-gara tanda merah yang lo buat," jawab Merry dengan nada cukup kesal.


"Bagus dong! Mari kita ke Bali dan menikmati hari-hari indah disana. Banyak yang bilang bercinta disana itu menyenangkan, tapi aku akan membuatmu melayang terlebih dahulu saat ini." Tanpa basa-basi lagi Sandi mencium dan menyesap bibir manis Merry. Walaupun masih ada rasa kesal pada Sandi, tentu Merry juga menikmati apa yang dilakukan Sandi karena memang ciuman itu membangkitkan gairahnya. Keduanya pun bermain panas setelah itu pergi liburan ke Bali.

__ADS_1


........


__ADS_2