Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.22


__ADS_3

Setelah memasukan kata sandi di lockdoor apartemen baru milik Ardi.Ardi pun langsung membawa Realyn masuk.


Saat Realyn masuk kedalam,nampak sebuah ruang tamu yang tidak terlalu besar namun cukup nyaman.


Masuk lebih dalam ada ruangan santai yang berisi satu kursi santai panjang dan didepan nya nampak layar televisi yang cukup besar.


Disamping televisi layar lebar itu ada dua pintu disamping kiri dan samping kanan nya.Dan disebelah ruangan santai itu ada sebuah dapur mini yang cukup bersih dan rapih dengan peralatan yang cukup kumplit didalam nya.


"Mulai sekarang kamu akan tinggal disini,besok kita sama sama periksakan kehamilan kamu ini ya?"ucap Ardi saat keduanya sudah ada didalam unit apartemen itu.


"Ayo Abang antar kekamar kamu"Ardi pun menggendeng tangan Realyn dan berjalan menuju kamar yang ada disebelah kanan.


Ceklek...


Didalam nya,nampak sebuah kamar dengan nuansa putih dan juga abu abu sebagai warna untuk ornamen penghias kamar.


Wangi harum lavender seketika menyeruak saat Realyn masuk kedalam kamarnya.Wangi kesukaan Realyn.Sebuah wangi bunga yang mampu membuatnya tenang.


Ardi pun membantu membawakan koper milik Realyn dan menyimpan nya disamping ranjang yang akan menjadi tempat tidur Realyn mulai sekarang hingga 9 bulan kedepan.


"Bagimana?apa kamu suka dengan tempat ini?"tanya Ardi lagi yang baru menyadari jika sang adik kini lebih banyak diam.Tidak secerewet dulu,sebelum hamil.


"Suka,ini sangat nyaman"jawab Realyn jujur.


"Baiklah,istirahatlah.Besok Abang akan menjemputmu untuk pergi kerumah sakit sama sama"


"Abang akan pulang?"

__ADS_1


"Iya,kenapa?apa mau aku temani?"


"Mmm,bi_bisakah tetap disini?a_aku masih takut"lirih Realyn.


Melihat kegelisahan sang adik,Ardi pun langsung menarik Realyn masuk kedalam pelukan nya.Ardi paham betul apa yang kini dirasakan oleh Realyn.


Ardi kembali mendekap erat tubuh mungil sang adik,untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan untuknya.


"Maafkan Abang ya Dek?Abang tahu ini tidak mudah.Tapi percayalah Abang tidak akan pernah meninggalkan kamu dan anak kita.Abang akan selalu ada untukmu dan anak kita.Sekali lagi maafkan Abangmu ini Realyn"


Realyn hanya mampu terdiam saat mendengar kata permintaan maaf dari sang kakak.Namun sepasang tangan mungilnya terulur dan melingkar indah di punggung Ardi.


Realyn membalas pelukan Ardi,tidak kalah eratnya dia menghilangkan segala kegelisahan yang dirasakan,di dada bidang sang kakak


Keduanya pun kembali menghabiskan waktu dengan saling berpelukan Meski awalnya merasa aneh dan canggung namun tidak bisa dipungkiri oleh Realyn dan Ardi


*


*


Daan di belahan bumi lainnya tempatnya di sebuah negara yang dijuluki negri Sakura,nampak sepasang suami istri Tengah duduk bersantai di sebuah balkon kamar hotel yang mereka tempati saat ini


"Apa yang kamu pikirkan sayang?kenapa sedari tadi nampaknya kamu menyimpan suatu kegelisahan?"tanya Reza pada sang istri


"Entahlah Mas,tiba-tiba perasaanku merasa tidak enak dan tiba-tiba aku jadi ingat dengan kedua anak kita"


"Emangnya kenapa?Ada apa,hhmm?"anya Reza lagi.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu"


"Kenapa tidak menghubungi mereka?Jika kamu merasa cemas dengan keduanya?"


"Sudah aku lakukan Mas.Tapi keduanya tidak bisa dihubungi"jawab Putri sembari berenggut


"Ya sudahlah.Biarkan saja,mungkin mereka lagi sama-sama sibuk"lanjut Reza mencoba menenangkan sang istri


"Ya semoga kamu benar"jawab Putri sendu


"Ya sudah lebih baik sekarang kita istirahat.Ini sudah cukup larut,besok kita masih banyak kegiatan di luar dan dipastikan itu semua membutuhkan tenaga yang cukup untuk melakukannya"


"Iya baiklah"jawab Putri


Reza pun segera menggandeng sang istri untuk kembali ke dalam kamar dan membaringkan tubuh lelah keduanya.


Putri pun mencoba untuk memejamkan mata meski hatinya masih bergemuruh entah apa yang terjadi pada kedua anaknya yang kini ada di tanah air.


Yang pasti Putri merasakan ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya dan itu cukup mengganggu hatinya.


Malam Kian larut namun Putri tak kunjung mendapatkan rasa kantuknya tidak ingin mengganggu tidur Sang suami Putri pun kembali Turun Dari Ranjang dan berjalan ke arah balkon untuk sekedar menenangkan hati dan perasaannya.


"Semoga kalian di sana baik-baik saja sayang.Mama merindukan kalian"gumam Putri saat berada di balkon kamar hotel.


*


*

__ADS_1


🌸🌸🌸


__ADS_2