
"Ya sudah Abang pergi kerja dulu ya.Sayang Papah baik baik didalam ya Nak,jangan buat Mamah kerepotan.Ok"bisik Ardi tepat didepan perut Realyn lalu mencium perut itu hingga menimbulkan gelenyar aneh didalam diri Realyn.
Setelah nya Ardi mengangkat wajahnya lalu mendekatkan wajah tampan nya itu pada wajah Realyn,lalu...
Cup...
Ardi mendaratkan bibirnya diatas kening Realyn,cukup dalam dan lama.Hingga membuat jantung Realyn kembali berpacu dengan kecepatan diatas rata rata.
Lalu memberi jarak dan membelai sayang pucuk kepala sang istri yang terbaring lemah diatas ranjang.
"Istirahatlah,Abang akan usahakan pulang cepat"
Ardi pun bangkit lalu berlalu meninggalkan Realyn untuk kembali beristirahat setelah mendapat anggukan darinya.
Meninggalkan Realyn yang tengah tersipu malu karena perlakuan manis dari seorang Ardi.Aneh memang,namun itulah yang kini dirasakan gadis itu.
Hatinya bergetar dan luluh pada pria yang tidak seharusnya.Meski terlalu dini untuk mengatakan jika rasa itu adalah cinta.Namun sebagai wanita dewasa,Realyn meyakini jika rasa itu adalah sebuah perasaan seorang wanita pada pria nya bukan perasaan adik kepada kakaknya.
Namun nampaknya rasa itu telah salah kamar.Pasalnya 25 tahun mereka bersama sebagai adik dan kakak.Lalu bolehkan dirinya memiliki rasa itu.
Bagaimana dengan kedua orang tuanya jika mengetahui putrinya jatuh cinta pada kakaknya sendiri.Dan lebih gila lagi,kini sang adik tengah hamil anak janin milik kakaknya.
__ADS_1
Sungguh sebuah fakta yang pasti akan membuat Putri dan Reza shock berat.Masih beruntung jika keduanya tidak jantungan jika suatu saat fakta ini terungkap.
Lelah dengan pemikirannya dan merasa badan nya masih terlalu lemas,Realyn pun kembali menutup matanya dan kembali tertidur lelap dibawah selimut tebalnya.
Benar kata Ardi,lebih baik fokus dengan masa sekarang saja dulu.Urusan masa depan biar nanti mengikuti jalan takdir akan baiknya bagaimana.
Toh semua sudah terlanjur,dirinya pun kini sudah kehilangan mahkotanya dan bahkan kini tengah hamil darah daging sang kakak.
*
*
Mayra sendiri saat ini setengah merenggut saat mendapati sang suami yang lagi lagi sudah tidak ada disampingnya saat dia membuka mata.
demi kelancaran rencana yang sudah lama dia susun.
Meski harus menahan rasa kesal karena kini perhatian Ardi lebih berfokus pada istri keduanya yang tengah hamil muda.
Tidak bisa Mayra pungkiri,rasa sakit dan hancur itu ada saat menyadari jika yang tidak bisa memiliki keturunan itu adalah dirinya.
Sementara sang suami ternyata memiliki kesuburan yang tidak bisa diragukan lagi seperti yang dikatakan sang Mamah,tiap kali membahas kehamilan yang selalu memojokkan dan menyalahkan Ardi karena Mayra sang anak tak kunjung hamil.
__ADS_1
Terbukti hanya dengan satu kali melakukan hubungan badan itu,kini bibit kecebong yang tumpah di rahim adiknya tumbuh dengan baik.
Bahkan hanya butuh waktu satu bulan menunggu ,hingga kecebong itu berubah berwujud menjadi janin yang bernyawa.
Mayra kembali menghela nafas panjang demi menetralkan perasaan nya yang sebenarnya tidak baik baik saja itu
Bagaimana mungkin bisa real enjoy dan happy jika teringat fakta bahwa sang suami akan memiliki anak dari wanita lain.
Meski kelak anak itu akan jatuh ke tangan nya.Namun tetap saja,anak itu bukan anaknya dan Ardi.Melainkan anak Realyn dan Ardi.
Dan mau tidak mau,suka tidak suka Mayra harus menerima kenyataan yang begitu menyesakkan dada itu.
Seandainya bisa memutar waktu dan tahu akan seperti ini jadinya.Mungkin Mayra akan sekuat tenaga mencegah perbuatan nista itu.
Selain sudah merusak kepercayaan sang kakak,Mayra juga merusak dirinya sendiri dengan harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan rahimnya.
Pusat penerus keturunan nya kelak.Tapi sudah menjadi bubur,dan semoga apa yang sudah dia rencanakan selama ini berhasil dengan sempurna tanpa meninggalkan celah sedikit pun.
Agar rahasianya bersama sang suami tetap terkubur aman hingga kelak dirinya menua bersama suami dan anaknya.
*
__ADS_1
*
🌸🌸🌸