
"Assalamu'alaikum,"suara bariton dari seorang pria membangunkan lamunan Mayra akan kejadian hari ini.
Benar benar membuat senam jantung.Mulai dari tiba tiba dilamar,tiba tiba kedatangan keluarganya dan juga,yang lebih membuat shock adalah tiba tiba menjadi istri seseorang.
Sungguh kejadian yang kuar biasa yang tidak pernah Mayra bayangkan sebelumnya.Dapat diterima oleh orang sekitar pun rasanya Mayra tak henti hentinya berucap syukur.
Eh,sekarang malah sudah jadi istri orang saja,pengalaman yang tidak akan pernah Mayra lupakan.
"Wa_wa'alaikumsalam,"jawab Mayra tiba tiba merasa gugup saat Ilyas masuk kedalam kamar yang Mayra gunakan saat ini,ya tentu saja kamar Ilyas,karena mereka sudah menikah.
Ilyas berjalan mendekati Mayra yang nampak duduk dengan kepala tertunduk dipinggir ranjang miliknya.
Ilyas duduk tepat disamping Mayra dan itu membuat Mayra refleks menggeser duduknya,memberi jarak.
"Kenapa?kita sudah sah Dek,kenapa menghindar?"tanya Ilyas yang melihat pergerakan Mayra yang memberi jarak.
"Ma_maaf Bang,aku masih belum terbiasa,"lirih Mayra.
"Maaf ya,hari ini,aku sudah membuat kamu kaget,"
"Iya,kamu benar benar membuat aku jantungan,"
"Lalu,bagaimana perasaan kamu sekarang?"
"Campur aduk,kesel,marah,keget sudah pasti,nggak percaya,malu tapi bahagia,"
"Cieee,jadi bahagia ya nikah sama aku?"
Deg....
"Hah?kok jadi kesana?"
"Itu tadi?kamu bilang,kalau kamu bahagia,"
__ADS_1
"Iya tapi bukan itu maksudku,"
"Oh jadi kamu nggak bahagia nikah sama aku?"
Seketika Mayra merasa bersalah saat melihat wajah sendu Ilyas.Karena terlalu gugup Mayra jadi kebingungan harus berkata apa.
"Bukan begitu juga,aku bahagia kok cuma masih kaget,duh gimana jelasin nya ya?"
Ilyas tersenyum tipis saat melihat Mayra yang panik karena suaminya tiba tiba memasang wajah sendu.
Greeepppp
Mayra dibuat kaget untuk kesekian kalinya saat Ilyas memeluk erat tubuhnya.Ingin rasanya memberontak dan melepas pelukkan itu namun urung saat Ilyas berbisik tepat ditelinga nya yang tertutup hijab.
"Terima kasih,terima kasih karena sudah mau menerima ku sebagai suamimu,"lirih Ilyas.
"Bang?"
Ilyas mengurai pelukkan nya lalu menatap dalam ke arah wajah Mayra yang masih tertutup cadarnya.
"Boleh aku melihat wajah cantikmu?"
"Insha Allah boleh,tapi setelah Abang jawab jujur pertanyaan aku,"
"Pertanyaan?pertanyaan apa?"
"Jawab jujur,kenapa Abang memilih aku yang jelas jelas tidak sempurna?"
"Karena aku sudah jatuh cinta pada pertemuan pertama kita.Kamu tahu?ini ke dua kalinya aku merasa jatuh cinta pada wanita yang menutup wajahnya setelah ibunya Ilham.Dari sekian banyak nya wanita yang menampilkan wajah cantik mereka,hanya kamu yang terus menghantui aku hingga untuk tidur pun rasanya terlalu sulit,"jelas Ilyas yang membuat Mayra tercengang.
"Be_benarkah,seperti itu?"
"Tentu saja,jika tidak.Untuk apa aku berjuang hingga kita berada dititik ini.Jadi bolehkan jika suamimu ini melihat wajahmu seutuhnya?"
__ADS_1
Mayra pun mengangguk lalu mengulurkan tangan nya untuk membuka kain penutup yang menutupi wajah nya.
Mata Ilyas berbinar saat wajah cantik itu kini sudah bisa dia lihat sepuasnya dan juga halal untuk disentuh.
"Masya Allah,cantiknya istriku!"seru Ilyas saat sudah melihat wajah Mayra.
Mayra langsung menunduk untuk menyembunyikan rona merah diwajahnya.Namun Ilyas langsung mencegahnya dan menarik dagu Mayra agar wajahnya kembali terlihat.
"Jangan menunduk,aku suka melihat nya.Terima kasih karena sudah menjaga nya,hingga hanya aku yang bisa menikmati kecantikkanmu ini,"
Ilyas pun membenamkan satu kecupan dikening Mayra.Ini ciuman kedua yang Ilyas benamkan dikening Mayra setelah yang pertama dia lakukan saat usai ijab kabul tadi.
Namun berbeda dengan yang tadi saat didepan semua keluarga besarnya.Saat ini Ilyas lebih lama dan lebih dalam lagi mencium kening sang istri.
"Terima kasih karena sudah mau menerima wanita cacat penuh dosa ini Bang,"lirih Mayra saat Ilyas masih mendaratkan bibirnya dikening Mayra.
"Tidak ada yang sempurna,dan juga tidak ada yang luput dari dosa.Mari kita berhijrah sama sama,berjalan dijalan Allah bersama sama,karena aku juga masih butuh banyak belajar.Kamu maukan mendampingi dan menemaniku dalam menjalankan proses itu?"
"Insha Allah Bang,aku bersedia,"
Ilyas pun memajukan wajahnya lalu mendaratkan bibir kenyal nya dibibir kenyal Mayra.Mayea sendiri hanya bisa pasrah dengan menutup mata san menikmati sapuan dan hisapan lembut yang dilakukan Ilyas pada bibirnya.
.......
...🌸 Tamat 🌸...
...Alhamdulillah akhirnya selesai...😁😁😁...
...Tuk para reader tersayang,Author ucapkan banyak banyak terima kasih 🙏🙏...
...berkat dukungan reader semua Author bisa menyelesaikan karya ini dengan lancar jaya,walau kadang kena kendala yang ya,lumayan menghambat....
...Namun semua bisa dilalui dengan baik dan semua berkat dukungan Reader semua...terima kasih banyak dan sampai ketemu di kamar yang lain nya ya...bye bye and love u. 🥰🥰🥰...
__ADS_1