Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.53


__ADS_3

Mata Ardi membulat sempurna,tangan nya yang tengah memegang ponsel Papah Reza bergetar.Dia tidak menyangka jika pelaku penabrakan istri keduanya itu adalah istri pertama nya.


Ardi masih ingat dengan jelas jika mobil pelaku penabrakan itu adalah mobil yang dia berikan pada Mayra saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke 5.


Meski banyak mobil dengan model yang sama namun ingat jika setiap mobil memiliki plat nomer yang berbeda.


Dan dimobil itu terpampang jelas jika plat mobil itu adalah milik Mayra.Tanpa kata Ardi pun bangkit dari duduknya lalu beranjak hendak pergi meninggalkan Papah Reza yang ada disana bersama nya.


"Tunggu,kamu mau kemana Ar?kamu siapa pelakunya"


Tahan Papah Reza mencengkram pergelangan tangan Ardi yang terlihat begitu marah setelah melihat rekaman cctv di ponsel sang Papah.


"Mayra Pah"


"Kenapa dengan Mayra?"


"Ma_Mayra pelakunya.Mo_mobil itu,mobil yang menabrak istriku adalah mobil Mayra Pah"


Deg...


Cengkraman tangan Papah Reza di pergelangan tangan Ardi semakin kuat saat mendengar jika pelaku penabrakan itu adalah menantunya sendiri.


"Lepaskan Ardi Pah,biar Ardi yang selesaikan semua ini.Tidak akan Ardi biarkan siapapunepas begitu saja setelah menyakiti anak dan istriku"


Pinta Ardi saat Papah Reza belum juga melepaskan cengkraman tangan nya ditangan Ardi.

__ADS_1


"Kita proses jalur hukum.Kamu tidak boleh berbuat sesuatu yang akan merugikan diri kamu sendiri,ingat kamu memiliki istri dan anak yang butuh kamu disamping mereka saat ini"


Deg....


"Pa_Papah"


"Jangan senang dulu,bukan berarti Papah merestui kalian hanya saja___.Lupakan,yang pasti kamu masih berhutang penjelasan pada Papah.Biar semua ini di urus oleh pengacara kita saja"


"Tapi Ardi perlu meluruskan sesuatu dengan nya Pah.Percaya sama Ardi,Ardi akan menjaga dan mengontrol emosi Ardi demi istri dan anak Ardi"


"Kamu yakin?"


"I_iya Pah,Ardi hanya butuh menjelaskan sesuatu padanya.Setelah itu Ardi akan kembali dan menyerahkan semua pada Papah saja.Ardi hanya ingin fokus dengan kesembuhan Realyn dan anak kami"


"Baiklah,ingat jangan melakukan hal yang dapat merugikan diri kamu sendiri"


"Pergilah,pastikan semua baik baik saja saat kamu kembali kemari"


"Iya Pah"


Ardi pun segera beranjak meninggalkan rumah sakit untuk membuat perhitungan pada istri pertama nya.


Ardi melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedikit diatas kecepatan rata rata.Dan tidak butuh waktu lama untuknya tiba dirumahnya bersama dengan Mayra.


Dengan sedikit mempercepat langkahnya,Ardi masuk dengan gemuruh didadanya saat kembali teringat bagaimana tubuh Realyn yang melayang lalu terjatuh dengan gelimangan darah dipinggit jalan karena ulah Mayra.

__ADS_1


"Bi Ibu kemana ya?kok nggak dirumah?"


Tanya Ardi pada art yangnada dirumah nya dengan nada yang cukup tenang.Ardi tidak mau memperkeruh ke adaan jika datang dan menanyakan keberadaan sang istri dengan menampilkan kemarahan.


"Ibu sudah pergi dari kemarin Pak dan belum kembali"jawabnya jujur.


"Ibu tidak bilang mau pergi kemana?"


"Tidak Pak,tapi kemarin Ibu pergi seperti tengah marah,tapi saya juga tidak tahu Ibu marah karena apa pas saya tanya Ibu tidak menjawab sedikit pun"jelasnya lagi.


"Baiklah,terima kasih Bi"


"Iya Pak.Apa ada yang Bapak butuhkan lagi?"


"Tidak Bi,terima kasih.Saya ke atas dulu"


"Iya baik Pak"


Ardi pun segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dulu terlebih dahulu.Sudah dari kemarin Ardi tidak pulang dan menginap dirumah sakit.


Dan mumpung menyempatkan pulang Ardi pun menggunakan waktunya untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu setelah itu dia akan pergi kerumah kedua orang tua Mayra.


Ardi yakin jika sang istri ada disana untuk bersembunyi.


*

__ADS_1


*


...🌸🌸🌸...


__ADS_2