Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.25


__ADS_3

Malam Harinya...


"Abang nggak pulang lagi?"tanya Realyn saat melihat Ardi masih duduk santai disofa depan televisi yang menyala meski tidak ditonton.


Karena orang yang tadi menyalakan televisi itu malah sibuk dengan laptop yang ada dipangkuan nya.Padahal waktu sudah menunjukkan jam 10 malam,itu artinya Ardi seharusnya sudah pulang dari dua jam yang lalu jika dia habis lembur dikantor.


"Abang merasa lelah untuk menyetir Dek.Malam ini ijinkan menginap lagi ya?"


"Tapi bagaimana kalau Kak Mayra marah?"


"Tidak akan,dia tengah ada dipuncak bersama dengan teman teman nya"


"Sebenarnya dia niat nggak sih punya anak?bikin kesal saja.Abang sibuk melakukan berbagai cara untuk menutupi aibnya,sedangkan dia asik asikkan dengan dunianya.Menyebalkan"gerutu Realyn saat mendengar jika kakak iparnya kini tengah liburan untuk yang kesekian kalinya.


"Sudahlah,sudah kewajiba Abang kan untuk melindungi dan menutupi hal buruk tentang nya?"


"Tapi nggak harus abai seperti saat ini juga kan Bang.Setidaknya dia ada bersama kita untuk sekedar memberi dukungan untuk kita"gerutu Realyn lagi semakin dibuat kesal saat Ardi masih membelanya.


"Duh,gemesin banget sih bumil satu ini kalau lagi ngomel"jawab Ardi malah merasa gemas melihat adik atau istri muda nya menggerutu.


"Sayang,anak Papah yang pintar nanti kalau sudah besar jangan cerewet kaya Mamah ya,berisik"bisik Ardi tepat didepan perut Realyn yang masih rata.


Plaaakkk


Satu tamparan mendarat sempurna dibahu Ardi dan pelakunya siapa lagi kalau bukan bumil satu ini yang kini berdiri didepan nya.

__ADS_1


Mendapat tamparan manja dari sang istri bukan nya marah.Ardi malah tertawa lepas hingga mengeluarkan air mata di ujung matanya.


Dia tahu jika selama ini sang adik paling benci dipanggil cerewet dan bawel.Meski pada kenyataan nya dirinya memang seberisik itu.


Hingga kadang membuat orang yang mendengarnya merasa kesal dan sakit telinga.Realyn pun akhirnya memutuskan beranjak dan masuk kedalam kamarnya yang diikuti oleh Ardi dibelakang nya.


"Loh kok ngambek sih Dek?Abang bercanda sayang"bujuk Ardi yang ikut masuk kedalam kamar sang adik.


"Jangan marah ya,hhmm?"


"Baiklah,aku tidak marah lagi.Sana istirahat,Abang besok harus kerjakan?"


"Iya Abang akan istirahat.Tapi ijinkan Abang menyapanya dulu,ya?"


"Sehat sehat didalam sana ya sayang.Papah dan Mamah akan selalu menjagamu hingga kita bertemu nanti"gumam Ardi diperut Realyn.


*


*


Keesokan Harinya...


.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?"tanya Ardi saat Dokter yang tadi memeriksa keadaan Realyn selesai memeriksa keadaan Realyn.

__ADS_1


Deg...


Lagi lagi jantung Realyn dibuat berpacu melebihi kecepatan normal saat Ardi memanggilnya dengan sebutan 'istri'.


Bahkan kini Realyn harus terus menunduk demi menyembunyikan rona merah diwajahnya agar Ardi tidak menyadari betapa tersipu dirinya saat Ardi memperkenalkan dirinya bukan sebagai adik melainkan istri.


"Istri anda baik baik saja Pak.Dan kandungan nya juga sehat.Namun tetap harus dijaga baik baik ya,jangan sampai Ibunya menjalani pekerjaan berat dan stres.Trimester pertama masih cukup rawan dan harus lebih diperhatikan lagi.Untuk menangani morning sickness nya saya akan memberikan resep vitamin dan pereda mual agar tidak terlalu mengganggu aktifitas Ibu selama masa kehamilan"jawab Dokter yang bernama Maria itu.


"Baik Dok,kami mengerti"jawab Ardi yang begitu antusias setelah melihat kondisi sang calon jabang bayi lewat layar monitor alat USG.


"Nah ini resep obat serta vitamin yang harus Bapak tebus ya.Untuk mengurangi rasa mual dan juga untuk menjaga stamina Ibu selama masa kehamilan.Saya tunggu kunjungan nya kembali satu bulan kedepan ya Pak,Bu"


"Baik Dok,terima kasih.Baiklah kalau begitu,kami pamit dulu Dok"ujar Ardi berpamitan dengan Dokter Maria setelah mendapatkan resep obat untuk sang istri.


(ciee sang istri 🀭...lah kok jadi othor yang salting ya πŸ€¦β€β™€οΈ).


Ardi pun membawa istri keduanya itu keluar dari ruangan pemeriksaan Dokter kandungan itu.Dan berjalan menuju ke arah tempat lain guna menebus obat yang tadi resepnya diserahkan oleh Dokter Maria.


Setelah mendapatkan obat nya Ardi pun langsung membawa Realyn pulang kembali ka apartemen nya.


*


*


🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2