Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.52


__ADS_3

"Keluarga dari Ibu Maura Realyn Kurniawan"


Seru seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi Realyn tengah menyerukan nama Realyn untuk bertemu dengan keluarganya.


Dan hal itu membuat Ardi menghentikan tangisnya lalu bangkit dan sedikit berlari menuju ke arah dokter barusan.


"Saya Dok,saya suaminya.Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok?"


Tanya Ardi dengan wajah yang begitu tegang saat menunggu jawaban dari dokter tentang kondisi Realyn dan anak mereka.


"Alhamdulilah Bayi nya yang berjenis kelamin perempuan lahir dengan selamat namun berhubung lahir disaat masih belum waktunya maka bayinya masih harus dirawat diruang NICU demi memastikan tidak ada masalah dengan pernafasan nya.Untuk Ibunya sendiri,maaf kami membawa kabar yang kurang baik mengenai sang Ibu"


Deg...


"Ma_maksud Dokter apa?to_tolong jelaskan Dok.Bagaimana keadaan istri saya?"


Tanya Ardi dengan perasaan yang sudah tidaj karuan saat dokter mengatakan tengah membawa kabar kurang baik tentang Realyn.


"Karena benturan yang diterima sang ibu cukup keras yang mengakibatkan pendarahan.Maka kondisi sang Ibu saat ini tengah mengalami koma.Tapi kami akan berusaha semampu kami agar pasien bisa terbangun kambali,dan meski begitu dukungan dan doa dari keluarga yang jauh lebih dibutuhkan oleh pasien"

__ADS_1


Deg....


Bruuuggghhhh...


Ardi menjatuhkan kembali tubuhnya merosot kebawah saat mendapatkan kabar jika Realyn koma dan putri pertama mereka harus dirawat diruang NICU karena terlahit prematur.


"Sayang,jangan begini Nak.Kamu harus kuat,demi anak dan istrimu Nak"


Ucap Mamah Putri yang langsung berhambur memeluk erat tubuh Ardi yang kembali menangis karena kondisi sang istri dan juga anaknya ternyata belum baik baik saja.


Tangis Ardi pun pecah didalam pelukan sang ibu angkat.Tumpah sudah air mata yang sedari awal datang kerumah sakit sekuat tenaga dia tahan.


Dan tanpa keduanya sadari,seorang pria paruh baya berdiri dibalik dindin,menatap sendu ibu dan anak yang kini tengah menangis bersama itu dengan kedua tangan terkepal dan mata yang berkaca kaca.


Tidak ingin kehadiran nya disadari oleh kedua orang itu,pria tersebut pun akhirnya pergi meninggalkan lokasi tersebut.


Didalam perjalanan nya dia menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan yang pasti dia juga mencari pelaku tabrak lari yang membuat anak san cucunya dalam kondisi memperihatinkan seperti saat ini.


*

__ADS_1


*


"Sayang,aku mohon bertahan lah.Anak kita sudab lahir dan dia juga kini sedang berjuang untuk bisa bertemu dengan kita.Ayo,kamu harus kuat agar bisa merawat anak kita sama sama.Aku mohon bangun sayangku"


Lirih Ardi yang tidak beranjak sedikitpun dari samping Realyn.Saat ini Realyn pun sudah dipindahkan keruangan ICU untuk mendapatkan perawatan disana.


Hanya Ardi yang menemani karena memang tidak boleh lebih dari satu orang yang diperbolehkan masuk untuk menani dan berinteraksi dengan pasien guna merangsang pasien agar segera terbangun dari komanya.


Mamah Putri sendiri kini masih menunggu diluar ruangan.Keduanya akan bergantian menjaga Realyn saat Ardi hendak makan atau kekamar mandi.


Sementara Reza sendiri kini tengah sibuk mengumpulkan bukti dan juga tengah menyaksikan cctv yang dia minta dari toko dan tempat lain nya yang berada dilokasi dimana Realyn ditambrak oleh sebuah mobil mewah keluaran terbaru itu.


Reza pun kembali kerumah sakit setelah mengantongi beberapa salinan dari rekaman cctv yang menampilkan bagaimana dengan sadisnya mobil itu menabrak tubuh Realyn yang tengah berdiri dibahu jalan demi menunggu lampu merah menyala untuk menyebrangi jalan.


Reza akan memperlihatkan video itu pada Ardi siapa tahu putra yang kini sudah jadi menantunya itu tahu siapa pelaku penabrakan itu.Karena jujur Reza sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik mobil mewah berwarna hitam itu.


*


*

__ADS_1


...🌸🌸🌸...


__ADS_2