
"Mom,Dad"seru Ardi saat melihat tiga orang yang begitu familiar berjalan mendekat ke arahnya.
Saat ini Ardi tengah menjemput kedua orang tuanya yang baru saja mendarat diBandara Internasional.
Ardi berhambur memeluk sang ibu dan bergilir dengan sang ayah namun satu hal yang Ardi lupakan.
Dia lupa menyapa seorang pria yang berdiri dibelakang sang ayah menatap kesal pada nya,merasa terusdiabaikan sang Kakak membuat Ardan memukul bahu sang kakak dengan kerasnya hingga membuat si punya bahu mengaduh kesakitan.
Plaaaakkkk
"Awww ssttt,kamu___"
"Apa?lupa kalau Abang masih punya adik laki laki,oh ya ampun benar benar keterlaluan jadi Abang"seru Ardan menggerutu kesal pada sang kakak yang terlihat hanya fokus dengan kedua orang tuanya dan mengabaikan dirinya.
"Ardan?kamu Ardan?oh ya ampun sudah besar kamu ya,tampan pula.Maaf Abang pangling tadi kirain turis yang mau berlibur"
"Alah lebay"
"Hey tunggu dong Dek,sini nggak mau peluk Abangmu ini apa?"
Ardi menahan tangan Ardan yang berniat pergi lebih dulu karena kesal merasa diabaikan oleh kakak yang begitu dia rindukan.
__ADS_1
"Sudah ku bilang jangan panggil aku Adek,menggelikan tahu nggak"jawab Ardan semakin dibuat kesal karena Ardi memanggilnya dengan nama panggilan yang begitu dia benci.
Sementara kedua orang tuanya hanya tersenyum saat melihat prdebatan diantara kedua anaknya itu.
"Tapi mau bagaimana lagi,kamukan memang adikku?masa mau panggil Mas?kan nggak lucu"
"Kan bisa panggil nama saja Abang,kenapa juga harus menggunakan nama yang menggelikan itu"
"Baiklah Adek ku sayang,ayo kita pulang mobil Abang ada disebelah sana Adekku sayang"
"ABANG"
"Sudah sudah,kalian ini debat mulu kalau ketemu.Ayo lebih baik kita kerumah dulu dan istirahat disana.Kalau mau debat lanjut dirumah saja jangan disini malu"
Ardan pun akhirnya mengalah dan masuk kedalam mobil Ardi dengan wajah yang berenggut karena menahan rasa kesal pada kakak satu satunya itu.
*
*
Setelah menempuh perjalan hampir satu jam lamanya,akhirnya mobil yang Ardi bawa tiba juga dirumah mewah yang sengaja Daddy Doni beli untuk mereka tempati jika pulang ketanah air meski itu hanya satu tahun sakali saja.
__ADS_1
Mommy Erika dan juga Daddy Doni sama sama dibuat kaget saat turun dri dalam mobil,mereka disambut oleh Realyn dan seorang bayi mungil yang ada didalam gendongan nya.
"Assalamu'alaikum sayang,apa kabar kamu Nak?"tanya ommy Erika memeluk Realyn setelah Realyn menyalaminya dengan takzim.
"Wa'alaikumsalam mom,Dad.Selamat datang"sambut Realyn tersenyum manis meski tak dia pungkiri jika saat ini dirinya begitu gugup.
Karena untuk pertama kalinya Realyn berhadapan dengan Mommy Erika dan Daddy Doni bukan sebagai adik dari Ardi melainkan calon istri dari pria yang dulu adalah kakak untuknya itu.
"Wah bayinya cantik sekali?kamu sudah menikah?kok nggak ngasih kabar Nak?"tanya Mommy Erik ayang semakin membuat Realyn gugup dan juga takut.
"Kita bicara didalam saja Mom,sekalian aku jelaskan semuanya pada Mommy dan Daddy"Ardi memotong perbincangan antara ibu dan juga calon istrinya itu.
Dan menggiring sang Mommy masuk kedalam rumah dikuti oleh semua yang ada disana termasuk Ardana yang masih memasang wajah berenggutnya.
*
*
"APA?BAYI INI ANAK KAMU DAN JUGA REALYN??"
Kompak semua yang ada disana mengucapkna kata yang sama secara bersamaan.Mommy Erika,Daddy Doni dan juga Ardan begitu dibuat kaget dengan apa yang baru saja mereka dengan tentang status bayi mungil yang kini ada didalam gendongan Mommy Erika.
__ADS_1
"Ja_jadi,jadi i_ini cucu Mommy?"
"Iya Mom,dia cucu Mommy.Anak pertama aku dan anak yang membuktikan jika aku tidak mandul seperti yang sudah dituduhkan selama ini padaku"lirih Ardi dengan mata yang berkaca kaca saat mengingat kembali bagaimana dulu dirinya kerap dihina dan dicemooh karena tidak kunjung membuat sang istri hamil.