Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.26


__ADS_3

"Kamu kemana saja sih Mas?kenapa dua hari ini tidak pulang?"tanya Mayra saat melihat Ardi masuk kedlama rumah dalam keadaan lelah.


"Tahu dari mana?bukan kah kamu juga sibuk dengan kegiatan kamu diluar sana ya?"jawab Ardi mengabaikan sang istri yang tengah berenggut kesal karena saat pulang mendapati laporan jika sang suami tidak pulang kerumah selama dia tidak ada.


"Iya,tapi bukan berarti kamu juga tidak pulang kan selama aaku tidak ada"


"Kemarin aku menemani Realyn karena dia tengah mabuk parah dan tidak bisa kemana mana.Aku menjaganya.Dan ini,ini yang kamu inginkan dari kami.Semoga keputusan yang kamu ambil tidak kamu sesali karena kini aku dengan terpaksa harus menduakan kamu"


Deg...


"Ma_maksud kamu apa Mas?"


"Lihat dan bukalah.Itu kan yang kamu mau dan kamu inginkan?"


Ardi pun berlalu memasuki kamar nya untuk membersihkan diri.Rasanya tubuhnya sudah terlalu lelah untuk berdebat dengan istrinya itu.


Sepeninggalan Ardi,Mayra membuka amplop berlogokan rumah sakit yang tadi Ardi dan juga Realyn memeriksakan kandungan nya.


Seketika binar bahagia nampak dari wajahnya saat menatap foto hitam putih yang menandakan jika kini adik iparnya itu tengah hamil anak dari sang suami.


Hingga Mayra pun akhirnya melupakan kekesalan nya pada sang suami.Ternyata rencana berhasil,membuat Ardi mengurungkan niatnya untuk menceraikan nya dan tetap menahan pria itu untuk ada disamping nya.


*


*

__ADS_1


3 hari berselang,sedari pagi ponsel milik Mayra pun tidak berhenti mengeluarkan getar dan bunyi notif pesan masuk.


Semalam Mayra mulai memamerkan sebuah foto tespack dan juga foto hasil USG yang menandakan jika dirinya tengah hamil.


Dan alhasil,sedari pagi buta ponsel miliknya terus saja mengeluarkan bunyi sebuah notifikasi pesan masuk.


Semua itu tidak lain adalah sebuah pesan ucapan selamat dari berbagai orang.Termasuk sang Mamah yang begitu antusias menyambut kehamilan Mayra yang sudah 5 tahun dia tunggu tunggu.


Bahkan untuk melancarkan rencana nya Mayra sengaja menahan diri agar tidak ikut bersenang senang bersama dengan teman teman nya.


Dan berpura pura menjadi orang sakit.Padahal pada kenyataan nya orang yang digadang gadang tengah mabuk karena ngidam itu dalam kondisi baik baik saja.


Berbeda dengan seorang wanita yang kini tengah berjongkok lemas didepan closet yang baru saja mengeluarkan isi perutnya.


Realyn pun terduduk lemas setelah memuntahkan semua makanan yang kemarin dia makan.


Dengan sigap Ardi pun langsung mengangkat dan menggendong tubuh Realyn untuk kembali keranjang.


Sudah 3 malam Ardi harus berperan ganda dan menjalani rumah tangga didua atap yang berbeda.


Saat malam hari Ardi akan pulang kerumah untuk menemani Mayra,namun saat adzan subuh berkumandang dan setelah melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim Ardi langsung keluar rumah dan datang ke apartemen Realyn demi menemani istri siri nya itu disaat saat seperti ini.


Ardi tahu jika pagi hari Realyn akan seperti ini,maka itu Ardi rela kerepotan bulak balik antara rumahnya dan apartemen demi menemani Realyn dan membantunya menjalani masa masa sulit kehamilan.


"Bagaimana,apa sudah lebih baik?"

__ADS_1


"Mmm,lumayan.Maaf jadi merepotkan Abang"


"Kenapa minta maaf?ini juga karena ulahku,aku yang membuatmu seperti ini"


"Terima kasih Bang.Karena selalu ada buat aku dan anak ini"


"Eemm,no no.Bukan anak ini,tapi anak kita"


"Tapi aku tidak akan bisa memilikinya"lirih Realyn mendadak sendu kala ingat status anak didalam rahimnya kini.


"Jangan berpikir terlalu jauh dulu,kita tidak akan pernah tahu jalan takdir akan seperti apa.Lebih baik sekarang kita fokus dengan apa yang tengah kita alami.Lupakan apa yang belum terjadi,ok?"


"Baiklah.Bersiaplah,bukan nya hari ini ada meeting penting?"


"Iya,nanti malam Abang pulang kesini ya?sudah tiga malam Abang bersama dengan Mayra,kini Abang ingin bersama kalian.Bolehkan?"


"Iya baiklah"


"Ya sudah Abang pergi kerja dulu ya.Sayang Papah baik baik didalam ya Nak,jangan buat Mamah kerepotan.Ok"bisik Ardi tepat didepan perut Realyn lalu mencium perut itu hingga menimbulkan gelenyar aneh didalam diri Realyn.


Setelah nya Ardi mengangkat wajahnya lalu mendekatkan wajah tampan nya itu pada wajah Realyn,lalu...


Cup...


*

__ADS_1


*


🌸🌸🌸


__ADS_2