Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.67


__ADS_3

"Kenapa kaget?memang kamu tidak tahu jika Realyn sudah menikah dan memiliki anak?"


"Te_tentu saja kaget.Inikan acara pernikahannya,kok bisa sudah punya anak aja?"tanya gadis itu bingung.


Tiga hari yang lalu setelah sekian lama putus kontak dengan Realyn,gadis itu tiba tiba menghubungi nya dan memintanya untuk jadi bridesmaid diacara pernikahannya.


Lalu apa ini,dia begitu dikejutkan oleh hadirnya bayi mungil nan lucu yang ternyata putri dari sahabatnya sendiri.


"Aku harus buat perhitungan sama dia.Bisa bisanya menyembunyikan hal besar begini dari sahabatnya sendiri"gumam gadis itu.


"Apa?kamu bilang apa tadi?"tanya Ardan yang tidak sengaja mendengar gumaman gadis itu.


"Hah?ah maaf,nggak kok,nggak apa apa"ucap gadis itu.


"Oh iya,kenalin Ardan Kusuma Wijaya.Kalau kamu?"tanya Ardan mengulurkan tangan nya pada gadis didepan nya.


"Maaf,saya Ayana Mas"jawab gadis itu mengatupkan kedua tangan nya di dada.


Mengerti dengan batasan yang gadis itu miliki membuat Ardan menarik kembali tangan nya dan tersenyum lembut pada gadis yang begitu ayu dalam balutan hijab yang senada dengan dress yang dia kenakan.

__ADS_1


"Kamu teman sekolah Kak Realyn?"


"Iya,kita sahabatan dari sekolah menengah pertama sampai sekarang.Cuma beda universitas saja,karena Realyn kuliah diluar sementara saya disini"


"Bareng siapa kesini?kalau tidak keberatan gabung yuk dimeja aku.Temani main si kecil biar ga rewel"


"Tapi___"


"Jangan takut,lihat dimeja VIP no.3 itu.Ada orang lain juga kan"ucap Ardan meyakinkan gadis yang nampaknya ragu menerima ajakan nya.


Ayana yang tadi nya ragu pun akhirnya menerima ajakan dari Ardan.Berhubung dirinya juga sudah ditinggal dua orang teman yang tadi datang bersama ke acara sang sahabat.


Sekilas keduanya nampak bagaikan keluarga kecil yang begitu harmonis.Apalagi adanya seorang bayi kecil didalam gendongan Ardan yang membuat keduanya bagaikan pasangan orang tua baru.


"Dari Mana Dek?sini Shasa nya,mau di kasih minum susu dulu kasihan dia pasti lapar"ucap Mommy Erika sembari membawa satu botol susu yang sengaja dibawa untuk bayi kecil itu.


Sekilas Mommy Erika pun menatap gadis cantik dalam balutan hijab yang ada dibelakang putra bungsunya lalu tersenyum lembut membuat si gadis membalas senyuman wanita paruh baya itu dengan sedikit canggung.


"Lanjutkan,biar Shasa sama Mommy.Kalau bisa bawa kerumah,Ok"bisik Mommy Erika begitu melihat Ardan berjalan bersama dengan seorang gadis yang begitu cantik.

__ADS_1


Belum lagi penampilan sang gadis yang begitu sopan membuat sang Mamah yang sudah lama menanti putra nya untuk menikah tentu menyambut baik hal itu.


Berbeda dengan sang Mamah yang begitu sumringah saat melihat putranya bersama seorang gadis.Ardan malah terlihat kebingungan menyikapi sikap sang Mamah yang mungkin sudah salah paham.


Perhatian Ardan pun teralihkan oleh kedatangn seseorang yang menyapa gadis yang ada disamping nya kini.


"Assalamu'alaikum,maaf aku terlambat.Acara nya sudah mau selesai ya Ay,duh gara gara meeting dadakan jadi telat deh"ucap nya yang begitu datang langsung menghampiri Ayana.


"Nggak apa kok,sana temui dulu mempelainya.Setelah itu makan mumpung masih ada waktu"jawab Ayana tersenyum lembut pada pria yang diperkirakan seumuran dengan Ardan itu.


Tanpa menunggu lagi pria itu pun berlalu menuju ke arah pelaminan untuk memberi ucapan selamat pada si mempelai wanita.


"Pacar?"tanya Ardan tiba tiba yang membuat Ayana langsung menoleh ke arah nya.


"Bukan,Itu adik aku.Kebetulan dulu kamu satu sekolah,karena Realyn sering main kerumah jadi kami semua temanan deh.Dan dulu Realyn sama Alzam cukup dekat,aku kira mereka akan berjodoh eh tahunya bukan"


"Oh..."jawab Ardan memalingkan wajahnya menyembunyikan senyum tipis diwajah tampan nya.


Aneh tapi nyata,ada rasa lega dihati Ardan saat tahu jika pria yang baru saja menyapa Ayana itu bukanlah pasangan nya.

__ADS_1


__ADS_2