Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.40


__ADS_3

Satu persatu prosesi acara 7 bulanan itu pun sudah dilaksanakan dengan begitu apik dan lancar.


Semua tamu undangan pun turut berbahagia menyaksikan calon orang tua baru itu yang kini tengah berdiri dihadapan mereka dengan sengum sumringah diwajah mereka.


Namun Mamah Putri justru menangkap sesuatu yang berbeda dari wajah putranya.Meski tidak berhenti menampilkan senyuman diwajahnya.


Tapi Mamah Putri yakin jika Ardi tengah memendap sesuatu didalam hatinya.Sebuah beban yang nampaknya terlalu berat untuk dibagi pada orang lain,bahkan orang tuanya sendiri.


"Sayang,apa kamu baik baika saja Nak?"


Tanya Mamah Putri saat mendapati waktu berduaan bersama sang putra disela keriwehan menyambut para tamu undangan dan melaksanakan prosesi acara tersebut.


"Tentu Mah,aku baik baik saja dan aku bahagia.Akhirnya aku akan menjadi seorang Ayah,akhirnya aku bisa mematahkan prasangka orang tentang ketidak mampuan ku untuk memiliki keturunan"


Jawab Ardi yang lagi lagi harus berusaha sekuat tenaga menekan rasa sesak kala sang Mamah bertanya tentang keadaan nya dengan tatapan sendu.


Jujur Ardi mungkin bisa berbohong pasa siapapun namun,Ardi paling tidak bisa berbohong pada wanita paruh baya yang kini berdiri dihadapan nya menatap dengan penuh selidik.


"Iya,Mamah juga yakin jika anak Mamah ini adalah pria sejati dan seorang calon Ayah yang begitu baik dan bertanggung jawab.Mamah ikut bahagia sayang"


"Terima kasih Mah,Mamah selalu ada untuk aku dan selalu mendukungku selama ini"

__ADS_1


"Aku ini Ibumu sayang,mana mungkin seorang Ibu meninggalkan dan mengabaikan anaknya"


Deg....


Sesak dan sakit,kini kiat menyebar keseluruh relunh jiwa Ardi.Jika bisa ingin rasanya saat ini juga dia bersujud memohon ampun atas apa yanh sudah dirinya lakukan pada anak kandung wanita yang sudah membesarkan nya penuh dengan kasih sayang layaknya Ibu kandung sendiri.


Kedua tangan Ardi terkepal kuat dibelakang tubuh kekarnya.Rasanya sudah tidak tahan lagi mendengar orang orang menyucapkan selamat pada Mayra dan mendoakan kehamilan nya.


Sementara peran utama yang sebenarnya kini hanya bisa berdiam diri disebuah kamar tersembunyi yang sengaja Ardi siapkan untuk membuatnya nyaman dan aman.


berdiam diri dibalik layar,dengan penuh kesabaran menerima setiap proses kehamilannya meski kadang diproses itu ada fase dimana dirinya begitu tersiksa.


Harus berhenti melanjutkan studinya padahal begitu menanti waktu itu tiba untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis.


Berhenti berharap,jika kelak akan ada seorang pria yang datang melamarnya penuh dengan keromantisan yang begitu didamba para kaum hawa.


Berhenti berharap menjalani masa kehamilan yang normal layaknya wanita hamil pada umumnya.


Ngidam ini itu yang langsung diberikan oleh sang suami.Jalan jalan dipagi hari dengan bergandengan tangan dengan sipelaku yang membuat perutnya buncit dan badan nya melar.


Memilih dan membeli peralatan bayi yang begitu lucu lucu dan imut imut itu dengan adu pendapat antara si Ayah mau yang serba cowok sementara sang Ibu ingin yang serba cewek.

__ADS_1


Namun semua itu hanya angan semata.Dimana kondisi Realyn saat ini,jangankan jalan jalan keluar,untuk makan saja selalu delivery order agar tidak ada yang tahu kondisinya saat ini.


*


*


"Sayang Mamah pulang dulu ya?semoga kalian sehat sampai kelahiran nanti"


Pamit Mamah Putri pada Mayra dan juga Ardi karena hari sudah sore dan Putri juga butuh waktu istirahat sebelum esok hari kembali ke jogja untuk kembali menemani sang suami.


"Iya Mah,hati hati.Kabari aku jika Mamah sudah tiba dirumah"


"Iya sayang,Mamah pamit ya.Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh".


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2