Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Boncap.05


__ADS_3

Uhuukkk


Uhuukkk


Uhuukkk


Mendengar salah satu kerabat dari Nyai Aida,yang menanyakan jika dirinya adalah calon istri baru Ilyas,membuat Mayra tersedak oleh makanan nya sendiri.


"Pelan pelan Nak,ini minum dulu"ujar Nyai Aida menyodorkan satu gelas minuman dalam kemasan.


Tak hanya Nyai Aida yang dibuat panik saat Mayra tersedak makanan nya,nampak nya pria yang digadang gadang bakal jadi calon penerus pondok Abdurrahman itu juga ikut panik.


Namun tidak bisa berbuat apa apa karena memang mereka belum boleh saling berdekatan.Hanya bisa menatap penuh dengan rasa cemas.


"Saya permisi kebelakang dulu Nyai"ijin Mayra pada Nyai Aida.


Merasa kurang nyaman dengan obrolan keluarga besar Kyai Yusril dan Nyai Aida yang menyangkut pautkan dirinya dengan Ilyas membuat Mayra akhirnya meminta ijin untuk menepi sejenak.


Guna menetralkan perasaan nya sudah tidak karu karuan.Mayra duduk diteras belakang,menghirup udara segar serta menatap hamparan sawah yang terdapat dibelakang pondok.


"Assalamu'alaikum,bisa bicara sebentar?"suara bariton seseorang membangunkan Mayra dari lamunan nya.


Mayra mendongakkan kepalanya guna melihat pemilik suara yang saat ini tengah menyapanya,lalu detik kembali menunduk lagi saat tahu jika pemilik suara bariton itu adalah Ilyas.


"Wa'alaikumsalam,bisa Ustad,tapi apa tidak apa apa jika hanya berdua seperti ini"jawab Mayra yang nampaknya enggan menatap ke arah lawan bicaranya.

__ADS_1


Kedua tangan Mayra saling bertautan guna menekan rasa gugup nya.'Ya Allah kenapa gugup begini?'batin Mayra.


"Insha Allah tidak apa apa,disini juga tidak hanya ada kita kan?Disana ada anak yang lagi berteduh,dan disana ada para ibu ibu yang tengah memasak menu jamuan hari ini.Jadi,insha Allah aman,"jelas Ilyas menunjuk ke arah sebelah kiri dan sebelah kanan tempat yang saat ini mereka tempati.


"Memang apa yang ingin Ustad bicarakan?"


"Jangan panggil Ustad dong,malu.Ilmu saya masih belum cukup jika harus menyandang nama Ustad didepan nama saya,"


"Lalu,harus manggil apa dong?"


"Abang atau Mas juga boleh.Habibie atau Abi juga boleh,"


"Hah?ma_maksudnya?"


"Becanda,panggil senyaman nya kamu saja,asal jangan panggil Ustad ah,malu"


"Ba_baiklah,Abang saja ya kalau begitu?"


"Boleh,kalau aku panggil kamu apa?Mayra,Adek,Ummi Ilham atau yaa jawzatti?"


"Hah?ma_maksudnya?"


Lagi lagi,Ilyas dibuat tertawa oleh tingkah Mayra yang dibuat kebingungan setengah mati oleh kelakuan random nya.


"Becanda,becanda serius amat?"

__ADS_1


"Jangan buat anak orang jantungan Ilyas,kebiasaan kamu itu"


Tiba tiba kedua insan itu dikejutkan dengan kehadiran Nyai Aida yang memang berniat memanggil keduanya untuk masuk dan membicarakan hal penting yang akan dilakukan oleh seluruh keluarga.


"Ummi,siapa juga yang bikin anak orang jantungan?"


"Itu tadi apa?"


"Hanya becanda Ummi,"


"Ya sudah ayo masuk,sudah ditunggu Abi didalam.Nak Mayra juga ya,ikut masuk dan berembuk bersama kami."titah Nyai Aida yang semakin membuat Mayra kebingungan.


Namun Mayra mengangguk setuju lalu bangun dari duduknya dan mengikuti langkah Nyai Aida ketempat yang tadi.


"Sini,duduk didekat Ummi,"ucap Nyai Aida yang tetiba saja mengubah nama panggilan nya jadi Ummi.


"Ayo Abi,lebih baik Abi yang mulai,"lanjut Nyai Aida mengintrupsi suaminya untuk menjadi pembicara.


"Baiklah,kita awali dengan Basmallah ya.Bismillahirrahmanirrahim,begini Nak Mayra ada yang ingin Abi sampaikan.Sekiranya,Nak Mayra berkenan untuk mendengarkan apa yang akan Abi sampaikan ini?"


"Insha Allah Kyai,saya berkenan.Silahkan sampaikan apa yang hendak Kyai sampaikan pada saya,"


"Baiklah,terima kasih sebelumnya.Begini Nak Mayra,Abi selaku Ayah dan orang tua dari Ilyas,mewakili putra sulung Abi itu,ingin meminta Nak Mayra,sekiranya berkenan untuk menjadi pendamping Ilyas yang selanjutnya dan menjadi ibu sambung untuk Ilham."


Deg...

__ADS_1


__ADS_2