Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.46


__ADS_3

"Tentu saja dan sudah Abang putuskan,jika kelak setelah anak ini lahir.Kita berdua yang akan merawatnya"


Deg....


"Ma_maksud Abang apa?"


"Anak ini,anak kita sayang,bukan anak aku dan Mayra.Dan yang lebih berhak atas anak ini adalah kamu dan aku bukan dia.Entah akan bagaimana kedepan nya nanti yang pasti saat ini,Abang akan jujur akan kondisi kita saat ini.Cukup sudah kita berusaha untuk Mayra,Abang tidak bisa lagi mendengar dia berkata kasar padamu sayang.Kamu hidupku dan kamu segala nya untukku,aku tidak akan pernah biarkan siapapun menyakiti kamu.Dan langkah awal dari semua itu adalah dengan melepaskan Mayra yang jelas jelas sumber masalah dari semua ini bisa terjadi"


"Ta_tapi apa Abang yakin?Abangkan mencintainya?"


"Tidak,Abang tidak pernah benar benar mencintainya Dek.Perasaan Abang padanya mungkin hanya sekedar simpati saja dan tidak pernah benar benar mencintainya,Abang akui jika Abang perhatian Abang pernah sedikit teralihkan oleh sikap manja dan perhatian nya.


Disaat Abang berusaha melupakan perasaan Abang sama kamu,tapi setelah sekian lama bersama,perasaan itu semakin hari semakin hambar dan lama lama merasa tidak ada lagi rasa.Itulah mengapa Abang selalu merasa baik baik saja saat berpisah dengan nya meski berminggu minggu lamanya.Berbeda saat bersama denganmu,jarak waktu dari kantor sampai rumah saja sudah membuat Abang khawatir dan cemas setengah mati"


"Benarkah?"


"Tentu saja sayang,mana mungkin Abang bohong"


"Kalau boleh tahu sejak kapan?sejak kapan Abang memiliki rasa itu?"


"Sejak kamu masuk sekolah menengah atas dan selalu di antar jemput oleh Regi"

__ADS_1


"Hah?sudah selama itu?"


Tanya Realyn yang dibuat kaget jika Abang nya sudah memiliki rasa pada dirinya sejak jaman ABG dulu.


"Hhmmm.Awalnya Abang kira perasaan itu hanya perasaan khawatir seorang Abang pada adik perempuan nya.Tapi lama lama,bukan hanya sekedar khawatir yang Abang rasakan,namun juga marah.Tidak jarang Abang merasa kesal sendiri saat kamu jalan bareng dengan dia.Dan saat Abang menyadari jika perasaan Abang itu adalah sebuah kesalahan,Abang mencoba melupakan meski sangat menyiksa,hingga Mayra hadir dan sedikit mengobati rasa yang tidak bisa tersampaikan padamu.


Maaf,maaf jika Abang sudah lancang dengan memiliki perasaan ini untuk kamu Dek.Abang tidak tahu harus dengan cara apalagi agar Abang bisa melupakan rasa cinta ini"


"Ke_kenapa harus melupakan?bu_bukankah sekarang kita juga sudah menikah dan akan memiliki seorang anak"


"Itu cerita dulu sayang,berbeda dengan sekarang"


"Me_memang sekarang bagaimana?"


Namun,Mas mohon jangan menyerah dengan hubungan kita ya?kamu maukan berjuang satu kali lagi untuk meminta restu dari Papah?"


"A_apa?Ma_Mas?"


"Iya sayang,mulai saat ini biasa panggil aku dengan sebutan Mas.Karena sekarang kamu bukan adikku lagi,tapi sekarang kamu itu istriku dan wanita yang aku cintai.


Maura Realyn Kurniawan,kamu maukan menerima aku jadi suami kamu seutuhnya?pasangan hidupmu dari saat ini hingga maut memisahkan kita?dan kamu bersediakan berjuang satu kali lagi untuk meraih restu Papah Reza?"

__ADS_1


Realyn terpaku,tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya dia saat ini.Entah dengan kata apa yang bisa mendeskripsikan perasaan nya saat ini.


Meski sudah 8 bulan menikah namun ini pertama kalinya Realyn mendapatkan lamaran resmi dari pria yang diam diam sudah memenuhi relung hatinya.


Tanpa kata,Realyn pun menjawab setuju dengan sebuah anggukan kepala.


"Apa?jawab yang jelas,Mas tidak mengerti"


Tanya Ardi berpura pura tidak paham dengan jawaban yang diberika oleh Realyn.


"Iya Mas,aku bersedia.Mari,kita sama sama berjuang meraih restu Papah.Demi anak kita san juga demi kamu dan juga demi aku"


Hancue sudah benteng pemisah di antara mereka kini.Status Adik Kakak yang sudah mereka sandang selama 25 tahun kini oecah sudah san berganti menjadi suami istri.Pria dan wanita yang saling mencintai.


"I love you Realyn,i love you"


"Me too".


*


*

__ADS_1


...🌸🌸🌸...


__ADS_2