
Ardi langsung duduk berjongkok didepan Realyn lalu mengusap ngusap perut buncir Realyn sambil berceloteh seolah tengah berbicara dengan sang anak.
"Hey,Anak Ayah tenang sayang.Jangan sakiti Bunda ya?semua akan baik baik saja,Ok"
Seakan mengerti dengan apa yang di katakan oleh sang ayah.Perut Realyn nerangsur membaik dan rasa nyeri itu pun sedikit demi sedikit berkurang hingga akhirnya menghilang.
Realyn menatap wajah lelah Ardi dari atas karena Ardi masih duduk berjongkok didepan Realyn sembari mengusap lembut perut buncitnya.
Kedua tangan Realyn terulur lalu menangkup wajah Ardi hingga sipemilik wajah kaget dan mendongakkan kepalanya.
"Maaf,maafkan kecerobohan ku"lirih Realyn.
"Tidak sayang,ini semua bukan salahmu.Mungkin sudah takdirnya jika kita harus berterus terang dan memperjelas semuanya.Kamu tenang saja,Abang yakin Mamah akan memaafkan dan menerima semua ini setelah Mamah mendengar semua penjelasan kita"
Jelas Ardi menggenggam erat kedua tangan Realyn yang ada diwajahnya.
"Eeuugghhhhh"
Sebuah lenguhan dari Mamah Putri yang mulai tersadar dari pingsan nya mengalihkan perhatian dari Realyn dan Ardi.
Melihat gerakkan dari sang Mamah,Ardi langsung bangkit dari duduknya dan beranjak untuk mendekati Mamah Putri yang mulai mengerjapkan matanya.
"Mamah"
Lirih Ardi memberanikan diri menggenggam tangan Mamah Putri.Mamah Putri bergeming sejenak terdiam untuk memulihkan ingatan sebelum dirinya pingsan.
__ADS_1
"Bantu Mamah bangun Ar"jawab Mamah Putri.
Ardi pun dengan sigap membantu Mamah Putri bangun lalu duduk bersandar disandaran ranjang.Mamah Putri menatap Realyn dan Ardi secara bergantian lalu kembali membuka suaranya.
"Ceritakan,apa yang sebenarnya terjadi?kenapa kalian merahasiakan semua ini?"
"Maafkan Ardi Mah,Ardi bersalah,semua ini karena kesalahan Ardi"
Lirih Ardi kembali menundukan kepalanya.
"Tidak Mah,semua ini bukan salahAbang,semua ini salah Relayn dan Kak Mayra"
Kini Realyn mencoba memberanikan diri membuka suaranya.Melihat Ardi yang begitu terlihat merasa bersalah atas apa yang terjadi saat ini
"Biar aku saja yang bercerita Bang.Karena semua ini berawal mulai dari aku"ucap Realyn yang kini bangkit lalu memberanikan diri duduk di samping Mamah Putri.
*
*
Mama Putri menutup mulutnya dengan kedua tangan.Wajah cantiknya kini sudah bersimbah air mata yang tidak dapat lagi bisa dibendungnya setelah mendengar semua cerita dari Realyn tentang kehidupan rumah tangga Putra sulungnya.
Bagaimana dia diperlakukan dengan buruk oleh keluarga dari istrinya sendiri.Bagaimana Ardi yang dianggap hina karena tidak mampu membuat Maira hamil.
Mamah Putri semakin shock saat mendengar rekaman pembicaraan antara ibu Selly,Mamah Maylra dengan kerabat dan teman-temannya saat acara ulang tahun pernikahan kedua orang tua Mayra dulu.
__ADS_1
Mamah Putri tidak menyangka kedua anaknya mengalami masa-masa yang sulit dan berat seperti saat ini.
Mamah putri yang sudah tidak bisa lagi membendung kesedihannya berhambur memeluk kedua anaknya.
Mamah Putri menangis tersedu di dalam pelukan Realyn dan juga Ardi.
"Maafkan Mamah sayang,maafkan Mamah,Mamah terlalu Abai akan kehidupan kalian,Mamah terlalu fokus dengan kehidupan Mamah sendiri sehingga kalian terabaikan dan menjadi seperti ini"
Lirik Mamah Putri di salah isak tangisnya masih dengan posisi memeluk Ardi dan juga Realyn.
"Maafkan Ardi Mah,karena Ardi sudah berdosa besar,karena Ardi sudah menghancurkan hidup Adek"
Jawab Ardi tidak kalah lirih,rasa sesak kini menyerang dadanya.Kini Ardi semakin merasa bersalah pada kedua wanita yang begitu berarti didalam hidupnya.
Namun jika ditanya menyesel?anehnya Ardi tidak menyesali semuanya karena kini dia sudah memastikan tentang perasaan nya pada sang adik.
Bahkan setelah semua ini,Ardi bertekad untuk meresmikan pernikahannya dengan Realyn.Sementara untuk Mayra,Ardi tidak mau ambil pusing lagi.
Jika Mayra mau menerima dimadu maka Ardi akan tetap mempertahankan nya,namun jika diminta untuk memilih,tentu tanpa berpikir pun Ardi sudah memastikan jika dirinya akan memilih Realyn dan anaknya.
*
*
...🌸🌸🌸 ...
__ADS_1